
Suasana hati Amanda semakin buruk dan terlihat uring-uringan meracau dan menggerutu memarahi Patrick yang sudah terduduk pasrah disoffa ruang tamu bersama Bryan.
"Kamu kenapa sih De ?"Tanya Bryan penasaran.
"tau tuh dari tadi ngedumel aja.."Ejek Patrick
"Lu juga kenapa bisa pake seragam pegawai nya si Sam...? "Bryan makin penasaran.
"kelakuan ade lu....."ketus patrick.
"heh..? Maksudnya ?
"DIAM...!! Teriak Amanda sengit.
Sontak Patrick dan Bryan terbungkam melihat Amanda membulatkan matanya sempurna dengan ekspresi wajah yang siap menerkam mangsanya.
"aku enggak suka kamu tebar pesona didepan cewe lain..!
"Haiish.."Patrick hanya berdesis malas.
"Sekarang Jelasin..! Siapa cewe genit yang udah berani cium pipi kamu itu...? "Pekik Amanda sinis sambil bersidekap dada dengan sorot mata mengintimidasi.
" O...." Patrick hanya ber O ria menyadari Amanda yang sedang cemburu.
"Jawab....!!! teriak Amanda seraya mendekatkan wajah nya menatap tajam.
"Hufft...Kimberly mantan nya Samuel....
Patrick berusaha tetap tenang sambil menyandarkan punggungnya pada Soffa.
"Kimberly...? "Lirih bryan.
"Heh..? jangan bohong..! "Ketus Amanda semakin sengit.
"Serius Beib...
Cewe itu emang mantannya si Semar..Tapi..?
"kalimat patrick menggantung.
"Tapi Apa...?
"Si Semar cuma di jadiin alat..Huuhfh..
"Maksudnya...? "Amanda dan Bryan semakin penasaran.
"Cewe itu ng'fans sama aku Beib...
dia terpaksa jadian sama si semar supaya bisa deketin aku.."Patrick berusaha jujur meskipun khawatir dengan reaksi amanda.
" Ciiihh..." Bryan berdecih jijik.
__ADS_1
Amanda mendekatkan wajahnya menatap intens kedua mata Patrick berusaha mencari kebohongan diantara kedua bola mata itu namun pengakuan pacarnya itu terlihat jujur dan tak meragukan.
"Dasar Ulet keket genit...kalo ketemu lagi ,aku bakal bikin perhitungan sama dia"
"Heh...Ada apa ini ?
kalian kok keliatan serius amat ?
apa kamu sakit sayang ? kok mukamu pucet ?
Mama Shanty yang baru tiba langsung mencecar dengan banyak pertanyaan.
"Biasa tante ...tuan putri lagi cemburu.."Ejek Patrick.
"Bugh...."Sebuah bantal kecil yang berjajar disoffa kini mendarat mulus diwajah Patrick.
"Wahhh...KDRT..."Ejek Byan tertawa renyah.
"kok kamu kasar banget sih sayang...?
Mama gak suka yah...!!! "Tegur Mama sambil mengacungkan telunjuk tangannya.
"Dia nya ngeselin Mah...."ketus amanda.
"Udahlah..sekarang kamu siap-siap aja sana ! udah siang loh..sebentar lagi kamu kan mau liat hasil kelulusan dikampus...!
" Hah..? aku lupa Mah...
gara-gara kamuuuu...."Amanda kembali melempar satu bantal ke arah Patrick sambil bergegas menuju kamarnya.
"Sabar yak Nak !! Manda memang manja..itulah sebabnya Mama minta kalian bertunangan dulu.."
"Gak apa-apa tante saya faham Kok..lagian kita juga masih butuh waktu buat saling mengenal lebih dalam..."Patrick hanya tersenyum tipis berusaha menutupi kekecewaannya yang belum bisa menghalalkan Amanda.
"Gua yakin lu lagi bohong.."Ejek Bryan
"maksud kamu apa Bry..? "Tanya Mama.
" hahahaha...aku yakin Mah Begajulan ini udah kebelet pengen nikah tapi rencana nya gagal karena keputusan Mama..."Ungkap Bryan sambil tertawa lepas mengejek Patrick.
" Haishh..."Patrick mendadak garuk-garuk kepala merasa kepalanya sedikit gatal mendengar ejekan Bryan.
"Mama juga tau Ko....hehehe..
" Sialan ....gua diserang ipar sama mertua...."batin patrick.
tap..tap..tapp..
Suara langkah Amanda mengusik tawa Mama dan Bryan.
"ehh..udah siap sayang..? ujar Mama.
__ADS_1
" Hemm..."Amanda hanya berdehem.
"Gak sopan..."Bryan mentoyor pelan kepala Amanda.
Patrick tersenyum tipis melirik Amanda yang masih cemberut dan terlihat kesal.
" Ya udah..kamu anter Manda kekampus ya nak ! "Mama menepuk pelan bahu Patrick.
" Wait...! kamu pakai ini.. ! "Amanda menyerahkan sebuah paper bag pada Patrick.
"Heh ? "Patrick berdecak kaget setelah mengeluarkan isi papper bag ditangannya.
"Jas Hujan...? "Mama dan Bryan pun keheranan.
"kamu pake itu...cepet ! "ketus Amanda.
mulut Mama menganga menyaksikan tingkah Manda yang menyuruh Patrick memakai jas hujan sementara cuaca hari ini sangat panas dan tak ada tanda-tanda turun hujan.
"Hehehe..."Bryan terkekeh melihat ekspresi Patrick yang sedang frustasi.
"Biar aku pinjem baju nya Bryan aja yah..
masa panas-panas begini pake jas hujan..." keluh Patrick.
" NO..! "ketus Amanda.
" Beiiibbb....? "patrick memelas.
" NO NO AND NO....! Amanda semakin ketus.
"Ayolah Beib..! Masa kamu tega liat calon tunangan mu ini disebut gila gara-gara pake jas hujan dimusim panas..."Patrick semakin memelas sempurna.
"itu hukuman buat kamu karena udah tebar pesona sama cewe lain..."
"..Dan ini hukuman karena kamu udah biarin pipi kamu di cium sama ulet keket genit itu..."
Amanda menyerahkan sebuah Helm Full Face pada Patrick.
"What....? "Patrick makin frustasi.
"Buruan pake semua nya...! "Pekik amanda.
" Huuffh.. "Patrick hanya bisa menghela napas panjang sambil mengusap wajahnya lantas mengenakan jas hujan itu dihadapan Amanda.
"Helm nya juga pake...!!! Pekik amanda.
Patrick kembali menghela napas frustasi dan mulai memasukan Helm itu keatas kepalanya.
" ternyata kamu bener-bener menakutkan kalo lagi cemburu beib....."batin patrick.
" Ayo...! "Amanda menarik kasar tangan Patrick dan berjalan cepat keluar rumah.
__ADS_1
HAHAHA....
Bryan dan Mama nya tertawa lepas menyaksikan kepergian mereka yang terburu-buru dengan keadaan Patrick yang sudah seperti tukang ojek linglung yang memakai Helm dan jas hujan di musim panas