Jantungku Bukan Milikku

Jantungku Bukan Milikku
Kegilaan Reyna


__ADS_3

Sebenaranya apa yang di ceritakan Lusi kepada ibunya, kenapa ibunya tidak terlihat marah melihat aku sang pembunuh anaknya. Pikiran itu yang sedari tadi mengusik Reyna.


Ibunya Lusi melihat wajah Reyna dalam-dalam, tanpa di sadari tangan kirinya mengusap lembut pipi Reyna.


" Hubungan nak Reyna dengan anak saya apa sangat dekat? " Sambil menatap tajam ke arah mata Reyna.


" Tidak tante, saya bertemu Lusi cuma satu kali saja " jawab Reyna penuh dengan kehati-hatian.


" Tapi anak saya bercerita seakan-akan dia sangat akrab dengan nak Reyna."


Reyna nampak bingung mendengar penjelasan dari ibunya Lusi. Akrab?, Sejak kapan aku akrab dengan Lusi.


" Benarkah?, Kalo boleh saya tahu memangnya Lusi bercerita apa saja soal saya kepada tante?" 


Rita mendengar pertanyaan dari Reyna langsung meluruskan pandangannya dan menatap jauh keluar pintu, " Jadi sebelum meninggal dia bercerita kalo nak Reyna minta tolong ke Lusi untuk beliin gado-gado, sebenarnya sudah beli tapi ketika dia hendak menyeberang untuk kembali ke sekolah tiba-tiba ada seseorang yang mendorong dan akhirnya dia tertabrak, dia merasa bersalah karena tidak bisa menjalankan amanah, mengingat nak Reyna adalah pahlawan bagi Lusi." Jelas Rita panjang lebar


" Pahlawan?, Maksudnya gimana ya tante?" Mengernyitkan dahinya


" Loh, nak Reyna lupa kalo pernah menolong siswi SMP yang sedang di palak oleh preman ketika malam hari di belakang sebuah Mall?" Rita mencoba mengingatkan Reyna


Sejenak Reyna diam, alisnya nampak berkerut yang manandakan kalo gadis itu sedang berpikir keras untuk mengingat kembali sebuah peristiwa.


" Oh ya saya ingat sekarang, kejadian itu kan udah lama sekali "


" Memang kejadiannya sudah lama, tepatnya ketika Lusi masih duduk di bangku SMP kelas sembilan, sejak kejadian itu dia terus mencari tahu siapa nama pahlawannya sampai pada akhirnya dia menemukan semua identitas tentang nak Reyna dan dia putuskan untuk bisa sekolah di SMA Rajawali, agar dia bisa bertatap muka langsung dengan nak Reyna." Jelas Rita dengan mata yang berkaca-kaca.


" Kalo boleh saya tahu apa ada lagi yang di ceritakan Lusi tante?" Tanya Reyna semakin penasaran dengan cerita tante Rita


Sejenak Rita terdiam dan mengeluarkan nafas dengan kasar, " Lusi juga cerita kalo dia sedang jatuh cinta dengan kakak ketua OSIS, katanya wajah ketua OSIS itu sangat tampan dan berhati baik, karena itu dia merasa sangat bahagia bisa sekolah di SMA Rajawali karena di sana dia bisa menemukan super heronya dan juga dambaan hati, oleh sebab itu Lusi mendonorkan jantungnya untuk seseorang, dia berharap kalo jantungnya bisa terus berdetak untuk mencintai kakak ketua OSISnya " 


" Apa Lusi mengatakan nama laki-laki itu?" Bertanya dengan tiba-tiba dan penuh penekanan.


" Tidak dia tidak mengatakannya " dengan nada suara yang melemah


Huft….untung saja Lusi tidak mengatakan perihal bang Reyhan.

__ADS_1


" Maaf tante sudah siang saya dan teman saya mau pamit pulang dulu " 


" Loh kok cepat sekali, baru juga ngobrol sebentar " memegangi tangan Reyna


" Tante, saya harus pulang dulu, kapan-kapan saya main lagi " dengan nada suara yang merayu


" Sebenarnya tante masih ingin ngobrol banyak sama kalian, jujur tante takut setelah ini keadaan rumah jadi sepi, selama ini yang menemani tante mengobrol, memasak bahkan shooping hanya Lusi, setelah ini tante tidak tahu siapa yang akan menemani tante " air mata Rita tak bisa lagi terbendung oleh pelupuk matanya, sehingga air mata itu berhasil membuat pipi wanita paruh baya itu basah.


Reyna melihat Rita menangis langsung memeluknya dan mengusap lembut punggung wanita itu.


" Tante jangan nangis lagi ya, Reyna janji akan sering main ke rumah tante " 


" Terima-kasih, ternyata tidak salah kalo Lusi menganggap nak Reyna sebagai Heronya." Sambil tersenyum tipis


" Ah, tante bisa saja, yaudah saya pamit dulu ya tante" mencium punggung tangan Rita dan di susul oleh Vla


Reyna dan Vla keluar dari rumah Lusi berjalan menuju mobil berwarna hitam yang berada tidak jauh dari rumah Lusi.


Begitu sampai di samping mobil, Reyna langsung membuka pintu dan masuk ke dalam mobil, yang di ikuti oleh Vla. Reyhan yang duduk di dalam mobil sambil memainkan ponselnya merasa terkejut dengan kedatangan saudara kembarnya itu secara tiba-tiba.


" Kok lama sekali sih?, Untung belum aku tinggal pergi " tanya Reyhan sedikit kesal.


Reyhan tidak ambil pusing dengan sikap Reyna, dia langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan kediaman Lusi.


" Bang, nanti berhenti di bengkelnya bang Tohar ya, aku mau ngambil motor dulu, jangan lupa ntar abang antar Vla pulang." Jelas Reyna


" Ya deh, tapi jangan keluyuran lo, abis ambil motor langsung pulang pokoknya, kalo gak abang bakal kasih tahu papah " Ancam Reyhan


" Apaan sih, main ngancam lagi, aku ada urusan, ntar kalo udah kelar urusannya baru langsung pulang."


" Urusan apa sih?, Abang ga mau dengar kamu bikin masalah lagi."


" Enggak…enggak, tenang aja, ga akan bikin masalah kok " mencoba meyakinkan dengan memasang wajah tanpa dosa


" Baik lah " jawab Reyhan singkat

__ADS_1


Perjalanan menuju bengkel bang Tohar masih cukup lama, dan itu membuat Reyna menjadi bosan kalau harus duduk manis tidak  melakukan kegiatan apa-apa, atau istilah anak milenialnya GABUT.


Ih gabut banget sih, handphone pakek acara ketinggalan di loker sekolah lagi, tiba-tiba dia ingat sesuatu oh ya aku tahu.


Cepat-cepat Reyna menegapkan posisi duduknya kemudian tangan kanan membuka laci dashboard yang berada tepat di depannya dan di raihnya sebuah kaset cd dari grub band ternama di dunia yaitu Linkin Park. Di masukkannya cd itu di dalam tape dan mulai terdengarlah alunan music rock yang fenomenal yang berjudul NUMB.


Mendengar lagu itu membuat kepala Reyna tak henti-hentinya bergoyang, dan tangannya ikut bergerak kesana kemari mengikuti alunan musik, sampai pada tengah lagu Reyna langsung bernyanyi sambil berteriak bak seorang RockStar.


I've become so numb, I can't feel you there


Become so tired, so much more aware


By becoming this all I want to do


Is be more like me and be less like you


And I know I may end up failing too


But I know you were just like me with someone disappointed in you


I've become so numb, I can't feel you there


Become so tired, so much more aware


By becoming this all I want to do


Is be more like me and be less like you


I've become so numb, I can't feel you there


I'm tired of being what you want me to be


I've become so numb, I can't feel you there


I'm tired of being what you want me to be

__ADS_1


Reyhan sesekali melihat tingkah adiknya itu jadi senyum-senyum sendiri.


Syukurlah, Reyna yang periang dan penuh kegilaan akhirnya kembali lagi. Gumam Reyhan sambil menggelengkan kepalanya, dan tersenyum tipis.


__ADS_2