
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit, Reyhan akhirnya menepikan mobilnya di sebuah bengkel yang cukup ternama di kota Jakarta.
" Stop, jangan teriak-teriak lagi, kamu mau turun ga " tanya Reyhan untuk menghentikan kegilaan adiknya itu.
" Loh, emangnya sudah sampai?" Sambil matanya melihat keluar jendela
" Makanya jangan bikin konser sendiri, sampe ga tahu kalo sudah sampe bengkel." Mencubit gemes pipi Reyna.
Reyna yang di cubit mengerang kesakitan sambil tangannya terus mengusap bekas cubitan di pipinya.
" Jahat banget sih bang, sakit tahu " dengan nada yang ketus.
" Maaf deh, habis abang gemes banget ma kamu " tertawa kecil
" Yaudahlah aku turun, jangan lupa Vla di pulangin " sambil mengangkat jari telunjuk sebagai isyarat sebuah perintah.
Tanpa menunggu jawaban dari abangnya Reyna langsung turun dari mobil dan menutup pintu dengan kasar. Reyna memasuki bengkel, di sana Reyna berjalan menuju ruangan khusus tamu, di ruangan itu ada seorang wanita cantik yang sedang sibuk dengan laptopnya, Reynapun menghampirinya.
" Mb Gina, bang Tohar mana?" Sambil menaruh pantatnya di atas meja.
" Bang Tohar lagi pergi cari makanan, mau ambil motor ya?"
" Iya nih mb, udah selesai belum sih?"
" Sudah, bang Tohar tadi pesan kalo kamu datang motornya tinggal di ambil aja, masalah pembayaran suruh transfer di rekeningnya bang Tohar, ini kuncinya." Sambil menyerahkan kunci
Reyna yang sudah mendapatkan kuncinya langsung beranjak dari meja yang dia duduki. " Makasih ya mb,aku langsung cabut aja, bye " sambil melambaikan tangan dan berjalan pergi.
Di dapatinya motor Yamaha R25 miliknya yang sudah di modifikasi sesuai keinginannya.
" Waaaahhhhh, bang Tohar benar-benar keren deh, bisa memodif nih motor jadi cakep banget kayak gini." Sambil loncat-loncat kegirangan, layaknya anak kecil yang bahagia bila mendapatkan mainan baru. Tanpa dia sadari banyak pasang mata yang melihat ke arahnya sambil tersenyum, Reyna yang baru saja menyadari dirinya jadi tontonan malah bersikap masa bodoh,malahan dia dengan rasa percaya diri yang tinggi menaiki motornya sambil berlalu begitu saja meninggalkan para montir yang masih terus melihatnya sampai menghilang tak terlihat.
Kenapa sih tuh montir mata ga di jaga, heran kali ya lihat cewek cantik, ha..ha ..ha.. Batin Reyna
Di lihatin bukan karena kecantikan yang kau tampakan melainkan kegilaanmu Reyna.
Reyna melajukan motornya dengan kencang, setiap ada kendaraan di hadapannya selalu berusaha dia balap, " Berani lawan Reyna sang pembalap sejati?, Awas aja kalian semua bakal aku tebas abis, ha.ha..ha.." sambil terus melajukan motornya menuju SMA Rajawali. Sesampainya di SMA Rajawali Reyna memakirkan motornya dan meletakkan helm di atas jok lalu berjalan ke suatu tempat melewati lorong sekolah yang sepi.
Ngeri juga nih sekolah dalam kondisi sepi kayak gini, padahal masih siang, semoga mas Iwan belum pulang. Batin Reyna
__ADS_1
Di bukanya pintu sebuah ruangan yang letaknya di ujung lorong sekolah, orang yang di dalam ruangan tersebut langsung menengok ke arah Reyna, begitu mengetahui pintu terbuka.
" Reyna, ada apa kemari?" Tanya seorang lelaki yang ada di dalam ruangan itu.
" Aku mau minta bantuan kak Iwan " jelas Reyna
" Bantuan apa?"
" Aku minta kakak tunjukkan padaku rekaman cctv yang ada di depan gerbang sekolah tiga hari yang lalu " pinta Reyna
" Tiga hari yang lalu itu kan bertepatan dengan peristiwa seorang siswi yang di tabrak bis ?" tanya Iwan mencoba memastikan
" Tepat sekali, aku mau tahu kronologi kejadiannya "
" Oke, akan aku perlihatkan " sambil jari-jarinya menari di atas keyboard. " Nah, ini dia ketemu " sambil menunjuk ke arah layar.
Reyna memperhatikan setiap pergerakan yang ada di dalam layar itu, dia nampak serius menatapnya, sampai pada sebuah adegan yang membuat matanya melotot.
" Kak, coba ulangi lagi yang barusan" perintah Reyna untuk mencoba memastikan," stop kak, coba di zoom orang yang pakek masker itu."
" Wah gila ternyata ini murni pembunuhan bukan kecelakaan." Seru Iwan
" Tenang kakak akan merahasiakan kasus ini "
" Terima kasih kak, oh ya tolong kakak foto orang yang memakai masker itu lalu kirim ke handphone aku, kebetulan handphone aku ketinggalan di loker belum di ambil." Imbuh Reyna.
" Oke, siap " sambil mengacungkan jempol
" Makasih, aku mau ngambil handphone dulu trus pulang, kak Iwan ga pulang nih?"
" Ntar, masih ada yang harus di selesaikan"
" Yaudah aku cabut duluan, bye " sambil melambaikan tangan dan berjalan keluar ruangan, setelah di luar Reyna berjalan menuju loker tempat dimana handphone nya berada.
Sesampainya di depan loker, Reyna membukanya dan mengambil handphone miliknya, kemudian pergi meninggalkan sekolah dengan mengendarai motor menuju kantor papahnya.
***
Ruang operasi sedang di persiapkan, Regen yang masih menunggu di dalam kamarnya merasakan perasaan yang campur aduk, antara senang, gugup, takut, dan gelisah.
__ADS_1
" Menurut mami apa operasi ini akan berhasil dan bisa membuat aku hidup lebih lama?" Sambil menggenggam tangan maminya
" InsyaAllah semua akan berjalan lancar, dan semua yang mau kamu lakukan akan segera terwujud, yang penting sekarang kamu banyak doa dan tenang jangan takut apalagi panik."
" Iya mami, aku akan banyak berdo'a agar operasi ini berjalan dengan lancar."
Ketika Regen dan maminya saling mengobrol tiba- tiba pintu kamar di ketuk oleh seseorang, lalu masuklah dua orang perawat menjemput Regen untuk membawanya menuju ruang operasi. Regen pasrah ketika ranjangnya di dorong oleh dua perawat menuju ruang operasi, mami Regen terus mengikuti dua perawat yang membawa anaknya pergi.
Mami Regen berada di depan ruang operasi hanya bisa berdo'a, dan berharap jika anak semata wayangnya itu bisa menjalani operasi transplantasi jantung dengan lancar tanpa ada kendala sedikitpun.
Setelah hampir satu jam menunggu akhirnya pintu ruang operasi terbuka, keluarlah dokter dan memanggil wali dari pasien yang baru saja dia tangani.
" Bagaimana dok, keadaan anak saya?" Tanya mami Regen dengan wajah cemas
" Alkhamdulillah operasi transplantasi jantungnya berhasil, semoga ke depannya anak ibu bisa menjalani hidupnya dengan normal tanpa takut lagi akan ada serangan jantung." Jelas dokter
Mendengar penjelasan dari dokter, mami Regen langsung melakukan sujud syukur sebagai bentuk ucapan syukurnya kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta, setelah sujud cukup lama mami Regen kembali berdiri, " Dok, apa saya bisa menemui anak saya sekarang?"
" Maaf jangan, biarkan dia istirahat terlebih dahulu, beri waktu untuk jantung barunya menyesuaikan dengan tubuh barunya, tunggu sampai dia siuman baru boleh menjenguk." Ucap dokter
" Baiklah kalo begitu, terima-kasih atas kerja kerasnya menolong anak saya." Sambil meneteskan air mata.
" Iya sama-sama bu, itu sudah menjadi kewajiban kami, oh ya saya ingin memberi tahu kalo Regen membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan baru bisa kembali lagi beraktifitas seperti biasa."
" Lama sekali dok, apa dalam kurun waktu itu Regen masih dirawat di sini?"
" Tidak perlu, Regen bisa dirawat di rumah, asalkan anda benar-benar memperhatikan dia untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa menguras energi, dan selalu memberi obat tepat waktu."
" Baik dok, akan saya usahakan "
" Yasudah kalo begitu saya pamit dulu "
" Iya, silahkan " sambil tersenyum
Lalu dokter itu pergi meninggalkan maminya Regen.
Terima-kasih sudah membaca novel saya
Sampai jumpa di episode selanjutnya🤗
__ADS_1