
Zulfi mendekatkan dirinya di samping Citra dia menggenggam tangan Citra dengan lembut dan juga menciumnya.
"Aku tahu kamu pasti kuat jadi ku mohon bertahanlah aku sangat tidak ingin kamu meninggalkan ku" ucap Zulfi pelan.
Kelvin yang diluar melihat perilaku Zulfi yang sangat mencintai Citra membuatnya sedih dengan keadaan Citra yang seperti sekarang.
Satu tahun telah berlalu tapi keadaan Citra masih sama tidak ada perubahan sedikitpun dia masih menggunakan alat bantu hidupnya.
Ketika semua sedang berkumpul di ruangan Citra, Zulfi yang di sampingnya sedang memegang tangan Citra merasa ada pergerakan di tangan nya yang membuat Zulfi kaget.
Perlahan Citra membuka matanya membuat semua bahagia Citra dapat bangun lagi.
"Sayang...sayang kamu bangun" ucap Zulfi sambil membelai rambutnya. "Aku panggil dokter dulu" ucapnya lagi.
Sebelum memanggilnya Citra langsung menarik tangan Zulfi memberi isyarat untuk tidak memanggil dokter.
Dengan perlahan Citra memberi tahu Zulfi jika dia ingin bicara dengan mamah,papah nya.
"Maafkan aku belum bisa menjadi anak yang baik untuk mamah dan papah" ucap Citra lemah.
"Enggak sayang kamu sudah menjadi anak yang baik buat mamah dan papah" ucap mamahnya.
"Jika aku pergi mamah jangan sedih ya" ucap nya membuat semua syok.
"Jangan bicara seperti itu, kamu pasti sembuh mamah yakin itu" ucap mamahnya sambil menggenggam tangan Citra dengan erat.
__ADS_1
"Aku mau bicara sama kakak mah" ucapnya.
Kelvin pun mendekat ke Citra dan menggenggam tangan nya.
"Maafkan adek ya kak adek belum bisa jadi adek yang baik buat kakak" ucap nya lemah.
"Kamu sudah menjadi adik yang baik buat kakak, adik yang sangat kakak sayangi jadi jangan bicara yang aneh-aneh ok" ucap Kelvin.
"Enggak kak aku sudah tidak kuat lagi, jika aku pergi tolong jaga mamah sama papah ya" ucap nya yang membuat mamahnya semakin nangis di pelukan papah nya.
Butiran-butiran air mata yang di tahan akhirnya keluar dari mata Kelvin.
Citra melihat kakak nya menangis langsung menghapuskan air mata nya dan Citra memberikan senyuman agar kakak nya tidak menangis.
Zulfi mendekat setelah Kelvin selesai bicara dengan Citra. Tatapan sedih terpancar di wajah Zulfi.
Zulfi menggenggam tangan Citra yang sudah terlihat kurus dan mencium nya berulang kali. Mereka saling pandang memandang, jika Citra memberikan senyumannya tidak dengan Zulfi yang memberikan tatapan sedihnya.
"Maaf kan aku" ucap Citra lemah.
"Tidak, yang seharusnya minta maaf itu aku karena belum bisa membahagiakan kamu" ucap Zulfi sambil membelai kening Citra.
"Makasih untuk semua yang kamu lakukan untuk ku dan maaf tidak bisa menemani mu lagi" kata Citra yang sudah mulai tidak teratur nafasnya.
"Sttt simpan tenagamu oke, aku panggil dokter" ucap Zulfi.
__ADS_1
"Tidak aku sudah tidak kuat lagi" ucapnya terengah-engah.
"Kumohon jangan bicara seperti itu kamu pasti sembuh" ucap Zulfi.
"Aku menyayangimu" ucap Citra pelan.
Citra yang sudah tidak tahan dengan sakitnya pun mulai melemah nafasnya. Semua panik, Kelvin pun langsung memanggil dokter.
"Sayang ku mohon bertahan lah" ucap Zulfi.
Dokter pun datang dan langsung mengambil tindakan untuk mencoba menyelamat kan Citra. Semua menunggu di luar dengan cemas.
beberapa saat dokter keluar dengan raut wajah yang kurang baik.
"Dok gimana anak saya" ucap papahnya.
"Maafkan kami pak, bu anak kalian tidak bisa kami selamatkan" ucap dokter dengan kecewa.
Mamah nya pun langsung pingsan mendengar kabar yang sangat buruk baginya.
Zulfi masuk untuk melihat wajah Citra untuk terakhir kali nya. Di lihatnya wajah Citra yang pucat.
Zulfi membisikkan sesuatu ke Citra. "Aku juga menyayangimu, tunggu aku di atas sana oke" ucapnya yang di sertai butiran-butiran air mata yang mulai mengalir ke pipinya. Zulfi sangat kehilangan sosok Citra yang sangat di cintai nya, badannya bergetar menangis di samping Citra. Kelvin yang melihat itu menghampiri Zulfi dan menepuk punggungnya memberikan kekuatan untuknya.
Jangan lupa dukung author dengan like,komen,dan vote👍
__ADS_1