
Perlahan Mereka memasuki Pintu Portal itu.
Terlihat beberapa penyihir hitam yang mencoba untuk menyerang mereka.
Namun ada ke anehan, mereka terlihat seperti mayat yang hidup namun memiliki kekuatan sihir yang kuat.
Lie beserta Zark dengan cepat menepis semua serangan musuh dengan senjatanya, dan mereka pun berdua membalas dengan menyerang para mayat hidup itu secara langsung.
Beberapa dari mereka berhasil di robohkan, namun mereka bangkit kembali, dan melakukan serangan ke pada Lie dan Zark yang berada dekat dengan mereka.
Rin yang berada di belakang, juga tidak luput dari serangan mayat hidup itu, namun dengan cepat Peri Xio keluar dari kalung Rin dan menciptakan sebuah dimensi pelindung di sekitar Rin.
Serangan mereka yang di arahkan ke Rin langsung menghilang di telan dimensi pelindung Xio.
Lie dan Zark yang merasa musuh tidak bisa di bunuh, mencoba mencari penyihir hitam yang mengendalikan mayat hidup itu, namun mereka tidak bisa menemukan keberadaanya.
Rin pun mengambil kalung permata biru miliknya, dan dengan sekejab kalung itu berubah menjadi sebuah pedang yang sangat indah.
Kemudian dia mengangkat tinggi pedangnya.
Tidak lama berselang, beberapa aura biru keluar dari pedang itu, dan membentuk beberapa naga yang terbang melingkar mengelilingi tubuh Rin.
__ADS_1
Aura itu pun bergerak cepat ke arah para pengawalnya, kemudian masuk meresap ke semua senjata mereka.
Sekejab pedang Lie dan Cakar Zark berubah warna dan bentuknya, terasa ada kekuatan yang sangat besar masuk ke dalam senjata mereka, Dengan cepat Lie dan Zark menyerang musuh menggunakan senjata baru mereka itu.
Beberapa musuh terpental setelah terkena serangan Lie dan Zark, kemudian tubuh mereka terurai menjadi serbuk debu bewarna biru yang beterbangan.
Melihat beberapa musuh menghilang setelah terkena serangan mereka, Zark dan Lie melanjutkan serangan ke semua mayat hidup yang ada di tempat itu.
Setelah pertarungan yang lumayan lama, mereka akhirnya membuat semua musuh menghilang, namun keberadaan penyihir Hitam yang mengendalikan mayat hidup itu, tidak di temukan.
Setelah istirahat sebentar, mereka pun melanjutkan perjalanannya.
Hingga tibalah mereka di sebuah 4 persimpangan.
Setelah hampir satu hari perjalanan, akhirnya mereka tiba di ujung jalan.
Sebuah Gurun pasir yang terlihat luas terbentang di depan mereka.
Zark dengan cepat memeriksa tempat itu, namun semua terlihat kosong, tidak terlihat kehidupan apa lagi sebuah bangunan.
Merasa tempat itu terlihat tidak berpenghuni, Rin pun membaca sebuah mantra.
__ADS_1
Sebuah lingkaran yang begitu besar terbentuk di atas langit, dan perlahan membentuk sebuah lukisan bintang yang begitu indah.
Semua Pasir yang berada di sekitarnya terangkat ke atas, dan membentuk sebuah kawah besar di bawahnya.
Di dasar kawah itu, terlihat sebuah pilar tua yang berdiri dan sebuah batu Kristal putih bersinar tepat berasa di atasnya.
Zark Pun meminta Rin untuk menaiki tubuhnya, dan mereka bergerak cepat ke arah pilar itu.
Rin yang telah merubah Kalungnya menjadi sebilah Pedang, dengan di bantu zark berhasil menghancurkan batu Kristal itu, yang tidak lain adalah salah satu dari 4 pusaka mata angin.
Namun setelah itu.
Tempat itu bergoncang keras, Sihir Langit Rin terlepas, dan menghempas semua pasir yang diangkatnya jatuh ke bawah.
Menciptakan sebuah gelombang pasir yang begitu besar.
Zark yang memiliki kelebihan kekuatan dan kecepatan, mampu selamat dari gelombang pasir itu bersama Rin.
Namun Keberadaan Lie dan Peri Xio tidak terlihat.
Rin pun berlari mencari mereka, di susul Zark yang mencoba melacak keberadaan Lie.
__ADS_1
Hingga tibalah mereka di tengah gurun dan melihat Lie dan Peri Xio ada di sana.
Sebuah Perisai milik Peri Xio yang melingkari tubuh Lie, dan keberadaan Peri Xio yang berubah menjadi Peri kecil yang sedang berada di dalam pelukan Lie, membuat mereka berdua selamat dari gelombang pasir besar itu.