Kamu Takdir Cintaku

Kamu Takdir Cintaku
Episode 9


__ADS_3

Rumah Besar Wang.


"Chen Jiaxin, Chen Jiaxin, dimana kau?"


"Ada apa Xiyi. Mengapa di rumah sepi sekali. Di mana Nenek dan bibi?"


"Nenek? Nenek sekarang koma. Dan ia di rawat di rumah sakit. Apa yang kau lakukan dengan Dylan?"


"Koma? Mengapa bisa begitu? Apa yang terjadi?"


"Apa yang terjadi? Kau masih bertanya apa yang terjadi? Ini terjadi karena kau. Nenek koma karena melihat fotomu dan Dylan berduaan."


"Tapi, Xiyi. Akuu.... Aku dan Dylan. Kami, kami tidak seperti itu."


"Sudah. Tidak ada lagi yang perlu kau jelaskan."


(Pergi meninggalkan rumah.)


"Xiyi... Xiyi tunggu, Xiyi."


(Jiaxin mengikuti Xiyi menuju rumah sakit.)


RS. BESAR SHANGHAI


"Xiyi, bagaimana keadaan Nenek?"


"Kau pergi saja. Untuk apa kau kemari?"


"Tapi Xiyi, akuu.. Aku tidak..."


(Xiyi pergi tanpa mendengarkan penjelasan Jiaxin.)


Rumah Besar Wang.


"Chen Jiaxin, Chen Jiaxin, dimana kau?"


"Ada apa Xiyi. Mengapa di rumah sepi sekali. Di mana Nenek dan bibi?"


"Nenek? Nenek sekarang koma. Dan ia di rawat di rumah sakit. Apa yang kau lakukan dengan Dylan?"


"Koma? Mengapa bisa begitu? Apa yang terjadi?"


"Apa yang terjadi? Kau masih bertanya apa yang terjadi? Ini terjadi karena kau. Nenek koma karena melihat fotomu dan Dylan berduaan."


"Tapi, Xiyi. Akuu.... Aku dan Dylan. Kami, kami tidak seperti itu."


"Sudah. Tidak ada lagi yang perlu kau jelaskan."


(Pergi meninggalkan rumah.)


"Xiyi... Xiyi tunggu, Xiyi."


(Jiaxin mengikuti Xiyi menuju rumah sakit.)


RS. BESAR SHANGHAI

__ADS_1


"Xiyi, bagaimana keadaan Nenek?"


"Kau pergi saja. Untuk apa kau kemari?"


"Tapi Xiyi, akuu.. Aku tidak..."


(Xiyi pergi tanpa mendengarkan penjelasan Jiaxin.)


"Ini semua terjadi karena aku, Nenek koma karena aku, Hidup Xiyi hancur juga karena aku. Aku memang pembuat masalah. Mungkin sikap Xiyi seperti sekarang sudah benar. Aku tidak bisa tinggal di rumah Wang lagi, aku pembuat masalah. Aku hanya mengacaukan keluarga mereka. Aku harus pergi sekarang."


(Jiaxin mengemasi barangnya untuk meninggalkan kediaman Wang. Ia berencana kembali ke apartemennya bersama Siqi. Sebelum pergi ia sudah menyiapkan semua keperluan Xiyi dan menuliskan catatan di setiap tempat.)


"Selamat tinggal Xiyi, Nenek, Bibi, Zhengren. Aku minta maaf telah mengacaukan keluarga ini. Aku pergi."


Apartemen.


"Siqi, Siqii."


"Sebentar, iyaa tunggu." (membuka pintu)


"Ehhh, Jiaxin. Kauu?? Kenapa kau membawa koper? Apa yang terjadi?"


"Aku pergi meninggalkan Keluarga Wang."


"Bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Apakah Wang Xiyi menindasmu?"


"Tidak, tidak Siqi. Xiyi tidak menindasku, tapi aku, akuu membuat Nenek koma."


"Koma? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?"


"Dylan? Mengapa kau bisa bersama Dylan?"


"Aku ingin melakukan pemeriksaan kandungan dan Xiyi tidak ada. Jadi nenek meminta Dylan menemaniku. Lalu setelah selesai pemeriksaan kandungan kami hanya makan siang bersama."


"Jadi Nenek Wang yang meminta Dylan menemanimu? Itu artinya ini kesalah pahaman. Mengapa kau tidak menjelaskannya pada Xiyi."


"Aku sudah mencoba menjelaskan tapi Xiyi tidak mendengarkanku dan ia langsung pergi begitu saja."


"Dasar laki-laki itu. Apakah dia tau bahwa kau pergi meninggalkan rumah?"


"Tidak, dia tidak tau."


"Bagus. Biarkan saja dia tidak tau. Kau jangan coba-coba memberi tahunya."


"Emm. Baiklah, aku tidur dulu."


Pagi Hari, Rumah Besar Wang


"Mengapa sepi sekali, dimana Jiaxin. Ehh ini apa?" (Xiyi membaca catatan yang di tinggalkan Jiaxin.)


'Xiyi, aku pergi. Maaf telah membuat kalian kesulitan. Aku mengacaukan keluarga kalian. Ingatlah untuk sarapan sebelum bekerja, makanan ada di dalam kulkas, kau hanya tinggal memanaskannya. Baju mu aku letakkan di lemari pertama, semua sudah di setrika. Ingat untuk menutup kembali air setelah selesai mandi dan Shampo sudah ku ganti dengan yang baru. Karena aku lihat yang lama sudah habis. Oh iyaa, kau tidak perlu lagi menyiapkan setelan. Karena aku sudah menyiampkannya di laci ketiga.'


(Xiyi melihat ke dapur dan memang benar, di dalam kulkas banyak makanan. Lalu ia melihat lemari dan semua bajunya rapi dan di kamar mandi juga bersih dan hanya tersisa baranya saja. Melainkan tidak ada barang Jiaxin satu pun.)


"Apa-apaan ini? Mengapa dia pergi meninggalkan rumah? Dan mengapa ia cerewet sekali. Dan menjelaskan semuanya. Ahh sudah lah. Aku pergi ke rumah sakit saja."

__ADS_1


RS. BESAR SHANGHAI


Saat tiba di sana, ternyata Dylan juga ada di dalam mengunjungi Nenek Wang.


"Untuk apa kau kemari?"


"Aku hanya ingin menjenguk Nenek Wang. Apa masalahmu?"


"Kau tau mengapa Nenek bisa Koma? Karena dia melihat fotomu dan Jiaxin berdua!!!"


"Aku? Dan Jiaxin? Kami berdua?"


"Iyaa, kau makan berdua dengan Jiaxin. Apa jika bukan berkencan?"


"Xiyi, ternyata kau tidak sepintar yang ku kira. Kau tau mengapa aku pergi bersama Jiaxin? Karena Nenek Wang yang memintaku menemaninya pergi melakukan pemeriksaan kandungan. Dan setelah itu kami hanya makan siang bersama. Kau pikir saja, jika kau tidak pergi sepagi itu ke perusahaan mungkin Nenek Wang tidak akan memintaku menemaninya. Tapi.... aku lupa, kau kan tidak peduli pada Jiaxin. Sudahlah aku pergi dulu." (pergi keluar kamar pasien.)


"Heyy kauuu,... Ahh ternyata nenek yang meminta mereka bersama jadi itu hanya kesalah pahaman? Tapi mengapa nenek sampai koma seperti ini. Apa yang terjadi."


Tok Tok Tok (Anson mengetuk pintu kamar pasien.)


"Anson, ada apa?"


"Gawat pak Wang. Ehh tapi ketua dewan kenapa?"


"Nenek koma, ohh iyaa apakah ketua dewan sudah memberi tahumu tentang pembocoran rahasia perusahaan? Dan sekarang keadaannya semarik rumit. Kemarin aku sudah memberi tahukan pada ketua dewan tapi telfonnya tiba-tiba terputus."


"Jadi, kemarin kau memberi tahu nenek? Mengapa tidak langsung memberi tahuku. Mungkin saja nenek koma karena berita ini. Dan mungkin.... Jiaxin,"


"Siput? Ada apa dengan siput?"


"Dia pergi meninggalkan rumah, karena mungkin ia merasa bersalah dan Bibi bilang Nenek koma karena melihat Foto Jiaxin dan Dylan berdua. Tapi tadi Dylan mengatakan padaku bahwa Nenek yang menyuruh mereka untuk melakukan pemeriksaan kandungan."


"Pak Wang, mungkin ini hanya kesalah pahaman. Lagi pula tidak mungkin siput berselingkuh dengan Dylan dan kau tau sendiri kan bagaimana siput."


"Bener juga. Mengapa aku tidak memikirkan ini dari awal. Tapi sekarang ia sudah pergi dari rumah."


"Pak Wang, sebaiknya kau cari siput sekarang karena mungkin setelah ketua dewan sadar ia akan koma lagi jika mengetahui bahwa Siput pergi dari rumah."


"Ahh kau benar. Aku harus mencari Jiaxin sekarang. Tapi, bagaimana jika dia menolak untuk kembali bersamaku?"


"Kau tempatkan saja orang lain di apartemennya, otomatis dia tidak akan punya tempat tinggal dan ia akan pulang bersamamu."


"Ahh bener, benar. Kau saja yang tinggal di apartemennya."


"Hah? Aku? Mengapa harus aku?"


"Jika menolak, kau akan di pecat."


"Haisssh,,, dasar."


"Cepat pulang dan bereskan barangmu lalu pindah ke apartemen Jiaxin."


"Hmmmm.... baiklah."


(Anson pulang untuk membereskan barangnya.)

__ADS_1


__ADS_2