
Sore itu terasa begitu indah seolah langitpun mendadak berwarna pink dimata Amanda karna hatinya tengah berbunga-bunga setelah mengungkapkan kegelisahan hatinya dan mendapat jawaban dan perlakuan romantis dari lelaki tampan yang dua hari ini tak pernah lepas dari pikirannya.
"Ternyata cinta itu tak kenal waktu "
"Beib... Kenapa ?..Kok bengong ? " Tanya patrick dan perlahan melepas pelukannya.
"aku gak nyangka aja...
"kenapa tiba-tiba aku ngomong kayak gitu ?.. kesan nya aku tuh agresif banget.." Amanda seolah baru menyadari apa yang baru saja terjadi.
Patrick tersenyum dan menaruh kedua tangannya pada bahu Amanda seraya menatap tajam kedua bola mata lentik gadis cantik dihadapannya.
" Terimakasih..Kamu sudah ungkapin apa yang ingin aku ungkapkan sedari tadi.."
Sekalipun kamu tidak memulai mengatakan isi hatimu ,Aku yang akan terus mencecar hari-hari mu dengan ungkapan cinta..."
Ucapan patrick itu begitu memabuk kan bagi Amanda, seolah mengikis perasaan malu dan keresahan dihatinya.
"Apa jatuh Cinta itu seindah ini... ?
Hati ini begitu tenang dan damai...
Cowo rese ini udah bikin aku nyaman ...
"Aku juga nyaman sama kamu ..."Bisik patrick ditelinga amanda seolah dia tau isi pikirannya.
Amanda kembali memeluk patrick dan menaruh wajah nya pada bahu kekar lelaki tampan itu.
"Aku lapar nih ..Kita cari makan yuk.." Ajak Partick dengan senyum menggoda.
__ADS_1
"Haishh.. Kamu tuh ngerusak momment.."Ketus Amanda.
"Hahahahaha...Jangan terlalu romantis , nanti kamu kesusahan sendiri karna gak bisa jauh dari aku....."goda patrick.
"Dasar cowo rese... level PeDe nya makin meroket aja....."Kesal Amanda.
"Tapi suka kan ?...."Kekeh Patrick.
"Ayo kita makan di Caffe kemarin.. "ajak patrick seraya menarik paksa tangan amanda.
"aku salin baju dulu... masa kayak gini sih..."Tolak amanda.
"gak usah Beib...Aku suka kamu dalam keadaan apapun..." ucap patrick sambil telunjuknya mencolek gemas hidung amanda.
"Dasar cowo rese pemaksa..."
" Aku pamit dulu sama Kaka yah..."Pinta amanda.
"Hah.. Maksud kamu apa..?" tanya Amanda dengan Mode Heran nya.
"Kaka mu itu daritadi nguntit kita dibalik jendela..." Bisik patrcik yang sedari awal sudah menyadari kelakuan Bryan.
"HaH...?
Amanda kaget dan mengalihkan pandangan nya kearah jendela rumahnya.
"Berarti Kaka liat semua dong.....
Dia juga liat waktu aku ciuman.....
__ADS_1
Arrrgghhh...Aku Malu...
Dasar Wolf rese..Kenapa gak ngasih tau sih
"Jadi.. kamu tau kalo kita dikuntit kaka ?
Kenapa kamu gak ngomong sama aku.."Cecar Amanda.
"Biar kaka kamu tau Kalo aku serius jadiin kamu pacar aku.."Kekeh Patrick.
"Rese... dasar Wolf rese...
Aku malu tauuu.. Tadi kita kan..."ekspresi Amanda mendadak ambigu.
"Ciuman.....?Patrick terkekeh.
"Biarin aja kaka kamu liat.. Palingan ngiri..."Ucap patrick santai tanpa beban.
"Kamprett tuh Cunguk..daritadi dia sengaja ngerjain gua.." Batin bryan kesal karna merasa di ejek patrick.
"Emang dasar Kaka ipar penguntit ..Kepo nya level dewa..."Bisik Patrick.
"Udah gak usah dipikirin !
ayo kita ke caffe dulu ...cacing diperut aku udah mulai demo nih...."
Amanda hanya menganggukan Kepala dan berjalan disamping kiri patrick dengan sedikit melirik ke arah jendela rumahnya.
Sepasang kekasih yang baru meresmikan status Pacaran nya itupun berlalu pergi menunggangi si kuda besi meninggalkan sang penguntit yang tengah meracau kesal dibalik jendela.
__ADS_1
"Gile bener ..Gua gak nyangka si Manda seagresif itu..."Batin Bryan.