Jantungku Bukan Milikku

Jantungku Bukan Milikku
Reyhan abang terkeren


__ADS_3

Di tengah hiruk pikuk ibukota ada seorang gadis yang berjalan mondar mandir di pinggir jalan, " Lama banget sih bang Reyhan datangnya, ga tahu panas kali ya " sambil menyeka keringat yang terus mengalir di pelipisnya dengan menggunakan punggung tangan.


Tiiiiinnn…..tiiinnnn……(suara klakson)


Reyna menengok ke sumber suara, di lihatnya mobil mercedes benz s-class warna putih mendekatinya, begitu kaca mobil di turunkan nampaklah seorang laki-laki.


" Reyna, ngapain di pinggir jalan?, Ayo masuk " sambil tersenyum


" Hah, Miko?,oke deh aku masuk "


" Kok kamu bisa di pinggir jalan sih? "


" Jalan dulu aja ntar ceritanya "


Miko segera menjalankan mobilnya, sesuai intruksi dari sahabatnya itu.


" Oke deh, kita mau kemana? "


" Pulang ke rumah, aku benar-benar capek banget pengen tiduran." 


" Lah, emangnya motor kamu kemana " tanya Miko penasaran


" Di ambil orang " dengan nada suara yang lemas


" Bhuuahhhaaaa, kok bisa sih?, Seorang Reyna di curi motornya, itu sebabnya kamu kayak gembel jalan di pinggir jalan." Ketawa sambil sesekali melirik ke muka Reyna yang sudah nampak gurat- gurat kemarahan dan terdengar hembusan napas kasar keluar dari hidungnya.


Aduh, kayaknya Reyna dah mau meledak nih, sial kenapa aku bisa memancing emosinya.


" Reyna, mau minum ga?, Kalo mau ambil aja di belakang jok " berusaha menenangkan sambil tersenyum hambar


" Diaaam, ga usah berisik aku pusing, aku mau tidur " Sambil memiringkan badan


" Yaudah kamu tidur aja, ntar kalo udah sampe rumah kamu, aku bangunin."


Untung aja ga jadi meledak bom atomnya,he...Gumam Miko sambil tersenyum tipis


" Rey, kamu udah tidur belum?, Kamu tadi bilang katanya Reyhan mau jemput, ntar kalo dia datang nyariin gimana." Menatap lurus ke jalan 


" Rey, Rey " tidak ada respon Miko melirik gadis yang berada di sampingnya, "Dasar cewek bar-bar baru aja marah eh udah ngorok aja ", tersenyum dan menggelengkan kepala.


Di lain tempat, Reyhan yang sudah sampai di lokasi dimana Reyna tadi menunggu.


" Nih bocah kemana sih?, Di telepon ga aktif, apa jangan-jangan dia di culik lagi, wah ga bisa tinggal diam aku harus nelepon sekretaris Kim." 

__ADS_1


" Halo " terdengar suara di seberang, "sekretaris Kim, Reyna hilang, aku minta segera kerahkan banyak pasukan untuk mencari Reyna, handphone nya tidak aktif." Dengan suara cemas


" Baik tuan muda akan saya laksanakan " 


" Segera kabari jika sudah ketemu "


" Baik tuan "


Sambungan telepon pun terputus.


" Aku harus nyari dia kemana, nih bocah selalu saja bikin ulah " gumam Reyhan, sambil melajukan mobilnya kembali.


" Rey, Rey," sambil mengguncang tubuh Reyna, agar gadis itu segera bangun dari mimpinya.


Kok ga da respon, apa aku angkat aja kali ya


Miko turun dari mobil dan membuka pintu yang berada di sebelah Reyna, melihat tubuh sahabatnya itu masih menggunakan sabuk pengaman Miko mencoba mendekatkan tubuhnya untuk bisa membuka sabuk pengaman, tapi ketika Miko baru saja memencet tombol sabuk tiba-tiba mata Reyna terbuka.


Bugk……(suara pukulan)


" Reyna kamu gila ya " sambil memegang hidungnya yang di tonjok.


" Kamu yang gila, nindihin tubuh aku, kamu mau cabul  ya?, Ayo ngaku " dengan mata yang memerah dan tatapan tajam.


" Ya sorry, mana aku tahu, kirain kamu mau berbuat jahat, kenapa ga di bangunin aja sih? " Sambil tersenyum malu


" Karena kamu tuh KEBO, aku dah capek bangunin tapi tetap ga da respon." Sambil berteriak kesal


" Yaudah maaf, aku obatin kamu di dalam rumah aku yuk " sambil menggandeng tangan Miko dan menariknya agar mengikuti langkahnya.


" Kamu duduk di sini, aku ambil es batu dulu " mendudukkan Miko di sofa dan beranjak ke dapur.


Tak selang waktu lama Reyna kembali dengan tangan yang membawa wadah yang berisi bongkahan es batu.


" Sini aku obatin " sambil tangannya memegang es batu yang di bungkus dengan kain.


" Hati- hati jangan main kasar ya " mendekatkan wajahnya 


" Banyak omong, iye tenang aja " memulai menekan hidung Miko dengan bungkusan es.


" Rey, kalo kayak gini kamu feminin ya, aku suka kamu yang sekarang, ga bar- bar seperti biasanya, he…" sambil terus memandangi Reyna.


" Ga usah banyak komen " sambil mengusap muka miko dengan bungkusan es batu

__ADS_1


" Iiihhh apaan sih Rey, sakit tahu, baru juga di puji dah gini lagi " menangkap tangan Reyna.


" Lepasin tanganku, Miko nih ya aku kasih tahu, aku tuh orangnya paling ga suka melakukan segala sesuatu hanya karena omongan orang, aku ya aku seperti ini " sambil berdiri merentangkan tangan dan memutarkan tubuhnya.


" Iya deh, maaf, aku tahu kalo kamu itu Reyna yang bebas dan apa adanya "


" Tuh tahu " menunjuk ke arah Miko


" Yaudah aku cabut dulu ya, aku mau jalan nih ma cewek ku " beranjak dari sofa


" Kamu dah oke?" Tanya Reyna memastikan


" Udah, makasih ya, bye " melambaikan tangan


" Bye " jawab Reyna


Huh, hari ini berasa capek banget aku tidur aja ah di atas. Berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


" Ah, enaknya berbaring seperti ini " sambil merebahkan badannya di atas kasur.


Lambat laun mata Reyna mulai tertutup rapat dan mimpinya akan segera di mulai.


Langit di luar terlihat remang-remang pertanda malam hari akan segera datang, burung- burung yang terbang berkeliaran mencari makan dari pagi kini sudah kembali lagi ke sarangnya. Seorang gadis yang terlelap di atas ranjangnya dari siang hari sampai langit sudah petang belum juga ada tanda-tanda akan membuka matanya.


" Reeeyyyyynnaaaaa…….."


Mendengar ada yang memanggil namanya, Reyna memulai membuka matanya.


" Ada apa sih bang teriak- teriak " dengan suara parau khas orang yang baru bangun tidur


" Kamu lupa ya nyuruh abang jemput di jalan Semanggi, abang kira kamu di culik karena ga ada di lokasi, belum juga handphone kamu ga aktif, makanya abang suruh sekretaris Kim buat mengerahkan anak buahnya untuk mencari kamu, eh ternyata malah lagi enak-enakan tidur." Jelas Reyhan dengan suara yang menggelegar karena saking kesalnya.


" Maaf bang aku lupa, tadi handphone aku mati kehabisan batrei trus aku nebeng mobilnya Miko kebetulan dia lewat situ "


" Memang motor kamu kemana? "


" Di ambil orang kali, tadi itu aku tinggalin motornya di pinggir jalan dalam kondisi mesin masih menyala buat ngejar pencuri, pencuri berhasil di ringkus malah motor aku yang lenyap." Sambil menenggelamkan wajahnya di bantal.


" Ya sudahlah, yang penting kamu baik-baik saja, besok aku suruh sekretaris Kim mengantar motor sebelum kamu berangkat sekolah." 


" Waah …,serius? Hore…. makasih ya bang, bang Reyhan emang abang terkeren sedunia " beranjak dari tempat tidur dan berlari memeluk abangnya.


" Sama-sama " sambil mengusap lembut rambut adik tersayangnya

__ADS_1


__ADS_2