
Di sebuah ruang kamar VIP rumah sakit PELITA berbaringlah seorang pemuda tampan, berkulit putih, berhidung mancung dan beralis tebal yang baru berusia 17 tahun bernama Regen Prakasa, dia di diagnosa dokter menderita gagal jantung semenjak berusia 5 tahun. Saat ini harapan hidupnya sangatlah tipis, bahkan dokter spesialis yang selama ini menanganinya sudah angkat tangan, jalan satu-satunya supaya laki-laki itu tetap bertahan hidup hanya dengan operasi cangkok jantung.
Operasi cangkok jantung bisa di laksanakan jika ada pendonornya, tapi sayang sampai saat ini belum ada satupun orang yang berkenan menjadi donor jantungnya.
" Mami, aku ini kan tampan dan pintar tapi kenapa umurku hanya sebentar? bahkan aku masih muda dan belum pernah merasakan jatuh cinta pada seorang perempuan, aku masih ingin hidup lama " keluh Regen
" Sayang, sabar ya….kamu pasti sembuh" sambil mengusap lembut rambut anak lakinya.
" Mami kalo aku sembuh tolong daftarkan aku di sekolahan umum, aku ingin punya banyak teman dan pacar, aku bosan home schooling" rengek Regen
" Iya sayang, mami pasti akan memberikan apapun yang kamu minta " sambil menyeka air mata yang terus menetes di pipi tirusnya.
" Aaarrrggghh...aarrghhh….mami dadaku sakit" sambil memegangi dadanya
" Dokter ...dokter...tolong dokter "
Wanita paruh baya itu terus berteriak memanggil dokter, mungkin saking khawatirnya dia sampai lupa kalo di sebelah ranjang anaknya ada tombol untuk memanggil suster atau dokter.
Beberapa menit kemudian dokter masuk dengan di ikuti oleh 3 orang suster.
" Ibu tolong keluar sebentar biar pasien kami yang menangani " ucap dokter dengan sopan
" Baiklah dok " sahut maminya Regen
Selepas maminya Regen keluar ruangan, dokter dan para suster sibuk menangani Regen.
Maminya Regen yang berada di luar ruangan terus menangis dan sesekali berdoa untuk anaknya.
Tiba-tiba datanglah laki-laki paruh baya mendekatinya, laki-laki itu adalah papinya Regen.
" Sayang ada apa? kenapa kamu di luar?" tanya papinya Regen
" Dadanya Regen kembali sakit " jelas Maminya Regen
" Tenang, Regen pasti baik-baik saja dia kan anak yang kuat " sambil memeluk istrinya
Setelah menunggu cukup lama akhirnya pintu kamar Regen terbuka, keluarlah dokter dengan wajah yang sedikit sumringah.
Papi dan maminya Regen langsung mendekat.
" Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya maminya Regen
__ADS_1
" Alkhamdulillah Regen baik-baik saja, oh ya saya mempunyai kabar gembira untuk kalian.
Ada yang bersedia menjadi pendonor jantungnya Regen "
"Benarkah semua itu dok?"tanya papinya Regen sedikit ragu.
" Iya benar, jadi Regen bisa segera di operasi" jelas dokter
"Kira-kira kapan anak saya bisa melakukan operasinya dok?" tanya mami Regen
" Kalau tidak ada halangan nanti sore operasi cangkok jantung untuk Regen bisa di laksanakan, ya sudah kalau begitu saya pamit dulu "
" Silahkan dok " ucap maminya Regen
" Akhirnya anak kita bisa operasi juga ya mi, semoga ke depannya Regen bisa hidup normal seperti anak-anak seusianya " doa papinya Regen
" Amin " jawab maminya Regen penuh harap
***
Gadis berparas cantik ,berkulit kuning langsat, dan bergigi gingsul yang menambah kesan manis melengkapi wajahnya.Tidak sedikit laki-laki terpesona melihat parasnya yang cantik rupawan, tapi tingkahnya yang tomboy dan sedikit badung membuat lawan jenisnya harus berpikir dua kali untuk menyatakan cinta terhadapnya.
Dengan penuh semangat Reyna menuruni anak tangga rumahnya yang mewah, di bawah lebih tepatnya di ruang makan sudah menunggu papah, mamah, dan saudara kembarnya yang memiliki wajah imut seperti aktor dari cina yaitu Dylan wang, bukan hanya wajahnya yang rupawan tapi tinggi badannya yang mencapai 178 cm semakin membuat lelaki itu nyaris sempurna, laki-laki itu bermama Reyhan Putra Hartawan, walau di bidang akademik Reyhan tidak sepintar Reyna tapi dia banyak menorehkan prestasi di bidang olah raga terutama cabang basket.
" Ya ampun Reyna, apa-apaan kamu?berpakaian seperti preman saja " tegur mamah Reyna yang melihat putrinya memakai seragam dengan cara lengan baju di lipat, kerah baju di angkat ke atas bahkan ujung seragam bawah tidak di masukkan ke dalam rok tidak ketinggalan topi berwarna biru menutupi kepalanya.
Mamah Reyna seorang wanita karir, dia memiliki banyak butik yang tersebar di kota-kota besar seluruh indonesia, oleh sebab itu tak jarang mamahnya Reyna harus keluar kota untuk mengurusi butiknya. Karena seringnya bertemu klien penampilan menjadi prioritasnya, maka tidak heran di usianya yang menginjak kepala empat mamah Reyna masih terlihat cantik dan berkulit mulus.
Mamah Reyna bernama Nadya Hartawan.
" Ih, mamah norak deh, ini kan gaul " jawab Reyna santai
Sambil tangannya mengambil roti yang berada di atas meja lalu mengolesinya dengan selai coklat kesukaannya.
" Reyna, kalo mau makan duduk dulu! jangan berdiri seperti itu, ga sopan " tegur papah Reyna lembut
Papah Reyna seorang pengusaha sukses,dia merupakan pemilik Surya group, banyak perusahaan-perusahaan di bawah naungan Surya group.
Walau dia sukses dan banyak orang menghormatinya tapi sifat ayahnya Reyna sangat santun dan penuh kasih sayang, beliau sering sekali menjadi donatur di berbagai even amal. Walau sudah berumur setengah abad tetapi lelaki itu masih memiliki kharismatik untuk mengikat lawan jenisnya, nama lelaki itu adalah Adi Hartawan.
" Maaf pah ga sempat kalo duduk, ini sudah kesiangan " sambil menggigit roti yang ada di tangan kanannya.
__ADS_1
" Bang, ayo kita berangkat udah siang nih" ajak Reyna kepada abangnya.
" Ngapain ajak abang, bukannya kamu suka naik motor sendiri ke sekolah?" sahut Reyhan
" Motor aku lagi di modif, belum kelar " jawab Reyna
" Yaudah deh ayo " ajak Reyhan sambil beranjak dari tempat duduk lalu mendekati mamah dan papahnya untuk berpamitan yang di susul oleh Reyna.
Begitu selesai dengan ritual berpamitan dua anak kembar tapi beda kelamin itu menuju halaman rumah,di sana sudah terpampang mobil Hummer H2 milik Reyhan.
Tanpa pikir panjang lagi mereka masuk ke dalam mobil itu dan Reyhan langsung tancap gas menuju sekolahnya.
***
Di rumah sakit PELITA
Regen yang baru saja siuman merasakan tubuhnya sangat lemas,dia mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan begitu pandangannya menangkap sesosok wanita paruh baya yang sedang duduk di samping ranjangnya dengan mata yang sembab,Regen merasa bahagia.
" Mi, aku senang masih bisa melihat mami di sini " dengan nada suara yang lemah
" Sayang, kamu sudah siuman? bagaimana keadaanmu saat ini? apa dadanya masih terasa sakit?" tanya mami memastikan
" Tidak mi, aku sekarang baik-baik saja,jadi mami ga usah khawatir."
" Syukurlah kalo begitu, mami punya kabar gembira buat kamu, nanti sore kamu akan melaksanakan operasi transplantasi jantung" ucap maminya Regen sambil tersenyum.
" Yang benar mi? mami ga lagi berbohong kan?" bertanya dengan antusias.
" Mana mungkin mami berbohong " jelas mami
" Akhirnya, aku akan segera sembuh dan bisa hidup normal seperti remaja lainnya "
Regen begitu bersemangat akan menjalani operasi transplantasi jantung,dia sangat berharap bisa menikmati masa remajanya dengan penuh canda tawa bersama teman-teman yang selama ini tidak di punyainya.
Ayo baca kelanjutan ceritanya,di jamin lebih seru.
Eitss ..jangan lupa beri like,komen dan votenya.
Biar Author lebih semangat menulisnya
Terima-kasih🙏
__ADS_1