Jantungku Bukan Milikku

Jantungku Bukan Milikku
Penolakan Cinta (2)


__ADS_3

Masa Orientasi Siswa atau lebih di kenal dengan sebutan MOS adalah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru, tapi tak sedikit MOS di jadikan ajang balas dendam bagi murid senior kepada junior karena dulu ketika mereka masih jadi junior di kerjain oleh murid seniornya.


Reyna pagi itu datang terlambat, sontak saja membuat sebagian senior merasa senang karena bisa di jadikan bahan untuk menjahilinya.


" Ooo….Tuan putri baru datang, kenapa kesiangan ya? Ledek Angel 


" Maaf kak, iya saya bangunnya kesiangan"


menjawab dengan wajah datar


" Kamu nih, mentang-mentang anak konglomerat bisa berbuat seenaknya saja di sekolahan ini, hah " bentak Angel


" Saya kan udah minta maaf, lagian mana saya tahu kalo bakalan bangun kesiangan." Jelas Reyna santai


" Aku ga mau tahu kamu harus di hukum, sekarang juga lari lapangan sebanyak sepuluh kali !." Perintah Angel


" Tunggu, apa-apaan kamu Angel, dia kan ga sengaja terlambat lagipula ini baru hari pertama MOS, jangan kejam kayak gitu kasihan." Jelas Lukman


" Kenapa sih kamu belain gadis manja ini?, Apa karena dia cantik? Tanya Angel menyudutkan Lukman


" Sudah ga usah di bahas " sambil berjalan mendekati Reyna


" Kamu ga papa?, Lain kali jangan sampai telat ya, aku Lukman ketua OSIS." Sambil mengulurkan tangan


" Oke kak siap, nama aku Reyna " sambil menjabat tangan Lukman, " yaudah kalo begitu saya masuk kelas dulu kak dan terima kasih atas bantuannya " tersenyum dan berjalan meninggalkan Lukman.


Lukman di tinggal pergi Reyna hanya bisa mematung dan terus memandangi punggung Reyna yang kian lama menghilang dari pandangannya.


Perempuan itu benar-benar membuat jantungku berdetak kencang.


Itu adalah kali pertama Lukman bertemu dengan Reyna, semenjak saat itu hubungan mereka semakin dekat, dan itu membuat Lukman berani merencanakan sebuah pernyataan cinta yang sengaja dia persiapkan sangat spesial untuk gadis dambaan hatinya.


Acara PENSI sekolah yang di adakan sebagai sebuah ajang pertunjukan bakat bagi para siswa / siswi untuk menyaluran kreatifitas mereka, serta mendapatkan sebuah panggung pertunjukan yang layak bagi berbagai kegiatan seni yang mereka minati di pilih Lukman sebagai acara pernyataan cinta kepada Reyna.


Lukman begitu bersemangat di dalam mempersiapkan segala keperluan untuk acara PENSI dan tentu saja pernyataan cintanya.


" Bro, kamu yakin bakal nembak Reyna di tengah berlangsungnya acara PENSI besok?" Tanya Kemal sahabat Lukman


" Aku yakin 1000%, pokoknya aku akan bikin Reyna merasa tersanjung melihat semua yang aku persiapkan buat dirinya." Sambil tangannya terus membuat sesuatu.

__ADS_1


" Ini acara PENSI lo, banyak yang nonton, bukan hanya murid tapi juga guru, memangnya kamu ga takut kalo di tolak?" 


" Tenang saja, Reyna ga bakalan nolak aku karena selama ini hubungan kita sangat dekat." Menjawab dengan penuh percaya diri.


" Terserah kamu ajalah, aku sebagai sahabat hanya bisa mendukung." Sambil menepuk pundak Lukman


" Thanks, oh ya sehabis kita menghias ini nanti sekalian bantu aku pasang ke atas panggung ya "


" Oke siap " sambil menunjukkan jempolnya


***


Keesokan paginya, Acara PENSI yang di selenggarakan oleh Lukman dan team OSIS nya berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Reyna dan murid-murid lainnya sangat menikmati acara tersebut. Hingga akhirnya di tengah berjalannya acara, Lukman meminta izin untuk naik ke atas panggung.


" Selamat siang teman-teman" dengan nada penuh semangat


" Siiiiaaanggg " jawab murid serentak


" Bagaimana pertunjukkan yang kami berikan?, Pasti seru kan?, masih mau lanjut?" Sambil berteriak dan mengarahkan mikrofon ke hadapan para murid


" Lanjuuutt " teriak para murid


" Oke kami akan berikan lagi beberapa performa yang epic, tapi sebelum itu izinkan saya untuk mengatakan sesuatu kepada seseorang yang selama ini berada di samping saya, yaitu seorang perempuan yang cantik, pintar, baik dan perhatian dia adalah Reyna Putri Hartawan, untuk saudari Reyna silahkan untuk naik ke atas panggung." Undang Lukman


" Terima kasih Reyna, kamu bersedia hadir di atas panggung ini."


" Kak, sebenarnya kakak mau melakukan apa sih?, Aku malu berada di sini." Dengan wajah kesalnya.


" Reyna kakak mau kasih kamu lihat sesuatu " sambil memetikkan jarinya


Tiba- tiba datang segerombolan orang dengan membawa masing-masing papan dengan bertuliskan,


                   R E Y N A I L O V E Y O U


Saat itu juga Lukman berlutut sembari menyodorkan setangkai bunga mawar putih.


" Reyna maukah kamu menjadi pacarku?, Jika kamu menerimanya maka ambillah bunga mawar ini tapi jika kamu menolaknya ambil bunga ini dan lempar ke mukaku." Sambil menyodorkan bunga mawar putih.


" Terima, terima, terima " hampir semua murid mengatakannya

__ADS_1


Tanpa basa basi Reyna langsung mengambil bunga mawar putih dari tangan Lukman lalu melemparkannya tepat mengenai muka Lukman, dengan wajah kesalnya Reyna menuruni tangga dan berlalu begitu saja.


Sungguh peristiwa yang membuat Reyna merasa malu dan kesal jika harus mengingatnya, sudah lama dia mengubur peristiwa itu tapi kini tanpa dia kehendaki peristiwa itu muncul jelas di pikirannya.


" Aku akui, aku bersalah karena sudah dengan kasar menolak kakakmu, tapi aku tidak bermaksud untuk membuatnya malu kala itu, aku hanya merasa malu, kesal dan risih sehingga aku berpikir alangkah baiknya aku cepat-cepat mengakhiri semuanya, karena jujur aku tuh orangnya paling tidak suka jadi pusat perhatian." Mencoba menjelaskan


" Apapun alasanmu sudah tidak berguna lagi, karena kak Lukman sudah tiada dan itu karena kesombonganmu." Berteriak sambil menunjuk ke arah Reyna


" Oke, oke, itu semua kesalahanku, lantas apa yang kamu inginkan dariku?" Dengan wajah yang frustasi


" Balas dendam " tersenyum menyeringai


" Oke, kamu boleh melampiaskan amarahmu terhadapku, asal kamu beri aku alasan kenapa kamu tega libatkan Lusi di dalam balas dendammu?"


" Karena aku tahu jika Lusi mati maka kamu tidak akan pernah bisa hidup tenang dan terus merasa bersalah sebab Lusi keluar dari area sekolah itu atas perintah darimu untuk membeli gado-gado, iya kan?" Dengan senyum liciknya.


" Aku tidak habis pikir, otakmu bisa berpikir sejauh itu, setelah membunuh Lusi apa kamu tidak pernah merasa bersalah?" 


" Aku tidak peduli asalkan aku bisa membayar sakit hati yang kak Lukman rasakan."


" Kalo begitu kita buat kesepakatan, kamu boleh melampiaskan amarahmu kepadaku asalkan setelah itu kamu serahkan diri kepada polisi, bagaimana setuju?" 


" Baiklah tidak masalah asalkan aku bisa melampiaskan segala amarahku kepadamu " sambil menatap tajam ke arah Reyna


" Baiklah silahkan, asalkan tidak mengenai muka dan alat vitalku."


" Dengan senang hati " sambil menyeringai


" Rasakan ini " memukul bagian perut Reyna


Bugh….


" Huh, ternyata cuma segini pukulanmu." Tersenyum meledek


" Kurang ajar, kamu meremehkanku, rasakan ini " kembali memukuli Reyna dan menendangnya berkali-kali. Tapi Reyna masih mampu untuk berdiri lagi dan lagi, itu membuat Faiz menjadi geram.


" Kamu ini manusia bukan sih?, melihat sekeliling dan mengambil sesuatu, "Sekarang rasakan ini"  memukul dengan balok kayu di bagian punggung.


" Aaaaaaaa " Reyna jatuh tersungkur, "Apa kamu sudah puas?" Tersenyum tipis

__ADS_1


" Kamu….kamu….memang wanita gila, aku udah kelelahan menghajar tapi kamu masih bisa bertahan, baiklah aku sudahi semua ini dan aku akan tepati janjiku." Sambil melempar balok ke sembarang arah lalu berlalu pergi meninggalkan Reyna.


Bersambung


__ADS_2