
Seratus Ribu Tahun yang lalu di Negeri Carmilian.
Beberapa Ras yang menghuni negeri itu, tidak mengenal kata Pemimpin, mereka hanya bergerak berdasarkan kelompoknya mesing masing. Ketidak kompakan membuat mereka sangat mudah di pecah belah atau jajah bangsa lain.
Perang terjadi di mana mana, hukum rimba membuat yang kuat berada di puncak dan yang lemah akan tertindas.
Ketamakan Keserakahan dan Ambisi yang tidak pernah mengenal kata puas, membuat Perang berkepanjangan antar kelompok dan Ras tiada akhir.
Bangsa Penyihir dan Bangsa Iblis adalah Ras yang begitu berkuasa di jaman itu, melakukan perang besar untuk memperebukan sebuah daerah jajahan sudah menjadi berita biasa yang di dengar penduduk di Carmilian.
Sedangkan Ras Manusia pada jaman itu masih tergolong Premitif dan sangat jauh tertinggal.
Ras manusia dengan mudah di jajah Bangsa Iblis, mereka yang lemah di jadikan budak dan yang kuat di jadikan pasukan perang yang akan membantu Bangsa iblis menjajah ras lain.
Sementara itu Bangsa Penyihir di bantu Ras Orc terus memperbesar area jajahan mereka, hingga mengarah ke daerah Ras kurcaci yang di kenal sebagai Ras Pekerja di jaman itu.
Ras kurcaci hidup berdampingan dengan Ras Peri, kehidupan mereka yang begitu damai yang tidak mengenal kata perang, dan juga tidak memiliki ke ahlian untuk berperang, menjadi incaran yang mudah untuk di kuasai Bangsa Penyihir.
Setelah Ras Kurcaci berhasil di jajah bangsa Penyihir, Ras Peri pun menghilang bersembunyi ke dalam hutan.
Mendengar Bangsa Penyihir menguasai Ras kurcaci yang menjadi incaran nya, Bangsa Iblis Pun melakukan Serangan besar besaran ke daerah itu.
Perang yang panjang dan melibatkan berbagai Ras di dalam Peperangan pun tak bisa di hindari. Bangsa penyihir yang di bantu Ras Orc, berhasil Mempertahankan daerah jajahannya.
Sedangkan Ras Iblis harus mundur dan mencari daerah jajahan baru untuk mereka kuasai
Hingga beratus ratus tahun lamanya, Penderitaan di Negeri Carmilian tiada akhir dan terus berlanjut hingga keturunan selanjutnya.
Pada suatu waktu di masa itu, Ras Manusia yang merasa semakin tertindas, meminta Pertolongan Kepada Penguasa Langit agar mereka di berikan bantuan.
Penguasa Langit Pun mendengar Permohonan itu dan memberikan bantuan.
Langit Menjadi Hitam dan Suara terdengar mengelegar memecah kebisingan.
"Akan Turun Dari langit Seorang Dewi yang akan memimpin Negeri kalian, dan akan Muncul Besamaan Dengannya 4 kesatria langit yang akan menjadi Pengawal nya"
Langit pun terbelah, cahaya yang terang turun dan membentuk sesosok wanita cantik, dan bersamaan dengan itu, sebuah kilat menyambar nyambar di sampingnya, dan terlihat Empat Pengawal pun muncul dan berdiri mengelilingi Sang Dewi.
Semua ras manusia yang menyaksikannya pun tunduk bersujut di hadapanya.
Dengan bantuan Sang Dewi dan Empat pengawalnya, Ras manusia akhirnya terbebas dari penjajahan Bangsa Iblis, dan Perlahan Semua Ras yang di jajah Bangsa iblis pun akhirnya, satu persatu terbebas dari penjajahannya.
Kemudian semua Ras yang dibebaskan pun bersatu di bawah kepemimpinan Sang Dewi.
Mendengar Bangsa Iblis Kalah oleh seorang Dewi yang turun dari langit, Bangsa Penyihir pun ingin mengetahui kebenarannya.
Setelah beberapa lama berperang mempertahankan daerah jajahannya, Bangsa Penyihir pun akhirnya kalah dan mengakui Keberadaan Sang Dewi.
Mereka pun menjadi bangsa pengikut kepemimpinan Sang Dewi.
Dan mereka semua menyebutnya Sebagai Dewi Deva Sang Pemimpin.
Setelah beberapa tahun, akhirnya semua Ras dan Bangsa di negeri Carmilian bersatu dan tunduk di bawah Kepemimpinan Sang Dewi.
Beratus ratus tahun pun berlalu, Negeri Carmilian Menjadi Negeri yang sangat damai.
__ADS_1
Membuat semua Ras yang ada di sana semakin Berkembang maju.
Namun Perdamaiaan itu terusik...
Beberapa penyihir yang tidak menerima kehadiran Deva sebagai Pemimpin Bangsa mereka.
Melakukan sebuah ritual terlarang.
Mereka berencana menciptakan Mahluk yang mampu mengalahkan Sang Deva dan mengembalikan Kejayaan Bangsa Penyihir.
Ritual itu pun di mulai.
Beberapa Penyihir membaca mantra, hingga tercipta sebuah lingkaran Sihir di tengah mereka, namun mereka gagal dan tidak bisa menghadirkan satu sosok pun yang mereka harapkan.
Salah Satu penyihir maju ke tengah lingkaran, dan melukai tangannya sambil berkata :
"Dengan darah suci ini, bangkitlah kalian mahluk terkuat"
Seketika tanah di sekitar tempat itu berguncang keras, kemudian muncul Sebuah Lobang Besar, dan membuat beberapa Penyihir terjatuh kedalamnya.
Lobang itu seketika membara dan muncul beberapa mahluk hitam yang merangkak naik ke atasnya.
Mahluk itu keluar tiada henti dan bertambah banyak, kemudian mereka menyerang semua penyihir yang berada di tempat itu.
Setelah mereka berhasil membunuh semua penyihir yang berada di sana, mereka pun bergerak ke segala arah.
Semua tempat yang mereka lewati selalu mereka hancurkan bahkan di bakar, dan semua warga yang ada di tempat itu pun mereka bunuh tampa ampun.
Kekacauan pun terjadi di mana mana.
Sang Dewi pun Bersama 4 pengawalnya, beserta pasukan pengikutnya berangkat untuk memerangi mahluk itu.
Perang besar tidak bisa di hindari, Pasukan musuh tiada habisnya membuat pasukan Deva yang berperang merasa kelelahan dan banyak yang tewas.
Melihat Pasukan musuh yang terus bermunculan dan terus bertambah banyak, Sang Dewi pun mencari titik awal kebangkitan mereka untuk mencegah kehancuran yang semakin banyak di pelosok Negeri.
Empat pengawalnya pun di perintahkan untuk berpencar ke polosok negeri beserta pasukan pengikutnya.
Perangpun terjadi di semua pelosok negeri, hingga salah satu pengawal Deva tiba di suatu tempat yang mereka cari.
Sebuah Lobang Besar berisikan Api yang membara, dimana pasukan hitam itu terus bermunculan dari sana.
Berita ini pun cepat di kabarkan ke semua pasukan dan Para pengawal yang lain, Hingga Dewi Deva dan Semua pengawalnya berkumpul di tempat itu.
Merasa mereka telah menemukan asal mula kebangkitan pasukan musuh, mereka pun melakukan serangan besar besaran ke tempat itu, perang panjang yang begitu melelahkan pun terjadi.
Sang Dewi dan beberapa Pengawalnya mencoba untuk menutup dan mengubur lobang besar itu, namun mereka selalu gagal.
Bersamaan dengan usaha mereka, Pasukan musuh itu terus bermunculan membuat sisa pasukan semakin tersudut karna kelelahan.
Melihat pasukannya sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi, Dewi Deva pun memerintahkan semuanya untuk mundur dan bertahan di sebuah lereng gunung untuk berlindung.
Setelah mereka berhasil berlindung dan merasa aman di tempat itu.
Sang Dewi pun melakukan ritual meminta sebuah permohonan kepada Penguasa Langit.
__ADS_1
"Wahai Penguasa langit, Berikan lah aku kekuatan untuk mengakhiri kehancuran Negeri ini"
Tidak lama setelah itu, Petir menyambar nyambar ke berbagai arah, langit menjadi terang, dan muncul Sebuah tulisan ke emasan di atas langit.
Setelah Sang Dewi selesai membacanya nya.
Dengan tiba tiba jatuh sebilah Pedang putih tepat di depan sang Dewi, dan Muncul secara bersamaan, sebuah Kitab Sihir yang tidak jauh dari pedang itu berada.
Dan terdengar Sebuah suara dari langit :
"Ambilah kitab dan pedang naga itu, dan pelajarilah semua mantra yang ada di dalamnya, dan Kelak akan ku rengkarnasikan dirimu terlahir kembali dari ras yang selama ini kau jaga "
Sang Dewi pun dengan cepat mengambil Pedang dan Kitab itu.
Setelah membaca dan menghafal semua mantra yang ada di dalamnya, Sang Dewi pun memerintahkan semua Pasukan dan ke empat Pengawalnya untuk melakukan serangan terakhir ke titik awal kebangkitan pasukan musuh.
Serangan pun di mulai dini hari.
Gempuran pasukan dan serangan sihir yang di lancarkan Sang dewi, membuat pasukan musuh terpukul mundur, Para pengawal dan pasukannya pun terus bergerak maju untuk membuka jalan Sang Dewi.
Hingga tibalah dia dan semua pasukannya di depan lubang merah membara itu.
Beberapa mantra di baca, Sihir terkuat langit Bumi terlihat jelas membuktikan kekuatannya, membuat semua pasukan musuh yang ada di sana sirna dengan begitu cepatnya.
Kemudian Sang Dewi Membaca mantra sihir Segel 7 lapis Bumi. Seketika langit berubah menjadi merah darah, Setelah dia melepaskan mantra itu, sebuah dinding tebal berjatuhan dari langit menutupi lobang itu, dan dengan cepat dia melompat ketengah segel itu. Kemudian dia menusukan pedangnya tepat di tengah.
Cahaya terang terlihat sangat menyilaukan dari tempat segel itu berada, membuat siapapun yang melihatnya memalingkan wajah untuk menghindari cahaya itu.
Beberapa saat kemudian, cahaya itu pun memudar dan terlihat sosok Sang Dewi yang Berada di sana juga ikut memudar dan menghilang.
Lobang merah membara itu tertutup sempurna, tiada bekas sama sekali, hanya terlihat tanah tandus yang gersang seakan semua kembali ke tempat semula.
Suasana pun menjadi hening seketika, Semua pasukan tidak percaya Dewi mereka tiba tiba menghilang.
Melihat Sang Dewi Menghilang, Ke empat Pengawalnya pun Membaca Mantra Penyegel rengkarnasi.
Mereka membaca manta secara berulang ulang, agar bisa bersama dan menemani
Sang Dewi, dan meminta agar dilahirkan terlebih awal dari pada sang Dewi.
Setelah terus menerus membaca mantra, tubuh mereka terurai membentuk sebuah serbuk serbuk cahaya yang beterbangan di udara.
...
Setelah Beberapa Tahun berlalu
Peradapan pun Berubah, hampir semua Ras dan bangsa di negeri Carmilian membentuk sebuah Kerajaan dan membangun beberapa benteng perbatasan, untuk memperkuat daerah dan menjaga ke amanan Bangsa mereka.
Namun seiring waktu yang berlalu, Ketamakan dan Keserakahan itu pun tercipta lagi.
Setiap bangsa mencoba memperluas daerah kekuasaanya.
Hingga perang dan perbudakan pun terulang kembali.
Membuat kedamaian di negeri Carmilian yang dulu Pernah terjadi, berangsur angsur menghilang seiring menghilangnya Sang Deva Sang Pemimpin mereka.
__ADS_1