
Patrick masih tertidur pulas karena tubuh yang masih dalam masa penyembuhan itu kelelahan setelah semua aktivitas nya bersama amanda.
"Ternyata masih tidur...pantes aja dipanggil gak jawab....
"Kalo lagi tidur gini , muka nya keliatan imut banget....
Amanda menatap lekat wajah patrick sambil mengelus rambut patrick dengan lembut.
" Cuma waktu tidur kamu gak rese...
Amanda tersenyum melihat tubuh bagian atas patrick yang polos.
" Kamu sekseh banget sih wolf...
Amanda semakin tenggelam akan pemandangan dihadapannya , tertegun menikmati hiburan yang memanjakan kedua matanya.
"Udah puas liatin nya ....? Patrick tersenyum tipis.
"Ehh..kamu kapan bangun...? " amanda mendak gugup.
" daritadi..semenjak kamu masuk kamar, aku udah bangun ko....." patrick terkekeh.
" ihh..Reseee..ngeselin....." gerutu amanda.
"aku suka kok diperhatiin sama kamu...." ucap Patrick seraya menarik tangan amanda dan membaringkan tubuh gadis itu disampingnya.
"ehh jangan macem-macem kamu wolf...." amanda membulatkan matanya sambil memukul bahu patrick.
" tenang dong...aku cuma pengen dipeluk sama kamu kok......"Patrick menaruh tangan amanda melingkar dipinggangnya.
" apa sih ? mending kamu pergi mandi sana..!" gerutu amanda.
" Nanti kalo kamu sudah jadi istri ku...jangan lupa yah peluk aku tiap pagi...!! patrick menatap mata amanda penuh arti.
" isss...PeDe banget...." amanda beranjak bangun berusaha menghindari Patrik yang mulai meresahkan jantungnya.
" ya iyalah...Bukti nya kamu berani dateng sendiri ke kamar ku.. "patrick terkekeh sambil menahan tubuh Amanda yang beringsut.
" Aku tuh cuma khawatir sama kondisi kamu..aku takut kamu sakit lagi maka nya aku langsung kesini....."
"akhirnya ada yang perhatian sama aku...."Ejek patrick sambil mengacak-acak gemas rambut amanda.
Drtt..Drrrtt...Drrrtt....
ponsel patrick bergetar.
Patrick meraih ponsel diatas nakas disamping ranjangnya.
. GARENG.
memanggil......
"tumben nih curut......" patrick menekan tombol hijau.
Hallo....
..Lu buruan kesini..gua di George Hospital.
Ngapain Lu disitu ..?
" Bagas nyuk...Bagas di bantai orang....
tuttt....tut...tutttt....
Patrick mematikan ponselnya sepihak dan bergegas turun dari ranjang lantas mengambil sebuah T'shirt.
" Ada apa.....? "Amanda merasa heran melihat Patrick yang tergesa-gesa.
Patrick menarik tangan amanda membawa nya menuju motor digarasi tanpa menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
Pria tampan itu mendadak memperlihatkan wajah murka dan mengemudikan kuda besi nya begitu kencang membuat amanda ketakutan dan hanya bisa duduk diam mempererat pelukannya.
" Ada apa ? Kenapa patrick keliatan marah banget...?"batin amanda.
" Ciiittt....
Kuda besi berhenti didepan sebuah rumah sakit besar.
" Hah ? Kenapa kerumahsakit ? siapa yang sakit.....? amanda penasaran.
Patrick menarik tangan Amanda agak kasar dan berjalan cepat tanpa sepatah katapun.
ceklekkkkk.
Patrick membuka pintu ruangan.
Patric menatap ke arah Bagas yang tengah terbaring dengan perban dikepala dan selang infus serta perban panjang ditangannya.
Amanda pun membulatkan matanya terkejut melihat sahabat Patrick terbaring tak berdaya disamping Sheilla yang terisak sedih.
"Ka bagas..?"Gumam Amanda.
Amanda bergegas menghampiri sheilla dan memeluk gadis yang tengah menangis itu sambil berusaha menenangkannya.
" Siapa pelaku nya ? " Patrick menatap tajam ke arah Garry yang masih duduk disofa.
" Udah gua kirim ke penjara..... " garry menjawab dengan wajah pucat melihat ekspresi murka patrick.
"Keluarin dia sekarang juga..!
Cabut laporannya dan bawa ke markas..! "Pekik Patrick dengan Sorot mata tajam dan raut wajah yang memerah siap meledakan amarahnya.
" Hemm..... " Garry hanya berdehem dan segera meraih ponselnya menghubungi seseorang.
" Kenapa pelaku nya malah mau dilepasin....?"batin amanda keheranan.
" Gua bakal bikin perhitungan ....." ucap patrick pelan namun masih terdengar oleh amanda dan sheilla.
"Maksud nya apa ? apa patrick mau ngehajar pelaku nya..? batin amanda.
tap...tap...tap....
suara langkah sepatu terdengar nyaring.
"Gimana kondisi nya bro....? Samuel yang baru tiba bertanya dengan suara keras pada garry.
" udah stabil bro..cuma masih belum sadar......" jawab garry lemas.
Samuel hendak menghampiri bagas , namun mengurungkan nya karena melihat patrick yang tengah berdiri tegak dengan wajah murka dan mengepalkan tangan.
" waduh...gawat......"gumam samuel sambil melirik ka arah garry.
" iya... susah ng'Rem nya kalo udah kayak gitu....." garry seakan frustasi melihat ekspresi murka Patrick.
Garry berdiri dan segera menghampiri patrick lantas berbisik pelan ditelinganya.
" udah ada dimarkas bro....." ucap garry.
" Lu di sini aja..jagain bagas...!" patrick membalikan tubuhnya dan berjalan cepat.
" jangan sendiri...biar gua temenin...." garry mengikuti langkah patrick.
" Mau kemana ? kok gua ditinggal ? " batin amanda.
Amanda pun bergegas mengejar Patrick dan Garry dengan terhuyung sambil menyapa Samuel.
" ka Sam disini yah..! "Pekik Amanda cepat.
Samuel hanya menganggukan kepala menatap bingung kearah amanda.
__ADS_1
" tunggu ka..aku ikut...." amandapun masuk kedalam mobil yang akan dikemudikan garry.
Setengah jam perjalanan mereka tiba disebuah Mansion besar yang dikelilingi banyak penjaga.
Patrick langsung berhambur berlarian masuk kedalam mansion itu meninggalkan garry dan amanda.
" aduhhh...gawat.... "Pekik Garry segera berjalan cepat mengejar patrick dan di ikuti amanda.
"HAHHH....
Amanda terbelalak kaget dengan kedua mata yang membulat sempurna melihat Patrick yang sedang menyeret kepala seorang lelaki yang sudah berlumuran darah.
Untuk pertama kali nya Amanda melihat raut wajah garang dan kelakuan kasar pacar kesayangannya itu yangvmembuat tubuhnya seketika mematung menyaksikan Patrick yang memukuli lelaki itu dengan brutal.
" Udah brooo...udah ....!!! garry menarik badan patrick
Patrick malah semakin brutal memukul dan menginjak kepala lelaki yang sudah tak berdaya itu.
" Udah bro....dia bisa Mati.."Garry mendorong dan menghempaskan tubuh patrick hingga punggungnya menempel ketembok.
" Gua bakal ngabisin siapa aja yang berani nyakitin bagas..."wajah patrick makin memerah dengan napas memburu.
" tapi gak gini juga bro..yang ada malah jadi nambah masalah.... " garry mencoba menenangkan patrick.
" gua gak rela bagas dibikin babak belur...orang ini harus mati....." teriak patrick.
" cukup...udah cukup biar gua yang urus...."garry menahan tubuh patrick yang masih saja berontak.
" gua tau lu gak terima...tapi lu juga harus bisa jaga emosi....lu liat muka cewe lu udah pucet..." garry memegang kepala patrick dan memiringkannya ke arah amanda.
Patrick mendadak panik dan berusaha meredam amarahnya karna melihat ekspresi amanda yang terlihat begitu shock.
" oh god... kenapa gua gak sadar kalo amanda ada disini...shitttt..." batin patrick.
Patrick melangkah gontai menghampiri amanda dengan gugup dan langsung memeluk tubuh amanda yang mematung.
" Maaff....
" Maaf ..aku udah bikin kamu ketakutan..
Patrick membawa amanda keluar mansion menuju taman dengan merangkul pinggang nya namun amanda masih membisu tak sedikitpun bergeming.
" Maafin aku..! aku khilaf....
aku gak bisa tahan emosi ku...
"Patrick meraup pipi amanda dengan kedua telapak tangannya.
" a a aku Takut...."Amanda terbata seakan kesulitan berbicara.
"Maaf..." lirih patrick dan kembali memeluk amanda.
" Bagas itu pernah nyelamatin nyawa aku..
jadi aku gak rela kalo ada yang nyakitin bagas...." bisik patrick.
Amanda hanya terdiam dan berusaha mencerna ucapan patrick.
" jadi pacarku ini punya hutang budi sama ka bagas ? pantas saja dia semarah itu..tapi aku takut..." batin amanda.
" Tolong maafin aku " patrick mempererat pelukan nya.
" aku takut wolf...kamu bener-bener kaya srigala yang ganas....."kedua mata amanda mulai berembun.
patrick hanya bisa terdiam dan merasakan bahunya yang basah karna airmata amanda.
" Mending lu anter pulang aja......" teriak garry dari kejauhan.
Patrick pun berusaha membujuk dan menenangkan Amanda hingga akhirnya berhasil membawanya pulang meskipun Amanda masih saja menangis ketakutan.
__ADS_1