Kalung Perak

Kalung Perak
S1 - Eps 14


__ADS_3

Sementara itu Di sekitaran Benteng Morgiant.


Lie yang bosan menunggu Gurunya Pulang, terus berlatih untuk memperdalam jurus pedang langit miliknya.


Saat matahari terbenam, dia mencoba untuk melihat keadaan Rin yang dan mengira saat itu dia sedang berlatih sihir Langit Bumi di dalam kamarnya.


Namun Setelah Lie sampai di kamar Rin, dia malah melihat Rin sedang asik bermain main dengan Zark si kucing putih dan Peri kecilnya.


Saat Lie akan menyapa Rin untuk menanyakan perkembangan Kemajuan sihir Rin tentang pengendalian Langit Bumi, Tiba tiba muncul beberapa Pasukan Kerajaan Penyihir datang. Dan memberi tahukan bahwa para Sesepuh telah memberi perintah untuk menangkap dan memenjarakan Rin.


Lie yang mendengar perintah itu, tidak menerima dan mencoba menghalaunya.


Dengan Matanya yang merah menyala dan sebilah pedang bercahaya biru di tangan kanannya.


Lie tidak memberi izin siapapun untuk menyentuh dan membawa Rin.


Dengan nada tinggi mengancam dia berkata :


"Jika kalian berani bertaruh mampu melewati ku dan masih bernapas, silahkan kalian untuk mencoba jika masih ingin membawanya"


Namun Tiba tiba Gurunya datang di saat yang tepat dan menenangkan Lie.


Melihat Guru Chin datang, Para Pasukan Memberi Hormat dan meminta izin untuk menangkap dan membawa Rin.


Namun Guru Chin malah memerintahkan mereka untuk pergi dan memberitahukan kepada Para Sesepuh bahwa dia akan membawa Rin sendiri ke ruang Aula istana.


Mendengar ucapan Guru Chin, Pasukan itu pun pamit kemudian pergi.


Melihat Gurunya datang, Lie mencoba menanyakan Hasil Pembicaraan Gurunya dengan Para Sesepuh.


Namun di lihat dari tujuan Pasukan yang datang barusan.


Maka dapat di simpulkan bahwa Para Sesepuh tidak mempercayai Opini Guru Chin tentang sosok Rin sebagai rengkarnasi Dewi.


Dan setelah Panjang lebar Guru Chin bercerita kepada Lie, tentang hasil perbincangannya saat di istana bersama para Sesepuh, dia juga memberitahukan informasi bahwa Pasukan Kegelapan sudah mulai bergerak.


Mendengar berita itu.

__ADS_1


Lie bertanya tentang keadaan kabar Benteng Perbatasan Timur bangsa Manusia.


Namun Gurunya tidak mendapatkan into tentang Benteng tersebut dari informannya.


Guru Chin pun Meminta Lie dan Rin Untuk beristirahat, karna besok dia berencana akan membawa Rin bertemu dengan Para Sesepuh.


Namun Lie di pinta agar berada tidak jauh dari mereka, untuk berjaga jaga jika terjadi kesalah pahaman dengan Para Sesepuh.


Hingga ke esokan harinya tiba.


Guru Chin berangkat bersama Rin dan Peri kecilnya yang bersembunyi di dalam batu permata biru kalung Rin. Lie dan Zark diminta untuk mengikuti mereka dari kejauhan.


Sesampai nya mereka di aula istana.


Para Sesepuh Menyambut kedatangan Guru Chin dan menyindir tentang keberdaan Rin dari bangsa iblis yang ikut bersamanya.


Guru Chin pun dengan santai memperkenalkan Rin kepada Para Sesepuh.


Dan mengatakan kebenaran tentang siapa sosok Rin sebenarnya.


Namun salah satu Sesepuh berkata :


Mendengar ucapan itu, para Sesepuh yang lain pun tertawa.


Namun Guru Chin tidak kehabisan akal.


Dia menantang salah satu dari para Sesepuh untuk membuktikan kebenarannya dan meminta nya untuk mengunakan sihir baru yang tidak pernah di lihat atau di kuasai orang lain kepada Rin.


Dia yakin Sosok Deva yang ada pada Rin pasti akan bisa menggunakan Sihir itu dengan cepat, walau hanya sekedar sekilas melihatnya.


Dan Guru Chin siap mempertaruhkan posisinya sebagai Guru Besar kerajaan Penyihir, dia juga Siap pergi selamanya meninggalkan istana Morgiant jika ucapannya tentang sosok Deva di keberadaan Rin sekarang tidak benar dan tidak terbukti.


Salah seorang Sesepuh pun maju dengan Sombong nya.


Dia mengatakan bahwa Guru Chin tidak pantas mempertaruhkan Posisi dan keberadaannya di Istana Morgiant hanya untuk bertaruh tentang Kebenaran seorang anak kecil dari bangsa iblis.


Kemudian dia berjalan maju ke arah Rin dan tampa mengucapkan sebuah mantra, dengan sekejab lantai yang dia pijaknya menjadi retak.

__ADS_1


Dia pun dengan bangga mengatakan bahwa itu adalah Sihir yang dia kembangkan sendiri, Sebuah sihir sederhana yang membuat Sesuatu yang di fokuskan menjadi bertambah berat berkali kali dari keadaanya.


Dan tidak ada seorangpun yang mengetahui mantranya selain dia sendiri, bahkan para Murid nya pun tidak penah mengetahui dan melihat sihir ini.


Sambil melangkah menjauh dia menertawakan Rin, di sertai riuh tawa para Sesepuh yang lain.


Namun tiba tiba dia berhenti, kakinya terasa sangat berat untuk melangkah.


Tidak lama setelah itu dia tersungkur kelantai bersamaan dengan pecahnya lantai tempat dia terjatuh.


Melihat salah satu rekannya terjatuh, para Sesepuh yang lain pun mencoba menghampirinya.


Namun mereka semua tidak ada yg bisa melangkah dan bergerak satupun, kedua kaki mereka terasa sangat berat untuk di gerakan.


Seketika lantai yang mereka pijak menjadi retak dan pecah.


Tidak lama berselang semua lantai diaula itu pun pecah berhamburan dengan mengeluarkan suara yang sangat keras.


Melihat kejadian itu, Guru Chin meminta Rin untuk menghentikannya kekuatannya.


Dan ketegangan itu pun berangsur angsur menghilang.


Para Sesepuh dan prajurit yang ada di sana serempak bersujud di depan Rin dan meminta pengampunan.


Dan bersamaan dengan itu Lie dan Zark muncul, karna saat di luar mereka mendengar suara yang sangat keras dan merasakan aura yang sangat menekan.


Namun Setelah melihat keadaan sebenarnya di dalam ruangan, Lie dan Zark menjadi tenang kembali.


Setelah Mengetahui sosok Rin adalah rengkarnasi Dewi Deva.


Para Sesepuh menanyakan tentang keberadaan empat pengawal abadinya.


Zarkpun maju Kedepan memperkenalkan dirinya dan mengatakan namanya Zark dari Bangsa Orc sebagai salah satu Pengawal Abadi Deva.


Kemudian Peri kecil yang berada di dalam kalung Rin muncul dan berubah menjadi sosok Wanita muda yang sangat Cantik, dia memperkenalkan dirinya sebagai Xio Hio dari bangsa Peri, dan mengakui bahwa dia adalah salah satu Pengawal Abadi dari Sang Dewi Deva.


Lie yang juga berada di sana, Dengan berlutut di depan Rin, mengakui bahwa keberadaan dirinya selama ini hanya untuk menjaga dan menjadi abdi setia, sebagai seorang Pengawal Abadi Sang Dewi.

__ADS_1


Melihat Lie yang sudah di anggapnya sebagai seorang kakak yang selalu melindunginya, sedang berlutut di depannya.


Dengan cepat Rin berlari dan memeluk Lie dengan penuh rasa bahagia.


__ADS_2