Jantungku Bukan Milikku

Jantungku Bukan Milikku
Permintaan maaf dari Lusi


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi


Para siswa-siswi berhamburan keluar kelas,ada yang menuju kantin, ada yang menuju perpustakaan bahkan ada yang lagi cari perhatian kakak kelas.


Tapi tidak dengan Reyna, gadis cantik itu kali pertama merasa tidak bersemangat beranjak dari tempat duduknya bahkan dia nampak melipat tangan dan membenamkan wajahnya di sana.


Gio yang melihat tingkah sahabatnya itu memberi isyarat kepada kedua temannya yaitu Vla dan Miko untuk mendekati Reyna.


" Rey, ke kantin yuk " ajak Vla


Reyna mendengar suara sahabatnya langsung menengadahkan mukanya.


" Ga ah, aku lagi males buat ke kantin, kalian aja yang kesana, aku nitip es coklat bubble ya"ucap Reyna


" Kamu kenapa sih Rey, kayak lagi punya masalah?" tanya Miko


" Ga kok, tenang aja, aku baik " jawab Reyna singkat


" Yaudah kalian aja yang ke kantin biar aku di sini nemenin Reyna " perintah Vla


" Oke deh kalo gitu kamu mau nitip apa Vla?" tanya Gio


" Sama kayak pesanan Reyna tapi sekalian beliin burger ya " sambil senyum memohon


" Oke, aku beliin apa yang kalian mau " jawab Gio


" Yaudah sana pergi, ngapain masih di sini sih" sambil memberi isyarat agar Gio dan Miko pergi


Selepas Gio dan Miko pergi datanglah Reyhan dengan nafas yang tak beraturan mendekati Reyna.


" Reyna kamu kenapa? Kata Miko kamu lagi ada masalah ya?" tanya Reyhan khawatir


" Aku masih kepikiran soal Lusi bang, gara-gara aku nyuruh dia beli gado-gado akhirnya dia tertabrak bis " dengan nada penuh penyesalan


" Udah jangan di pikirkan, itu sudah menjadi takdirnya Lusi, kita ga bisa menghalangi apa yang sudah menjadi ketetapanNya." Jelas Reyhan


" Nanti sepulang sekolah beberapa guru, anggota OSIS dan sebagian temannya Lusi mau takziah, kalo kamu mau ikut boleh." Ucap Reyhan


" Iya bang aku mau ikut, nanti samper ke sini ya " Ucap Reyna penuh semangat


" Aku juga boleh ikut kan kak?" tanya Vla dengan mengangkat telunjuknya


" Boleh, tenang saja " jawab Reyhan


" Yaudah aku pergi dulu, Reyna jangan sedih lagi ya, Vla aku titip Reyna " imbuh Reyhan

__ADS_1


" Oke kak siap " sambil memberikan senyum terbaik


Reyhan berjalan keluar meninggalkan Vla dan Reyna berdua di dalam kelas.


***


Di rumah sakit Pelita, Regen yang baru terbangun dari tidur mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan untuk mencari seseorang yang selama ini berada di sampingnya.


Mami kemana sih,tumben pergi ga memberi tahu aku. Batin Regen


Selang beberapa menit, pintu kamar terbuka, nampaklah wanita paruh baya keluar dari balik pintu dan mendekati Regen.


" Sayang kamu sudah bangun? Maaf kalo mami meninggalkanmu sendiri di kamar ini." Ucap mami Regen


" Mami kemana sih?" Tanya Regen penasaran


" Mami tadi habis melayat salah satu pasien rumah sakit ini " jelas mami


" Loh, memangnya mami kenal dengan pasien itu? " 


" Mami ga kenal sama sekali, tapi pasien itu sudah baik hati mau mendonorkan jantungnya buat kamu " jelas mami


" Dia sakit apa mi, sampai harus kehilangan nyawanya? " tanya Regen lagi


" Dia ga sakit tapi mengalami kecelakaan, lebih tepatnya tertabrak bis di depan sekolahnya."


" Amin, oh ya sayang, tadi mami bertemu dengan dokter yang akan menangani operasimu, dia bilang kalo sebentar lagi kamu akan melaksanakan operasi transplantasi jantung, mengingat jantungnya sudah di keluarin dari sang pemilik maka tidak akan bertahan lama berada di luar." Jelas mami Regen


" Semoga setelah aku melakukan operasi transplantasi jantung, hidupku akan berubah menjadi normal seperti kebanyakan remaja seusiaku." Ucap Regen penuh harap.


Di SMA Rajawali semua murid di pulangkan lebih cepat dari waktu biasanya, itu di karenakan para guru dan staf yang lainnya akan takziah ke rumah Lusi.


Reyhan yang sudah mempunyai janji dengan Reyna segera mendatangi kelas Reyna dan mengajaknya pergi bersama tidak ketinggalan sang sahabat yaitu Vla ikut bersama mereka.


Di perjalanan Reyhan dan Vla tak henti-hentinya bersenda gurau, Reyna yang duduk di kursi belakang merasa risih sampai telinganya di tutupi menggunakan kedua telapak tangannya.


" Kalian ini bisa diam ga sih, berisik tahu " ucap Reyna dengan ketus


" Iya iya kami diam, sudah jangan marah lagi ya, ga enak nanti kalo di sana suasana hatimu masih kayak gini " jelas Reyhan


" Tenang aja aku bisa mengendalikan diriku kok " jawab singkat


" Oke deh kalo gitu " ujar Reyhan


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit, akhirnya rombongan staf pengajar dan beberapa murid SMA Rajawali telah tiba di kediaman almarhumah Lusi.

__ADS_1


Suasana haru menyelimuti rumah yang nampak megah itu, semua terlihat dari banyaknya orang yang mengenakan pakaian hitam dan banyak di antaranya yang menangis karena merasa kehilangan.


Ketika semua rombongan dari SMA Rajawali masuk ke dalam rumah, Reyna memutuskan untuk berdiam diri di teras depan. Reyhan yang mengetahuinya langsung mendekat.


" Reyna ngapain di sini, masuk yuk " ajak Reyhan


" Masih rame ntar aja kalo udah sepi, lagian ada yang mau aku omongin ama ibunya Lusi " jelas Reyna


" Yaudahlah terserah kamu aja, abang mau masuk dulu ya " sambil terus berjalan masuk


" Yaelah Rey, kenapa kita ga masuk aja sih, kenapa harus di sini?" Keluh Vla


" Idih siapa juga yang ngajakin kamu di sini, kalo mau masuk sana pergi " Ucap Reyna santai


" Ogah ah, ntar yang ada di sana aku di kacangin lagi" sambil memanyunkan bibir


" Makanya ga usah protes, duduk manis di sini dulu, oke?" Sambil menyatukan jari telunjuk dan jempol


" Ya deh " jawab Vla singkat


Beberapa menit kemudian, para guru dan beberapa teman almarhumah Lusi keluar dan menuju ke dalam bus sekolah yang terparkir tidak jauh dari rumah Lusi, Reyhanpun terlihat keluar dan mendekati sang adik.


" Udah sepi tuh, sana temuin ibunya Lusi, abang tunggu di mobil ya?" 


" Okelah bang "


Aduh aku kok deg-degan ya, bagaimana kalo ibunya Lusi marah karena anaknya meninggal gara-gara aku. Batin Reyna gusar


Begitu berada di dalam, Reyna mengedarkan pandangannya ke seluruh orang yang berada di dalam ruangan itu, dia sedang mencari sosok ibunya Lusi. Setelah dia yakin kalo wanita paruh baya yang di lihatnya sebagai ibunya Lusi, Reyna langsung menghampiri yang di susul oleh sahabatnya Vla.


" Maaf apa tante ibunya Lusi? " Tanya Reyna


" Iya benar saya ibunya Lusi, nama saya Rita, kamu siapa?" Tanya Rita lembut


" Perkenalkan nama saya Reyna, saya kakak kelasnya Lusi, dan ini teman saya Vla " sambil menyalami tangan Rita yang di ikuti oleh Vla


" Oh kamu yang namanya Reyna, Lusi cerita kepada saya kalo kamu menyuruh dia beli gado-gado ya?" Tanya Rita


" Iya, tante ...oleh sebab itu saya ke sini ingin minta maaf karena keisengan saya Lusi harus kehilangan nyawanya " sambil menggenggam punggung tangan Rita


" Sudahlah, ini semua bukan kesalahanmu melainkan sudah takdir, justru Lusi menyuruh saya untuk menyampaikan permintaan maaf karena dia tidak bisa membelikanmu gado-gado." Terang Rita


Mendengar penjelasan dari ibunya Lusi membuat hatinya Reyna nampak sakit, dia benar-benar tidak habis pikir kalau orang yang dia kerjai ternyata memiliki hati yang sangat baik dan penuh ketulusan.


Terima-kasih sudah membaca novel saya

__ADS_1


Nantikan kelanjutan ceritanya……


Jangan lupa dukung saya dengan memberi like,rate 5,komen dan tambah kan ke favorite🙏


__ADS_2