
Malam pun tiba dan mereka semua sudah berbaris untuk kegiatan selanjutnya.
"Oke anak-anak sekarang kita akan membuat api unggun jadi kalian setiap kelompok harus mengumpulkan kayu bakar, mengerti" ucap pak Jono dosennya.
"Mengerti pak" jawab mereka.
Mereka pun semua mulai mencari kayu bakar. Di saat berpencar Citra malah berdua dengan Zulfi karena Angela dan Hendra meninggalkannya.
Citra sungguh merasa canggung hanya berdua dengan Zulfi. Di saat Zulfi sedang berjalan Citra melihat ada seekor ular ingin menggigit Zulfi tapi sebelum itu Citra mendorong Zulfi dan Dia yang akhirnya tergigit ular itu.
"Awwww" teriak Citra.
Zulfi yang di dorongnya hingga jatuh pun langsung menghampiri Citra.
"Kamu kenapa Cit" kata Zulfi panik.
"Ini kaki ku di gigit ular" ucap nya yang sudah mulai melemah karena ular itu sangat berbisa.
Zulfi pun langsung mengikat kakinya Citra agar racunnya tidak menjalar ke seluruh tubuh.
"Aku akan bawa kamu ke tenda" ucap nya sangat panik melihat wajah Citra yang sudah pucat dan pingsan.
Di tenda semua pun terkejut karena ada yang sampai terkena gigitan ular. Citra pun segera mendapat pengobatan.
Kelvin yang mendengar Citra di gigit ular langsung menghampiri tendanya.
"Bagaimana ini bisa terjadi bukannya tempat ini sudah di cek dan enggak ada ularnya" ucap Kelvin.
Sebelum kemping mereka memang sudah mengecek tempatnya dan memang itu tidak ada ular satu pun karena tempat itu sudah sering di gunakan untuk kemping.
__ADS_1
"Iya, saya juga tidak tahu bagaimana bisa ada ular di sini" kata Zein.
"Gimana keadaanya?" tanya Kelvin kepada petugas yang bertugas menolong siapapun yang terluka.
"Ini kita sudah mengeluarkan racunnya dengan alat seadanya tapi entah itu sudah bersih atau belum kita harus membawanya ke rumah sakit tapi karena ini sudah sangat malam dan mungkin akan bahanya di jalan jadi lebih baik kita menunggu besok siapa tahu dia sudah baik kan" ucapnya.
Semua pun kembali ke tenda untuk istirahat karena dengan kejadian ini kemping harus di selesaikan dan besok juga harus kembali karena ularnya tidak tertangkap membuat semua khawatir akan terjadi lagi.
Di sebuah tenda ada seseorang yang sedang merasa senang melihat Citra di gigit ular.
"Rencanaku berhasil" ucap dia.
"Zulfi, Angela, hendra kembalilah ke tenda kalian biar Citra saya yang menemani nya" ucap Kelvin.
"Baiklah" kata Angela.
Keesokan paginya keadaan Citra bukan membaik tapi malah sakin buruk karena racunnya ternyata belum sepenuhnya keluar. Kelvin yang menyadari itu langsung segera membawanya kerumah sakit dengan mobilnya.
Citra pun langsung di tangani saat sampai di rumah sakit.
"Gimana dok keadaan adik saya?" tanya Kelvin saat dokternya selesai memeriksa Citra.
"Tenang saja adik anda sudah tidak apa-apa, sisa racun nya sudah kami keluarkan" jawabnya.
"Makasih dok" ucapnya.
Kelvin langsung menghampiri Citra yang sedang berbaring di ranjangnya dengan raut wajah yang masih pucat. Untuk mereka yang kemping sudah kembali kerumahnya masing masing.
Beberapa saat kemudian Citra terbangun.
__ADS_1
"Aku dimana " ucapnya dengan lemah.
"Kamu sudah bangun " ucap Kelvin.
"Ini di mana kak" ucap Citra.
"Kamu di rumah sakit" jawabnya.
Citra pun akhirnya ingat kalau dia di gigit ular.
"Oh iya Zulfi gimana kak dia baik-baik saja kan" tanya nya khawatir.
"Bukannya khawatirin diri sendiri malah khawatirin orang lain" ucap Kelvin.
"Ih kakak gimana dia baik-baik saja kan" ucapnya.
"Iya dia baik-baik saja kamu yang tidak baik-baik saja" ucapnya yang bingung dengan sikap Citra.
"Hah syukurlah dia baik-baik saja" kata Citra.
"Sebenarnya gimana kejadian nya sampai kamu di gigit ular" tanya Kelvin.
"Oh itu aku lihat ada ular mau gigit Zulfi jadi aku mendorongnya agar dia tidak digigit eh siapa tahu ularnya malah gigit aku" jawabnya dengan santai.
"Jadi kamu ngorbanin diri buat Zulfi" ucapnya yang dianggukkan oleh Citra.
Citra rela mengorbankan dirinya demi Zulfi karena Citra sebenarnya masih sangat menyukainya jadi dia tidak ingin sampai Zulfi kenapa-napa.
Kelvin yang mendengar penjelasan Citra hanya geleng-geleng kepala. Kelvin juga sudah tahu jika Citra menyukai Zulfi karena dia sendiri yang menceritakan nya.
__ADS_1
"Semoga kamu dapat berjodoh dengan nya" pikir Kelvin dalam hatinya.
Jangan lupa dukung author dengan Like, komen, dan vote👍