
Aku kecewa karena sampai pelajaran kedua A'am tidak muncul-muncul juga. Dan Trian pun tidak ada kabarnya. Mungkin dia sudah kembali ke Jakarta. Aku baru tahu sekarang kenapa Trian sering tidak menepati janjinya. Katanya dia akan menanyakan terus perkembangan novelku ternyata dia tidak melakukan itu. Aku juga tahu kenapa anak itu senangnya muncul tiba-tiba dan terus menghilang. Itu karena dia seorang artis terkenal dan pasti sangat sibuk. Hmmm... Pantas saja.
Kalau tidak ada A'am aku malas ke kantin. Akhir-akhir ini kedekatanku dengan Fadly menjadi buah bibir yang turah, dan pasti akan menyakitkan melihat tatapan iba mereka karena tahu kalau Fadly dan Bunga telah kembali pacaran lagi. Apalagi jika ada Yola dan Junot pasti akan lebih menambah deritaku. Jadi aku lebih memilih menghabiskan waktu istirahat dengan membaca buku di kelas. Dan aku hampir terloncat saat ekor mataku menangkap sosok yang berdiri di samping pintu, entah sudah berapa lama dia.
"Kamu ngapain," desisku.
"La, aku mau kita bisa berteman lagi seperti dulu." Junot memandangku.
"Berteman? Apa kita pernah berteman?" kataku tajam.
"La, aku tahu memang aku nggak pantas untuk dimaafin. Tapi aku sungguh-sungguh untuk berteman dengan kamu. Plis, jangan cuekin aku lagi."
Junot memandangku dengan mata setengah memohon. Aku luluh. Aku yakin Junot sungguh-sungguh dengan perkataannya. Kata Yola, Junot putusin dia karena aku, terngiang-ngiang di kepalaku.
"Baca apa, La?" Junot menarik kursi di sampingku.
"Novel remaja aja, nih," jawabku.
__ADS_1
"Penulis *******, ya?"
"Kamu kok tahu?"
"Haha, kadang aku juga baca *******" kata Junot, "oh ya, La. Aku kan udah janji sama kamu ngajak jalan tapi belum kesampaian. Kalau misal sekarang aku ngajak kamu, mau nggak?"
"Apa Yola nggak marah?" pancingku. Wajah Junot berubah seketika. Dia menunduk. Aku semakin penasaran.
"Aku... udah putus sama Yola."
Junot mengangkat wajahnya dan kali ini matanya menatap tajam tepat di mataku. Aku semakin berdebar. Benarkah ini?
A'am memang nggak masuk sekolah hari ini dan hapenya juga nggak aktif. Aku benar-benar sangat gelisah dan khawatir terhadapnya. Tapi aku juga sedikit lega karena Junot akhirnya menyerah duluan. Maksudku dia menyerah kalah. Dia tidak benar-benar suka Yola dan aku tidak tahu dengan jelas alasan mereka putus. Mungkin Junot hanya berambisi untuk menjadi pemenang dari banyaknya cowok yang mengejar Yola. Dia ingin mengatakan pada semua orang kalau dia adalah sang juara. Finally, hal itu tidak membawa kebahagiaan untuknya. Tapi ini cuma analisisku, lho ya.
Seharian aku bisa melihat mendung di wajah Yola. Baru kali ini Yola kehilangan cahayanya. Junot ternyata telah menghancurkan hatinya berkeping-keping. Mungkin perasaan Yola sekarang seperti perasaanku dulu.
Bisik-bisik tentang putusnya Junot dan Yola pun mulai menyebar. Dan setelah ada yang melihat kedatangan Junot di kelas pas jam istirahat, bisik-bisik semakin senter. Mungkin mereka bingung ada apa antara aku, Junot dan Yola. Mereka pasti sangat penasaran.
__ADS_1
Aku melangkah keluar kelas. Sepi dan merasa terasing kalau nggak ada A'am seperti sekarang ini. Aku agak heran juga melihat ada kehebohan di depan sekolah. Aku melihat Heina dan Pipin lari terbirit-birit dari kantin. Belum lagi cewek-cewk yang lain, yang berhamburan dengan wajah sumringah. Ada apa, ya? Mungkin hanya aku satu-satunya orang yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.
Refleks, aku menghentikan langkahku saat aku melihat Fadly berjalan ke arahku dan dari arah lain aku melihat Junot. Ya Tuhan... Apa mereka akan menuju ke arahku? Di sudut lain aku juga melihat Yola dan gengnya menatap ke arahku dengan penuh rasa cemburu tetapi akhirnya mereka bergabung dengan keriuhan yang sedang terjadi di depan sekolah.
"Lala!"
Whhoopps... Dua cowok kece itu memanggilku bersamaan. Aku bingung. Aku berdiri di antara dua cowok yang digandrungi hampir separuh cewek di sekolah ini. Aku melihat mereka berdua bergantian. Sementara suara kehebohan semakin menjadi-jadi di depan sekolah.
"La, aku mau ngomong sama kamu tentang yang tadi pagi. Aku belum jelasin semuanya," kata Fadly.
"Kita jadi pulang bareng kan, La?" kata Junot.
Hehhh... Ada apa ini????
Aduuh....
.
__ADS_1
.
.