
Mobil Hummer H2 yang di kendarai oleh Reyhan dan Reyna memasuki halaman SMA Rajawali. SMA Rajawali merupakan salah satu SMA elit yang berada di kota Jakarta, tidak sembarang orang bisa menjadi siswa di SMA tersebut, hanya siswa yang memiliki kepintaran atau kekayaan di atas rata-rata baru bisa memasukinya. Bagi remaja yang mempunyai otak dan kekayaan nanggung tidak akan bisa menjadi salah satu murid di sana. Reyhan dan Reyna merupakan siswa siswi terbaik yang di miliki SMA Rajawali, Reyna yang pintar dalam bidang akademik sedangkan Reyhan selalu menyumbangkan medali emas di bidang olah raga khususnya cabang basket.
Maka tidak heran jika saudara kembar tapi beda gender itu populer disekolahnya, bahkan mereka mempunyai fans tersendiri, terutama Reyhan.
Hampir setiap hari dia mendapat kado dari siswi-siswi di sana bahkan banyak yang sudah mengungkapkan perasaannya tapi tidak ada satupun yang di terima oleh Reyhan, entah siswinya yang bukan tipe Reyhan atau Reyhannya yang lebih suka menjomblo, entahlah.
Beda dengan Reyhan, Reyna justru di takuti oleh kaum Adam selain pintar dalam semua mata pelajaran Reyna juga jago dalam karate, bahkan dia sudah sabuk coklat. Selain itu Reyna lebih di kenal sebagai siswi yang jahil dan sedikit badung.
Reyhan dan Reyna keluar dari mobil langsung di sambut oleh fansnya Reyhan yang kebanyakan siswi kelas X, siswi-siswi itu langsung meneriaki Reyhan dan mendekatinya begitu Reyhan nampak turun dari mobil, Reyna yang melihat abangnya di kerumuni cewek hanya bisa tersenyum tipis sambil berlalu pergi meninggalkannya.
Di kejauhan nampak seorang wanita berjalan ke arah Reyna.
" Reyna aku punya berita buruk buat kamu" bisik Vla dengan raut muka serius
Vla adalah sahabat Reyna yang berwajah imut bak boneka barbie dia juga salah satu penggemar berat Reyhan.
Reyna mendengar bisikan dari sahabatnya itu mengeryitkan dahinya.
" Berita buruk apaan? sok serius deh " menanggapi dengan santai.
" Kamu ingat gak sama siswi kelas X yang tertabrak bis tepat depan gerbang sekolah kita kemaren siang?" Vla memulai ceritanya.
Sejenak Reyna mencoba mengingat
" Oh ya…..aku ingat, kenapa memang?" tanya Reyna penasaran
" Dia kabarnya meninggal dunia lo, tadi pagi sekitar jam setengah enam" jelas Vla
Reyna mendengar cerita sahabatnya itu langsung syok dan terdiam, di dalam diamnya itu kepingan-kepingan peristiwa yang terjadi kemarin siang terbayang lagi di otaknya, seperti layaknya kaset video yang memutar sebuah film.
Reyna yang sedang mengobrol dengan ketiga sahabatnya yaitu Vla, Miko, dan Gio tiba-tiba kedatangan seorang wanita yang kalau di perhatikan wajahnya seperti artis Marshanda di kala masih remaja, dengan sedikit malu-malu wanita itu mendekati Reyna.
" Kak kenalkan nama saya Lusi " seraya mengulurkan tangan
Reyna melihat Lusi dengan tatapan yang penuh tanda tanya, siapa gadis ini? Mungkin itu yang di pikirkan olehnya.
" Kamu siapa? Ada apa datang kemari?" Tanya Reyna penuh curiga
" Maaf kak kalo boleh, saya mau minta bantuan kak Reyna." Mencoba menjelaskan maksud kedatangannya.
" Minta bantuan apa?" Tanya Reyna lagi
" Saya mau nitip kado ini buat kak Reyhan, karena saya ga berani buat memberikannya langsung "
__ADS_1
Nih anak kelihatannya penurut, aku kerjain sedikit boleh kali ya. Batin Reyna
" Oke aku akan bantu kamu buat kasih ini kado ke Reyhan, tapi ga gratis " tersenyum menyeringai
" Maksud kakak, kakak mau saya beri uang? "
" Oh..no...no..no, aku tidak butuh uang darimu, yang aku inginkan kamu beli gado-gado di depan sekolahan " jelas Reyna
" Tapi kak, bukannya kita di larang keluar sekolah selama belum ada bel pulang "
" Ya itu pintar-pintarnya kamu lah mencari alasan ke security, kalo kamu ga mau aku ga maksa, tapi jangan harap kado ini bakal sampe ke tangan Reyhan." Tertawa dengan penuh kemenangan.
Pasti ni anak bakal menyerah dan pergi dari sini
" Baik kak, aku terima syarat dari kakak." Berbicara penuh semangat
Busyet dah ni bocah, ga mau menyerah
" Yaudah sana keluar, aku tunggu di sini" sambil memberi isyarat menggunakan tangannya agar wanita di hadapannya segera keluar.
" Wah parah kamu Rey, kasihan anak orang kamu kerjain kayak gitu " tutur Gio
" Lawong dia yang mau, aku kan ga maksa, wek " sambil menjulurkan lidah
" Ciyeeee, lagi cemburu ya? " Goda Miko
" Apaan sih, GaJe deh " sahut Vla
Tiba-tiba terlihat siswa dan siswi di luar kelas, nampak berlarian ke satu tujuan. Reyna yang penasaran lalu ke luar kelas untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Di hadangnya satu siswa yang sedang berlari dengan kedua tangannya.
" Ada apa sih? Kenapa kalian berlarian? " Tanya Reyna
" Katanya ada salah satu siswi kelas X tertabrak bis di depan gerbang sekolah " jelas siswa itu
Duuuaaarrrrr……. Seperti di sambar petir telinga Reyna mendengar penjelasan dari siswa yang berada di hadapannya ini, Reyna langsung teringat akan Lusi gadis imut yang di suruhnya untuk membeli gado-gado di depan sekolah.
Tanpa berpikir panjang lagi Reyna berlari menuju tempat kejadian, begitu sampai di sana Reyna nampak lemas melihat korban yang tertabrak.
" Lusi, maafin aku " batin Reyna
" Woi, kenapa kamu jadi bengong sih? " Tanya Vla sambil menepuk pundak Reyna
Reyna yang di tepuk pundaknya nampak kaget, dan tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
" Ah, kamu nih ngagetin aja, aku tadi sempat flashback sebelum Lusi tertabrak, apa ini sepenuhnya kesalahanku? " Tanya Reyna sedikit frustasi
Reyhan tiba-tiba muncul dari belakang
" Ada apa kok masih di sini,bukannya masuk ke dalam kelas? " Tanya Reyhan
" Ah, iya ini juga mau ke kelas " jawab Vla gugup
" Ada apa sih ini? Kok kelihatan tegang? " Tanya Reyhan cemas
" Lusi meninggal bang " jawab Reyna singkat
" Maksudnya Lusi yang kemaren tertabrak bis depan sekolah kita? " Mencoba memastikan
" Iya bang, padahal sebelum kejadian itu aku sempat nyuruh dia buat beli gado-gado di depan sekolah,menurut abang apa ini sepenuhnya kesalahan aku? "
" Udah ga usah di pikirkan, yang jelas itu sudah kehendak Yang Maha Kuasa, lebih baik kita masuk dulu ke kelas setelah itu kita ke rumahnya untuk melayat."
" Benar juga, yaudah kita masuk ke kelas dulu yuk " sambil menarik tangan Vla agar mengikuti langkahnya
Ini bukan sepenuhnya kesalahanku, salah sendiri udah gede ga bisa menyeberang. Batin Reyna mencoba menghibur dirinya sendiri.
Di lain tempat, nampak wanita paruh baya terus menangis di depan jenazah putrinya, kemudian datang sang suami untuk menenangkannya.
" Sayang sudahlah jangan terus menangisi jenazah putri kita, ikhlaskan kepergiannya agar dia bisa tenang di sana, lebih baik kamu sekarang keluar sebentar ada ibu dari anak yang akan mendapatkan donor jantung dari putri kita." Jelas suaminya
" Baiklah akan aku temui ibu-ibu itu sekarang " sambil menyeka air mata dengan punggung tangannya
" Maaf apa anda ibu dari pasien yang akan mendapatkan donor jantung dari anak saya? " Tanya wanita paruh baya itu
" Ya benar, kenalkan nama saya Mia ibu dari pasien bernama Regen yang akan menerima donor jantung dari putri ibu."
" Oh ya,kalau saya Rita ibu dari seorang putri yang menginginkan jantungnya tetap berdetak walau jasadnya sudah meninggal, saya berharap anak ibu bisa menjaga baik-baik jantung putri saya, agar dia bisa merasakan kedamaian di sana."
" Iya ibu Rita tidak usah khawatir, anak saya akan menjaga jantung putri anda dengan baik, sebelumnya saya ucapkan terima-kasih yang sebesa-besarnya atas kebaikan ibu, yang rela mendonorkan jantung putri ibu untuk anak saya."
Lalu kedua perempuan itu saling berpelukan.
Terima-kasih sudah membaca karya saya
Sampai jumpa di episode selanjutnya🤗
__ADS_1