Kadarsih ( Pelet Pengasihan Lintrik )

Kadarsih ( Pelet Pengasihan Lintrik )
Promosi


__ADS_3

Judul : Cius, Aku Bukan Ustadzah


Bab 1 :


Bremm ... Bremm ... Bremm


Motor mereka sudah siap digaris star, dan seorang gadis cantik yang seksi berdiri tepat di tengah-tengah dengan memegang bendera bersiap untuk menghitung.


Satu ...


Dua ...


Tiga ...


"Gooooo!" teriaknya sambil melemparkan bendera, disusul oleh motor-motor melaju dengan sangat kencang.


Sorai penonton sangat riuh, heboh dan menggema hingga membuat ramai jalanan yang sepi.


"Riko!"


"Riko!"


"Riko!" teriak para cowok mengema.


"Aurel!"


"Aurel!"


"Aurel!" teriak para cowok dan cewek menggema saling bersautan.


Kubu satu mendukung seorang Riko Alamsyah, dan kubu yang satunya mendukung Aurelia Nadya. Sementara pembalap yang lain, tidak memiliki pendukung karena memang yah tidak ada yang mendukung.


Kini pembalap yang dijuluki king dan queen masih saling berebut posisi pertama. Keduanya masih sama saling mengejar, dan saling menjadi unggulan.


Bremm ... Bremm ... Bremm


Motor Aurel berhasil melewati garis finish, dan lagi-lagi gadis itu menjadi pemenang lomba balapan liar. Sorak penonton sangat heboh, melihat pembalap yang mereka unggulkan menjadi pemenang.


"Ah, sial!" Riko nampak kesal. Berkali-kali ia mengumpat, dan menendang motornya sendiri. Sementara Aurel dan kawan-kawannya hanya terkekeh melihat Riko sedang kesal.


"Aurel. Selamat ya. Lu menang lagi!" ucap Ryo memberikan selamat pada Aurel.


"Oke. Thanks."


"Aurel. Nih!" Riko melemparkan kunci motornya pada gadis cantik itu. Dengan sigap, Aurel langsung menangkapnya.


"Thanks, Bro!"


"Gue akui, Lu emang hebat. Tapi lain kali gue yang menang!"


"Yoi, Bro. Gue tunggu tantangan lu selanjutnya!"


****

__ADS_1


"Woi, kabur. Ada polisi!" seru salah satu temen Aurel.


Mendengar temen Aurel berteriak, kalau ada polisi datang. Aurel dan temen-temennya langsung cabut dari arena balapan liar itu.


Suara sirene mobil polisi terdengar jelas. Semua orang di sana berlarian tidak tentu arah, berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Termasuk Aurel.


"Jo, bawa hadiah gue ke markas!" suruh Aurel pada kawannya yang bernama Jonas.


"Oke. Gue cabut duluan!" Jo menangkap kunci motor itu, dan langsung melajukan motor tersebut dengan kencang.


Sementara Aurel berusaha mengelabui polisi, melajukan motornya sendiri menjauh dari arena balapan liar. Aksi saling mengejar akhirnya pun terjadi.


Riko in the geng juga langsung cabut dari sana. Mereka tidak mau sampai bertemu dan tertangkap polisi.


®®®®®®®


Aurel sudah sampai di rumah mewahnya. Setelah dari balapan tadi, ia langsung pulang. Tubuhnya sangat lelah, apalagi setelah kejar-kejaran dengan polisi.


Berendam di bathtub dengan air aroma terapi, membuat asal lelahnya sedikit menghilang. Tapi tetep aja tubuh putih dan mulusnya terlihat sedikit lebam kebiru-biruan. Tapi bagi Aurel itu sudah biasa. Seorang pembalap tidak boleh takut dengan tubuh lebam atau pun luka.


Selesai mandi, dia langsung menuju dapur. Perutnya sudah keroncongan minta diisi. Memang dia sudah melewatkan makan malamnya.


Dan bukan hanya hari ini saja dia melewatkan makan malamnya. Hari-hari sebelumnya, dia juga sering melewatkan makan malam. Tidak menutup kemungkinan, tiba-tiba perutnya terasa perih sendiri.


"Neng!" panggil Mbok Yem, asisten rumah tangga di rumah Aurel.


"Ih, Mbok. Ngagetin aja!" hampir saja jantung gadis itu berhenti berdetak saking kagetnya.


"Neng Aurel lagi cari apa?"


"Saya lapar, Mbok!"


"Oh, laper!"


Mbok Yem langsung membuka kulkas, dan mengeluarkan daging rendang beku. Ia masukkan ke mangkok, lalu ia panaskan dengan microwave.


"Neng ini aneh. Orang waktunya tidur, malah buat makan. Nah waktunya makan, malah nggak tau kemana. Sekarang ngerasain perutnya lapar toh!" ucap Mbok Yem panjang kali lebar kali tinggi.


"Hehehehe." Aurel cengengesan, sambil menggaruk pipinya yang gatal.


"Neng Aurel ikut balapan lagi?"


Aurel hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau bapak dan ibu tau, Neng Aurel bisa dikirim ke Afrika. Neng Aurel mau hidup di hutan sama Tarzan?"


"Ih, ogah. Masa sama Tarzan? Mending sama opa-opa Korea. Yang ganteng dan keren! Pakaiannya juga sopan. Nggak kayak Tarzan!"


"Ih, nih Neng dibilangin juga!"


"Hehehe, terimakasih ya, Mbok Yem. Mbok Yem the best banget lah!"


"Sekarang, makan!"

__ADS_1


®®®®


Aurelia Nadya, anak semata wayang dari seorang pengusaha kaya. Salah satu kenamaan pengusaha di Indonesia. Papahnya bernama Raden Wijaya Kusuma, dan ibunya, Utari Dewi.


Aurel gadis cantik yang kehidupannya serba kecukupan, dari kecil tidak pernah merasa kekurangan. Namun karena tidak pernah kekurangan itu, dia selalu ingin mencoba hal-hal baru, yang penuh tantangan dan rintangan.


Hari ini Aurel bangun kesiangan. Bagaimana tidak kesiangan, dia tidur saat subuh menjelang. Bahkan dia lupa kalau hari ini akan ada kelas di kampusnya pukul 9 siang.


Bangun-bangun, jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang. Setelah bangun, dia tidak ambil pusing dengan keterlambatannya itu.


Setelah mandi dan berganti baju, ia turun ke bawah. Seperti biasa, rumah sepi. Kedua orang tuanya sibuk mencari uang. Kini mereka tengah di luar kota.


Bukan hal baru bagi Aurel jika ditinggal sendiri bersama bibi art di rumah sebesar itu. Itu sudah biasa baginya. Sejak kecil, ia sering ditinggal, bukan hanya ke luar kota, luar negeri pun pernah.


"Pagi, Neng!"


"Pagi, Mbok!"


"Uh, udah cantik aja!" Aurel tersenyum ramah, "Ehm, mau sarapan nggak?"


"Mbok ngejek saya ya?"


"Hehehe, ya nggak lah. Si Mbok mana berani. Maksud Mbok tuh, neng mau sarapan atau nggak?"


"Hehehehe, Ehm, boleh deh! Tolong siapin ya, Mbok!"


"Siap neng geulis!"


®®®®®


"Pokoknya gue nggak terima, gue kalah dari cewek jadi-jadian itu!" sewot Riko.


"Udah deh, Rik. Lu akui saja, kalau tuh cewek emang hebat. Lu udah kalah sampe tiga kali loh, Bro!"


"Hahahaha," tawa teman-teman Riko.


"Ah, sialan kalian semua!"


Dari dulu sampe sekarang Riko in the geng, dan galaxy motors nggak pernah akur. Mereka memang selalu memperebutkan kejuaraan balapan liar.


Sebenarnya Aurel nggak punya niatan untuk mengalahkan Riko. Abisnya tuh anak rese banget. Aurel sedikit memberikan pelajaran pada si Riko itu.


Aurel memang suka hal-hal yang baru, dan hal-hal yang nyeleneh. Namun bukan karena dia dari keluarga broken home. Keluarganya baik-baik saja. Kedua orang tuanya meski sibuk, setiap tiga kali sehari selalu menanyakan kabarnya. Nggak kalah dengan minum obat ...


Cuma karena Aurel orangnya yang gampang penasaran, makanya dia ingin mencari pengalaman dengan ikut balapan liar. Jiwa penasarannya meronta-ronta.


Setiap dua Minggu sekali akan ada balapan liar di sana. Hadiahnya juga nggak kaleng-kaleng. Si pemenang akan diberikan hadiah sesuai dengan keinginannya.


Kayak kemarin, sebelum pertandingan Aurel menginginkan motor Riko. Mereka pun sepakat, jika salah satu kalah, akan memberikannya motor kesayangannya, juga sebaliknya.


Bersambung ....


Berikan komentar terbaik kalian....😍😍

__ADS_1


__ADS_2