KAMU SELALU ADA

KAMU SELALU ADA
4. Kecelakaan


__ADS_3

Di Sekolah Saat Citra sedang belajar tiba-tiba keluarlah darah dari hidungnya yang membuat Citra segera mengelapnya dan izin pergi ke toilet.


"Kenapa aku mimisan, apa mungkin aku kecapean" ucap Citra sendirian di depan cermin sambil mengelap hidungnya.


Setelah itu dia kembali lagi ke kelasnya dan mulai belajar lagi.


Beberapa jam kemudian bel pulang pun berbunyi. Citra pun pulang bersama kakaknya. Citra tidak menceritakan kalau dia mimisan karena kakaknya pasti akan langsung membawanya ke rumah sakit untuk cek kesehatannya, membuat Citra berfikir itu sangat merepotkan.


Di dalam mobil Citra juga melihat kakaknya seperti tidak semangat.


"Kakak kenapa kok kayak enggak semangat gitu?" tanyanya.


"Oh ini kakak cuma sedikit pusing aja" jawabnya.


Sampailah mereka di rumah. Citra sudah turun dari mobil tapi kakaknya malah mau pergi lagi.


"Lho kakak mau kemana lagi?" tanya Citra.


"Ini kakak lupa kalau harus beli buku buat tugas besok" jawabnya.


"Tapi kakak bilang tadi pusing sekarang malah mau pergi, gimana kalau aku aja yang belikan buat kakak" ucap Citra.


"Enggak usah ini cuma pusing sebentar aja kok, lagian kamu pasti juga capek kan habis sekolah" ucapnya.


"Tapi aku khawatir kak" kata Citra khawatir jika kakaknya terjadi sesuatu.


"Tenang aja, kamu masuk sana" kata Kelvin.

__ADS_1


"Kalau gitu hati-hati ya kak" ucap Citra.


Kelvin pun pergi. Di perjalanan tiba-tiba Kelvin merasa pandangannya buram dan kepanya begitu pusing. Dia menjadi tidak konsentrasi saat membawa mobilnya.


"Ini kenapa kepalaku jadi pusing banget begini" katanya dengan raut wajah yang sudah pucat.


Tidak lama kemudian karena tidak setabil menyetir mobilnya, Kelvin pun kecelakaan dengan mobil menabrak pohon.


Citra yang dirumah merasa hatinya tidak tenang seperti akan ada sesuatu yang terjadi.


"Kenapa aku merasa tidak tenang ya" ucapnya saat sedang makan.


Hingga telefon masuk memberi kabar bahwa kakaknya kecelakaan dan sedang di rumah sakit membuat Citra sangat syok dan langsung pergi ke rumah sakit tanpa memperdulikan makanan nya itu.


Di rumah sakit Citra sedang duduk menunggu kabar dari dokter yang sedang menangani kakaknya. Kedua orang tuanya juga sudah dikabari olehnya.


Beberapa saat kemudian kedua orang tuanya datang dan langsung menghampiri Citra.


"Lagi di tangani dokter mah" jawabnya.


Tidak lama kemudian dokter pun keluar.


"gimana dok keadaan anak saya" tanya mamahnya dengan panik.


"Keadaan anak ibu sama bapak tidak kritis hanya tangan kanannya patah mungkin akan memakan waktu beberapa minggu untuk benar-benar sembuh" jawab dokternya.


"Makasih dok" ucap mereka.

__ADS_1


"Sama-sama, kalau gitu saya permisi dulu kalau ada apa-apa tinggal panggil saya" ucapnya lalu pergi.


Mereka pun masuk ke dalam untuk melihat Kelvin.


"Gimana keadaan kamu, ada yang sakit?" Tanya papahnya saat melihat Kelvin sudah bangun.


"Enggak ada pah" jawabnya dengan pelan.


"Enggak ada gimananya kakak sih enggak mau dengerin aku, sekarang apa! kakak jadi begini kan, lihat tangan kakak patah. Kalau kakak enggak bangun lagi gimana, sudah tahu pusing tapi masih aja bawa mobil" kata Citra meluapkan emosinya karena kakaknya tidak mau mendengarkan omongannya.


Kelvin yang mendengrkan ocehan adik nya itu hanya diam dan tersenyum karena menurutnya jika Citra marah seperti itu malah lucu.


"Sudah dong masa kakaknya dimarahin begitu" ucam mamahnya.


"Kakak sih mah enggak mau dengerin omongan ku" ucap Citra.


Citra marah seperti itu karena dia sangat sayang dengan kakaknya, dia tidak mau sampai kakaknya kenapa-napa.


"Marah nih sama kakak, ya sudah lah mending tadi kakak enggk bangun aja sekalian" ucapnya menggoda Citra.


"Kakak" teriaknya membuat semua tersenyum.


"Kalau gitu sini peluk kakak" ucap Kelvin.


Citra pun memeluknya. "Aku enggak mau kalau kejadian seperti ini terulang lagi, aku enggak mau kalau kakak sampai terluka" ucap Citra dalam pelukan nya sambil menangis.


"Iya, kakak janji enggak akan terulang lagi" ucap Kelvin menenangkan adiknya.

__ADS_1


Kedua orang tuanya hanya memandang mereka dengan senyum bahagia karena kedua anak nya sangat rukun dan saling menyayangi.


Jangan lupa dukung author dengan like, komen dan vote👍


__ADS_2