
Setelah Perjalanan yang panjang.
Akhirnya mereka pun tiba di depan gerbang.
Dengan cepat Para Jendral memerintahkan pasukanny untuk Formasi menyerang. Alteleri ketapel pun di tembakkan ke arah gerbang istana, bersamaan dengan serang dari pasukan Penyihir.
Seperti yang sudah di perkirakan.
Gerbang istana telah di lapisi dengan dinding pelindung, namun Serangan yang bertubi tubi akhirnya membuat dinding itu pun hancur.
Dengan cepat pasukan Orc dan pasukan berkuda masuk ke dalam istana.
Kemudian di ikuti pasukan lainnya.
Sementara pasukan pemanah dan pasukan penyihir di baris paling belakang, mereka di kawal pasukan elit berseragam baju besi dan perisai besar.
Perang pun terjadi di dalam istana, Pasukan kegelapan yang jumlahnya lebih banyak tidak dapat mengimbangi gempuran dari pasukan 4 suku ini.
Bangsa Orc yang begitu cepat dan kuat menyerang mereka, sementara pasukan berkuda terus menghancurkan formasi musuh.
Namun di tengah peperangan, Muncul beberapa pasukan kegelapan yang sangat besar.
Bertubuh seperti raksasa.
Mereka memukul mundur pasukan Orc, dan membuat terluka beberapa pasukan lainya.
Banyak pasukan yang terpental jauh setelah terkena serangan mereka.
Pasukan garis depan tidak dapat mengimbangi dan di pukul mundur.
Serangan panah dan serangan sihirpun tidak mempan kepadanya.
Pasukan ini benar benar berbeda dari pasukan kegelapan sebelumnya.
Para jendral memerintahkan pasukan tombak untuk mengepung moster itu dan menjaga jarak.
__ADS_1
Sementara serangan terus di lakukan pasukan panah dan pasukan penyihir, untuk mencari celah titik lemah moster ini.
Jendral Ao yang ikut berperang, dengan sekuat tenaga mencoba menyerang moster ini.
Namun dia terkena salah satu serangan dan membuat badannya terpental ke jauh belakang.
Saat dia berusaha bangkit, dia melihat Jendral Lie sudah berdiri di hapannya.
Dengan menggunakan pedang langit miliknya, Jendral Lie menyerang Ao seperti menyerang seorang musuh yang pantas untuk di bunuh.
Ao yang merasa Lie masih tidak mengetahui keterpihakannya membuatnya hanya bisa menghindar dari serangan Lie tampa melakukan serangan Balasan.
Saat dia melihat Rin.
Ao langsung bergerak ke arah Rin, namun dengan cepat di hadang Zark.
Zark Pun Dengan kecepatnya mencoba menyerang Ao dengan Cakar emasnya, bersamaan dengan Lie yang menyerangnya dari arah belakang.
Ao mencoba menghindar namun blum sempat jauh melompat, Zark sudah menerkam dan membuatnya terpental.
Saat Lie mencoba nenyerang Ao kembali. Peri Xio keluar dari kalung Rin, dan dengan cepat terbang ke arah Lie dan menembus tubuhnya, dan terus terbang menembus tubuh Ao.
Ada Seutas benang yang tertancap di kedua bandan mereka, Sebuah benang yang mengikat mereka, Benang Pengikat Jiwa milik Peri Xio telah membuat mereka terhubung ke dimensi lain.
Lie dengan jelas bisa melihat dan mendengar ingatan Ao saat di tawan di penjara bawah tanah kerajaan iblis.
Begitu juga Ao, dia dengan sangat jelas dapat melihat dan mendengar semua ingatan Lie yang telah kehilangan Gurunya.
Setelah beberapa menit benang itu terputus dengan sendirinya.
Lie tersadar dan dia bergegas meninggalkan Ao, dan pergi membantu pasukan yang berusaha merobohkan beberapa moster musuh.
Sementara itu Ao bergegas menghampirin Rin, namun di hadang kembali oleh Zark.
Namun Rin meminta Zark untuk membantu Lie dan membiarkan Ao untuk berbicara dengannya sebentar.
__ADS_1
kemudian Ao pun berlutut di depan Rin dan mengatakan, bahwa dia merasa tidak pantas untuk menjadi salah satu pengawal abadi sang dewi, bahkan dia hanya pantas untuk mendapatkan Hukuman yang sangat berat, mengingat kebodohan dan kesalannya selama ini, pantas untuk di katakan sebagai seorang Penghianat.
Mendengar Pengakuan Ao.
Rin mengangkat tangan kanannya ke atas, dan mengibaskan nya dengan cepat kebawah.
Bersamaan dengan itu, jatuh Sebilah Pedang yang menancap di lantai tepat di depan Ao.
Pedang yang terasa tidak asing, sebilah pedang Pusaka miliknya yang pernah patah dan hancur dulu saat bertarung dengan Lie.
Pedang Pusaka Siluman Gunung Merah.
Pedang ini terbentuk kembali dengan kekuatan Rin.
Kemudian Rin pun berkata :
"Ambilah pedangmu dan berjuanglah bersama kami"
Mendengar perkataan Rin, Ao bangkit dan mengambil pedang itu.
Dia pun bergerak maju membantu Lie dan semua pasukan untuk menyerang moster itu.
Berkumpulnya 4 Pengawal sang Dewi.
Secara tidak langsung.
Akan membentuk sebuah Formasi Sihir terkuat di antara mereka.
Di mana setiap pengawal akan medapatkan energi yang berlapis lapis di antara kelebihannya masing masing.
Sementara itu Rin, di beritahukan Peri Xio agar tidak mengunakan Sihirnya lebih dahulu.
Karna Sesuatu yang lebih berat berada jauh di depan sana.
Sesuatu yang mungkin hanya Rin Seorang yang bisa mengakhirinya.
__ADS_1