Jantungku Bukan Milikku

Jantungku Bukan Milikku
Kembali pulang


__ADS_3

Tap


    Tap


        Tap


Suara langkah orang yang mendekati pintu, dengan cepat anak buah sekretaris Kim membukanya, alangkah terkejutnya mereka setelah melihat nona mudanya tergeletak di lantai.


Dengan sigap sekretaris Kim mendekati Reyna, " Nona apa yang terjadi?" Sambil meletakkan kepala Reyna di lengannya, " Cepat seret laki-laki itu kemari, biar aku habisi dia " dengan penuh amarah.


" Tunggu sekretaris Kim, jangan kau apa-apakan Faiz, bawa dia ke kantor polisi saja biar dia mempertanggung jawabkan perbuatannya karena sudah membunuh Lusi." Dengan nada yang lemah


" Tapi dia sudah membuat nona babak belur seperti ini, saya tidak akan memberi ampun " mengepalkan tangannya.


" Ini semua mauku, aku membuat kesepakatan dengan dia, sudahlah sekretaris Kim, interogasinya nanti aja bawa aku ke Rumah Sakit dulu rasanya tulang-tulangku pada remuk." Tersenyum tipis


" Maaf nona, saya akan segera membawa nona ke Rumah Sakit " sambil membopong tubuh Reyna masuk ke dalam mobil


***


" Kamu ini cewek apa preman sih?, Selalu aja berkelahi " Reyhan bertanya kesal


" Siapa yang berkelahi, lawong aku di gebukin " jawab santai


" Kok bisa?, Tumben kamu kalah "


" Bukan kalah bang, tapi sengaja nyuruh dia supaya melampiaskan amarahnya terhadapku." mencoba menjelaskan


" Serius?" Dengan mata terbelalak


" He'em " sambil mengangguk


" Tapi kenapa?, Siapa laki- laki itu?" Reyhan semakin penasaran


" Tapi sayang aku males buat jelasinnya " tersenyum


" Kamu harus jelasin sekarang juga, kalo enggak aku bakal ngasih tahu papah dan mamah." Ancam Reyhan


" Huh, selalu aja itu ancamannya, tanya sekretaris Kim aja dulu, kalo kurang jelas lain kali aku cerita tapi ga sekarang karena aku benar-benar capek ingin istirahat, oh ya bang, kasih tahu Vla ya kalo aku di sini, aku butuh teman." 


" Baiklah kalo itu kemauanmu, awas sampai nanti ga cerita, masalah Vla tadi aku dah chat dia, katanya habis pulang sekolah langsung ke sini."


Tok….tok ..tok…(suara pintu di ketuk)

__ADS_1


" Masuk " perintah Reyhan


Tampaklah sekretaris Kim memasuki ruangan, " Maaf mengganggu, nona saya sudah jebloskan Faiz ke penjara dan dia telah mengakui semua perbuatannya." Jelas sekretaris Kim


" Bagus, tidak sia-sia aku berkorban, tolong beri tahu keluarga Lusi jika orang yang membunuh Lusi sudah berada di balik jeruji besi." 


" Baik nona saya laksanakan, kalo begitu saya pamit." Menundukkan badan lalu pergi


" Jadi untuk ini kamu rela di gebuki sama tuh orang?" Sambil memegang pundak adiknya


" Ga juga, aku rela di gebuki sebagai bentuk penebus dosa atas apa yang menimpa kak Lukman."


" Maksudmu Lukman yang dulu pernah kamu tolak itu?" Sambil menatap tajam ke arah Reyna


" Tau ah " sambil menutup mukanya dengan selimut


" Rey, kamu jangan bikin abangmu ini penasaran dong." Sambil mencoba menarik selimut yang menutupi muka Reyna.


" Udah abang pergi sana, aku mau tidur "


" Yaudah deh abang pulang dulu nanti sore kesini lagi"


***


" Sore cantik, apa kabar?" Sapa ibunya Lusi


" Sini biar tante bantu duduk " sambil memegang pundak Reyna, " iya tadi nak Kim yang memberi tahu tante perihal nak Reyna dan pembunuh Lusi, tante ga habis pikir kalo nak Reyna rela berkorban hanya demi bisa memenjarakan pembunuh Lusi." Sambil menyeka butiran air yang keluar dari kelopak matanya.


" Tante ini ga sebanding dengan nyawa Lusi yang berharga " sambil menundukkan pandangannya.


" Udah, ga papa, tante udah ikhlas, sekarang biarkan tante menyayangi nak Reyna, boleh?" menatap lembut ke arah Reyna


" Tentu boleh, saya sangat senang, jujur walau orang tua saya masih hidup semua tapi aku merasa seperti yatim piatu, karena mereka hanya memikirkan karir mereka masing-masing, hanya bang Reyhan yang aku punya selama ini."


" Sekarang kamu jangan sedih ya, kan ada tante yang akan menyayangimu seperti tante menyayangi Lusi." Sambil mengelus pipi Reyna.


" Terima kasih tante " sambil memeluk erat 


" Haaaiiiii " Vla membuka pintu tiba-tiba, " eh ada tante Rita, sudah dari tadi ya?" Sambil mencium punggung tangan Rita.


" Enggak baru saja kok, yaudah tante pamit dulu, kan sekarang sudah ada nak Vla yang menemani."


" Loh, kok cepat sekali tante, tinggal lebih lama sedikit lah tante " bujuk Reyna

__ADS_1


" Maaf sayang, tante masih ada urusan, besok pagi tante janji akan kesini lagi." Sambil mengusap lengan Reyna


" Baiklah kalo begitu, hati-hati di jalan ya tante "


"Iya sayang " sambil mencium kening Reyna


" Bye " melambaikan tangan


Reyna terus memandangi Rita sampai wanita paruh baya itu menghilang di balik pintu.


" Huh, aku merasa seperti seorang pencuri, aku bunuh Lusi lalu aku mencuri hati ibunya." Menghembuskan napas dengan kasar


" Jangan bicara seperti itu, kamu di sini hanya sebagai korban dari ke egoisan seseorang, kalo mau menyalahkan seharusnya kamu menyalahkan si bandit Faiz itu." Dengan nada kesal.


" Faiz tidak bersalah, ini semua terjadi justru karena ke angkuhanku, kalo saja dulu aku menolak kak Lukman lebih sopan mungkin ini semua tidak akan terjadi, Lusi tidak akan pernah mati dengan cara seperti itu." Kepala Reyna tertunduk lemas


" Sudah, sudah, jangan lagi menyalahkan  diri sendiri, ini semua sudah takdir dari Yang Maha Kuasa, kita ambil hikmahnya saja." Vla memeluk tubuh sahabatnya dengan lembut.


***


Di kediaman keluarga Prakasa, Regen yang baru tiba di rumahnya nampak sangat berbahagia.


" Akhirnya aku kembali lagi di kamarku tercinta setelah sekian lama aku meninggalkannya." Sambil memutarkan tubuhnya.


" Mami bahagia, jika melihat Regen bahagia dan penuh semangat seperti ini." Sambil memandangi anaknya.


" Oh ya tadi Mami sudah daftarin aku ke SMA Rajawali kan?, Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok." Mendekati maminya


" Iya tadi mami sudah mendaftarkan, kamu akan masuk di kelas XI IPA 3, semoga hari-harimu akan selalu bahagia belajar di sana." Sambil mengusap lembut rambut Regen


" Tentu, aku bayanginnya aja udah merasa deg-degan, kayak apa ya suasana di sekolah itu." Sambil terus tersenyum.


" Yaudah sebaiknya kamu tidur sekarang, biar besok bisa bangun pagi."


" Iya benar juga, yaudah mami keluar dulu ya, Regen mau bersih-bersih baru tidur "


" Baiklah mami keluar." Mencium kening putranya.


" Selamat malam sayang " 


" Selamat malam juga mi."


Setelah maminya keluar dari kamar, Regen segera masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya selepas itu dia berbaring di atas ranjangnya.

__ADS_1


Malam ini adalah saksi pertama kalinya aku tidur di atas ranjangku dengan menggunakan jantung yang berbeda, dan besok pagi juga pertama kali aku akan memulai kehidupan baru sebagai seorang siswa.


Terima-kasih sudah membaca karya saya🙏


__ADS_2