Kalung Perak

Kalung Perak
S2 - Eps 4


__ADS_3

Setelah beristirahat dan memastikan kondisi mereka baik baik saja, mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke titik Persimpangan 4 penjuru angin.


Saat mereka melangkah ke salah satu persimpangan selanjutnya, tiba tiba mereka di hadang Ratusan pasukan Penyihir dari mayat hidup yang mencoba menghadang pergerakan mereka.


Lie dan Zark bergegas menangkis semua serangan itu dan melakukan serangan balik ke arah mereka.


Namun sebuah Petir hitam menyambar tepat ke arah Rin yang berada di belakang, Peri Xio dengan cepat melindungi Rin dengan Perisai Dimensi miliknya, hingga saat petir itu membentur telur perisai yang menyelimuti seluruh tubuh Rin, petir hitam itu pecah dan memantul ke segala penjuru arah di sekitar tempat itu.


Zark yang saat itu mencoba menahan serangan musuh dari depan, tidak menyadari salah satu pecahan petir itu mengarah tepat ke arah dia berdiri, dan akhirnya tubuh Zark terdiam menjadi batu setelah petir itu mengenai dirinya.


Lie yang saat itu juga sedang menahan serangan musuh, melihat kondisi Zark yang berubah menjadi batu, dengan cepat menangkap Zark dan melindunginya dari serangan musuh agar terhindar dari benturan sihir yang bisa mengakibatkan tubuh Zark hancur.


Melihat Kondisi Lie yang terdesak menahan semua serangan musuh, karena dia tidak bisa melakukan serangan balasan demi melindungi tubuh Zark yang telah menjadi batu, Rin akhirnya melepaskan salah satu Sihir terkuat milik nya.

__ADS_1


Seketika, hujan Petir berjatuhan tiada henti ke arah semua musuh yang berada di tempat itu, tubuh mereka semua terbakar dasyat hingga menjadi abu, dan semua mayat hidup yang ada tempat itu binasa setelah terkena serangan sihir petir dari Rin, hanya tersisa 2 penyihir hitam yang terlihat menggunakan dinding perisai berlapis untuk melindungi dirinya.


Lie yang mengetahui keberadaan 2 Penyihir Hitam yang berada di tempat itu, dengan cepat melakukan serangan ke arah mereka, terdengar beberapa kali benturan keras dari senjata Lie yang mencoba manghancurkan dinding perisai itu.


Namun serangan Lie seakan tidak berpengaruh terhadap dinding perisai milik mereka, malah beberapa kali serangan balasan dari mereka mengenai perisai sihir tubuh Lie.


Melihat perisai sihir di tubuh Lie yang mampu meredam semua serangan yang mereka lancarkan, mereka berangsur bergerak untuk mundur, namun sebelum mereka kabur untuk menghilang, sekejab lingkaran cahaya muncul dari bawah tanah dan mengikat tubuh mereka berdua.


Lie kemudian bergerak maju untuk mendekati kedua penyihir hitam itu, namun tiba tiba angin menjadi begitu deras, bersamaan dengan munculnya bola api besar yang menghantam ke arah mereka, dengan cepat Lie menghindar mundur kebelakang, namun dia melihat kedua penyihir hitam itu tewas terbakar setelah terkena serangan bola api itu.


Tidak lama berselang, ratusan penyihir dari mayat hidup bermunculan lagi dan menyerang Lie.


Rin yang mengetahui keberadaan sesosok penyihir hitam yang kuat berada di sekitar tempat itu, dengan cepat menggunakan sihir Langit miliknya, seketika semua pasukan mayat hidup itu terangkat ke langit, dan kemudian di hempaskan ke bawah, bersamaan dengan sebias cahaya yang membuat tubuh mereka perlahan terurai.

__ADS_1


Rin yang sudah mulai banyak kehabisan energi terduduk perlahan, bersamaan muncul seekor naga besar dari langit yang melepaskan beberapa bola api ke arah Rin dan peri Xio yang berada di sampingnya, dengan cepat Lie mencoba menghadang bola api itu dengan menggunakan seluruh sisa kuatannya.


Beberapa Bola api berhasil Lie hancurkan, hingga membuat sebuah ledakan besar yang membuat tubuh nya terpental jauh kebelakang.


Dan terdengar suara benturan yang sangat keras saat sebuah dinding perisai besar menghadang ledakan itu, namun tidak berlangsung lama, dinding perisai itu hancur setelah terkena bola api yang tersisa, dan sisa bola api itu melaju cepat ke arah Rin.


Saat Bola api itu hampir tepat mengenai Rin dan Peri Xio, mereka di selamatkan Raja dari bangsa Orc dan beberapa pasukannya.


Ternyata Pasukan Bantuan telah tiba di tempat itu, setelah mereka mendengar informasi keberadaan Penyihir Hitam dari Beberapa Pasukan Penyelidik yang berhasil selamat.


Pasukan Penyihir yang juga ikut datang bersama pasukan bantuan, mereka langsung melakukan serangan balasan ke arah naga besar itu.


Merasa Situasi sudah berbalik dan tidak memihak kepada dirinya, naga besar itu bergerak mundur dan pergi menghilang.

__ADS_1


__ADS_2