Kalung Perak

Kalung Perak
S1 - Eps 17


__ADS_3

Sementara itu di Benteng Perbatasan Utara Kerajaan Penyihir.


Kejadian yang hampir serupa juga terjadi.


Terlihat Pasukan Kegelapan Berbaris di luar jarak jangkau serangan para Penyihir.


Namun hingga Senja tiba, sama sekali tidak ada pergerakan dari Pasukan Kegelapan.


Melihat tidak ada pergerakan sama Sekali, Jendral Huan dan Xue sangat kuatir, Mengingat Pengalaman mereka saat berperang di Benteng Perbatasan Timur Bangsa Manusia.


Hingga saat malam tiba.


Terdengar suara keras mengenai Perisai Benteng berkali kali secara terus menerus, dan tercium bau minyak yang amat menyengat di tempat itu.


Dan beberapa Bola api berterbangan mengenai Perisai.


Api pun berkobar di seluruh dinding Perisai.


Perisai yang seharusnya tidak terlihat, kini di penuhi api dari bawah hingga keatasnya.


Hawa yang sangat panas dan cahaya api begitu menyilaukan membuat malam itu menjadi sangat terang.


Namun pandangan semua pasukan menjadi tidak jelas karna kobaran api yang besar menutupi pandangan mereka ke arah luar perisai.


Dan beberapa kali bungkusan minyak mengenai dinding perisai lagi.


Membuat api semakin berkobar dan membuat semua pandangan ke luar perisai benar benar tidak terlihat.


Tidak lama terdengar suara riuh dari pasukan Kegelapan.


Petanda mereka mulai bergerak merensek maju, bersamaan dengan suara benturan kantong minyak yang terdengar bersahutan di dinding perisai.


Membuat api semakin besar berkobar, sehingga pasukan musuh yang merengsek maju hampir tidak terlihat sama sekali.


Jendral Xue memerintahkan pasukan pemanahnya untuk melepaskan anak panahnya tampa henti ke arah bawah perisai bagian luar di depan gerbang.


Dan Pasukan Penyihir juga ikut melepaskan sihir nya ke semua arah di luar perisai.


Api yang berkobar di semua dinding perisai pun jatuh ketanah secara serentak. Menandakan Perisai telah hancur,

__ADS_1


Pasukan Kegelapan bergerak maju mencoba memasuki benteng, namun dengan sigap di hadang Pasukan Huan.


Peperangan jarak dekat di depan gerbang benteng pun tidak bisa di hindarkan.


Pasukan pemanah Xue terus menghujani anak panahnya ke arah musuh, petir menyambar di mana mana, namun Pasukan Musuh tiada habisnya terus merengsek maju.


Melihat pasukannya Huan mulai kelelahan menahan gempuran musuh, Jendral Xue Memerintahkan Setengah pasukannya untuk mencabut pedang dan membantu pasukan Huan di pintu gerbang.


Namun beberapa Benturan keras terdengar. Beberapa menara dan bangunan benteng hancur porak poranda setelah terkena serangan beruntun Ketapel Batu musuh.


Jendal Penyihir memerintahkan beberapa pasukannya untuk menghalau serangan ketapel itu.


sementara di pintu gerbang, korban di kedua pihak semakin banyak.


Jendran Xue Memerintahkan sisa pasukan pemanahnya untuk turun kebawah melindungi pasukan depan.


Pasukan penyihir juga mencoba menghalau Pasukan musuh yang mencoba masuk ke dalam benteng.


Dan terdengar beberapa kali benturan yang terus menerus ke dalam benteng yang mulai hancur, bau minyak terasa pekat di dalam benteng, dan beberapa Bola api beterbangan ke arah mereka.


Apipun membakar setengah benteng, dan tidak sedikit pasukan yang terjebak di dalamnya tewas terbakar.


Merasa benteng sudah terbakar parah, pasukan Huan dan Xue ,yang posisinya dekat dengan gerbang benteng mencoba maju, untuk menghindari api yang semakin membesar.


Tampa mereka sadari, pasukan mereka terpisah mencadi dua.


Pasukan Huan dan Xue, yang begitu mencolok kalah jumlah dengan pasukan kegelapan, dan tampa bantuan dari pasukan penyihir, mereka semakin tertekan.


Sedangkan Pasukan Penyihir yang berada di belakang benteng tidak bisa membantu, jika mereka melakukan serangan, secara otomatis juga akan mengenai pasukan sekutu.


Merasa Pasukannya semakin terdesak.


Jendral Huan dan Xue memerintahkan pasukannya untuk mengambil resiko mundur dan menerobos api di dalam benteng.


Pasukan mereka pun berlarian ke dalam benteng yang terbakar.


Banyak pasukan yang mengalami luka bakar bahkan ada yg tewas terbakar di sana karna tersesat di dalam kobaran api.


Setelah melihat sisa pasukan sekutu berhasil lolos dan mundur dari benteng.

__ADS_1


Pasukan penyihir menggunakan sihir anginya untuk memamfaatkan kobaran api itu menyerang dan membakar balik Pasukan Kegepan yang mencoba maju.


Merasa benteng sudah tidak bisa di pertahankan lagi, dan jumlah pasukan musuh yang tidak ada habisnya.


Jendral Xue meminta Jendral Huan dan pasukan penyihir yang tersisa untuk mundur ke istana Morgiant.


Sedangkan dia dengan pasukannya akan menahan pasukan musuh yang mencoba menerobos kobaran api.


Karna setiap pasukan musuh yang melewati kobaran api dengan cepat di panah oleh pasukan Xue.


Namun Jendral Huan dengan tegasnya menolak permintaan Xue.


Dia memerintahkan Pasukannya untuk terus bertarung hinggs darah penghabisan.


Huan adalah Jendral yang memimpin pasukan pertahanan lapis kedua.


Tugasnya adalah melindungi dan menahan serangan musuh yang mencoba menyerang pasukan utama jarak jauh (pasukan pemanah, dan Alteleri ketapel). Jika dia mundur dan meninggalkan pasukan pemanah, itu sama saja dia mengabaikan tugas utama pasukannya.


Kedua Jendral Penyihir pun, ikut menyemangati pasukannya, meraka akan terus bertarung dan tidak akan mundur demibharga diri bangsa mereka.


Jika mereka mundur mereka akan sangat malu dengan pasukan sekutu, yang berjuang mati matian di garis derpan demi melindungi bangsa mereka.


Setelah api di dalam benteng mulai padam, Pasukan musuh semakin banyak berdatangan, pertarungan terbuka pun tak bisa terhindarkan lagi.


Dengan dibantu Pasukan Penyihir, Satu persatu pasukan musuh mereka bunuh.


Namun mereka merasa tenaga dan energinya sudah di ambang batas, karena beberapa luka dan faktor kelelahan.


Hanya semangat yang tersisa untuk terus bertarung dan berjuang tampa harus mundur.


Terderngar suara Jendral Xue Berteriak lantang :


"Walaupun Kita Harus Binasa Di Sini, Setidaknya Kita Telah Bersama Sama Berjuang, Sebelum Kita Mati, Mari Kita Membunuh Mereka Sebanyak Banyaknya Terlebih Dahulu"


Setelah beberapa Lama, di karnakan Perang Terbuka kemenangannya lebih memihak ke jumlah pasukan yang lebih banyak.


Perbedaan jumlah pasukan sangat menentukan dan berdampak besar terhadap kemenangan itu sendiri.


Faktor kelelahan karna pertarungan yang panjang tampa henti, adalah salah satu faktor penentu kekalahan yang tidak bisa di hindari.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya Tewas, dengan menyisakan beribu ribu tumpukan mayat Pasukan Kegelapan yang berhasil mereka Bunuh.


Benteng Utara pun Runtuh tampa tersisa satupun.


__ADS_2