Jantungku Bukan Milikku

Jantungku Bukan Milikku
Menangkap Pencuri


__ADS_3

Beberapa jam setelah operasi transplantasi jantung. Regen merasakan perubahan di dalam tubuhnya, dia merasa begitu bersemangat dengan jantung barunya.


" Lihat aku mami, tubuh ku terasa fres dengan jantung baruku mungkin inilah yang di namakan kehidupan kedua " berupaya duduk dengan posisi tegak


" Kamu nih kenapa sih, jangan banyak gerak, dokter bilang kamu masih harus bed rest selama kurang lebih dua atau tiga bulan " berdiri di belakang Regen sambil memegangi pundaknya.


" Udahlah mi, ga perlu membantu aku, aku udah bisa duduk sendiri kok " meraih tangan maminya dan mendudukkan wanita yang melahirkannya itu di depannya, sambil menatap penuh kehangatan, "Mami mulai saat ini tidak perlu yang namanya membantu semua pergerakanku, aku bukan Regen yang dulu, lemah dan tak berdaya."


 


Ucapan putranya menusuk sanubari wanita paruh baya itu, hingga butiran-butiran air lolos dari pelupuk matanya. " Nak, apa sekarang mami sudah tidak ada lagi gunanya?" Bertanya dengan mata yang sendu.


Tangan Regen mengusap lembut pipi tirus maminya, " Mami jangan bilang begitu, mami adalah orang yang paling berjasa dan berarti di kehidupan Regen, untuk saat ini biarlah Regen yang akan membahagiakan mami" terukir senyuman termanis dari Regen untuk maminya.


Tok..tok..tok .


Terdengar suara pintu di ketuk tiga kali, nampaklah perawat membawa nampan berisi makanan dan beberapa obat untuk di minum Regen.


" Silahkan dinikmati hidangannya mas Regen dan semoga lekas sembuh." Sapa perawat dengan ramah


" Terima-kasih, oh ya suster kira-kira kapan ya saya bisa pulang?" 


" Aduh, kalo masalah itu silahkan mas Regen tanya sama dokter langsung, karena saya tidak berwenang untuk menjawab pertanyaannya, saya permisi dulu "


suster pun kembali keluar.


" Huh, sampai kapan aku harus di atas ranjang seperti ini " mengacak- ngacak rambutnya dengan kasar. " Mami, bantu aku duduk di kursi roda itu dong, aku mau menghirup udara luar "


Mami Regen mengambil kursi roda yang tak jauh dari jangkauannya dan membantu Regen mendudukinya.


" Mami antar kamu jalan-jalan ke taman yang di samping ya?" 


Sambil terus mendorongnya.


" Iya boleh, mami besok pokoknya aku mau pulang kalo ga aku bakal kabur dari sini." dengan muka cemberut

__ADS_1


Memberhentikan dorongannya, " Tapi kamu belum pulih betul Regen, kamu sabar dulu dong." mencoba membujuk putranya agar berubah pikiran.


" Aku kan bisa rawat jalan mi, aku udah benar- benar bosan hidup di rumah sakit ini."


Ayo dong mi bilang iya aja, aku dah benar-benar ingin mencoba hidup bebas sekarang.


" Mami rundingkan dulu sama papi kamu ya?."


" Kelamaan, papi kan masih di singapore " terus merengek seperti hal nya anak kecil yang menginginkan sesuatu.


" Yaudah nanti mami izin ke dokter yang menangani kamu, gimana udah puas sekarang kan?" Mengelus pundak anak semata wayangnya.


" Jangan bohong ya mi " mencoba memastikan


" Iya ga akan "


 melanjutkan mendorong menuju taman.


 ***


Duh, mau sampai kapan aku terjebak kemacetan, coba aja tadi habis dari kantor papah langsung pulang sesuai dengan intruksi dari bang Reyhan pasti aku lagi bobo cantik di rumah, ga bakalan panas-panasan kayak gini. Keluh Reyna


Tiba-tiba ada yang menyenggol lengan Reyna, " woy, minta maaf dong, main lari aja " bentak Reyna


" Mbak- mbak tadi pencuri yang lewat sini lari kemana ya?" Tanya salah seorang laki laki berbadan kurus keluar dari arah belakang dengan beberapa orang lainnya.


" Oh jadi laki-laki yang barusan menyenggol aku tuh pencuri?, Awas aja tuh orang." gurat-gurat kemarahan sudah tergambar jelas di wajah Reyna serta mata merah yang tajam,  jika di gambarkan tubuh Reyna kini sedang di penuhi oleh kobaran api yang membara. Tanpa pikir panjang dia beranjak dari motornya dan ikut mengejar pencuri, bukan Reyna namanya jika tidak bisa mengejar pencuri.


" Hey, copet mau lari kemana lagi?, Aku akan buat kamu membayar mahal karena udah menyenggol aku." Dengan senyuman menyeringai


" Sialan, memang kamu bisa apa, anak bau kencur? Ha..ha…"


" Oke ayo kita buktikan siapa yang paling jago " Reyna memasang kuda-kuda. Pencuri itu berlari ke arah Reyna dan mencoba memukul, tapi Reyna dengan tenangnya bisa menangkis dan mencengkeram tangan pencuri lalu di tariknya sehingga tubuh pencuri itu sedikit condong ke arahnya, itu kesempatan bagi Reyna untuk menendangnya dengan sekuat tenaga, tubuh pencuri itu pun terhempas dan tersungkur di tanah.


" Buahhaa..ha.ha...kayak gitu aja udah keok, padahal aku belum keluar keringat sama sekali, ayo maju lagi, aku belum puas mainnya." 

__ADS_1


Gila nih cewek kuat juga ternyata, bisa mati nih kalo terus melawan, mending lari aja deh.


" Kurang ajar, mau lari kemana hey! " Mengejar dan melemparkan helmya ke arah punggung pencuri.


GEDEBUK ……


" Syukurin emang enak jatuh, makanya jangan kabur, mending menyerah aja deh, kamu ga bakalan bisa lari dari kejaran Reyna." Tersenyum dengan senyuman tengilnya.


" Iya mbak aku menyerah " dengan telapak tangan di rapatkan di atas kepala seperti orang yang sedang menyembah.


Dari arah belakang datanglah beberapa orang, " mbak hebat sekali bisa menaklukan pencuri ini " masih dengan napas yang ngos-ngosan.


" Ah biasa aja kok pak, sebaiknya bapak- bapak segera tangkap orang ini dan bawa ke polisi setempat, saya pamit dulu."


" Iya mbak terima kasih banyak "


Berjalan menuju motornya dengan hati yang riang, " Udah lama ga nonjok orang sekalinya nonjok seru banget." Dengan senyuman yang terus mengembang, tiba-tiba dia teringat sesuatu.


" Celaka, motor ku tadi kan dalam keadaan masih menyala, busyet dah bisa di ambil orang nanti, aku harus lari buat memastikan."


Di tempat Reyna meninggalkan motornya. " Mana motor ku?, Yah ilang deh, mana baru di modif lagi."


Aaaarrrrgggghhhh……,sial banget.


Mengambil handphone di saku bajunya dan menelepon Reyhan.


" Bang cepat susul aku di jalan Semanggi ga pakek lama titik."


" Busyet main perintah aja, memangnya kamu kenapa?, bukannya bawa motor ya?" Tanya Reyhan bingung


" Ga usah banyak pertanyaan deh bang, cepetan kesini, awas kalo lama." Berbicara ketus


" Baiklah abang jemput "


Reyna segera mematikan sambungan teleponnya tapi  bibirnya terus saja mengomel, menggerutu dengan apa yang barusan dia alami.

__ADS_1


__ADS_2