
• setelah menghubungi Nenek Wang Xiyi, Ibu Jiaxin mengurung nya di dalam gudang semalaman. Bahkan mulutnya tidak bisa bicara karena tersumbat kain. Hehe kasian ya.
"Emmmm eemm emmmmm."
"Xiyi, Maaf, tunggu sebentar aku akan melepaskanmu"
"Emmm mmm hmm emmm."
"Ahhh, baiklah aku bantu kau meleaskannya. Apakah kau baik-baik saja?"
"Menurutmu?"
"Ahh,, maaf maaf."
"Kau pikir bagaimana jika seseorang di kurung di sini semalaman? Apakah menurutmu aku baik-baik saja?"
"Maaf maaf."
" mengapa keluargamu mengurung orang tanpa menanyakan masalahnya terlebih dahulu? Aah seluruh tubuhku sakit sekali."
"Maaf maaf, aku membawakan selimut untukmu."
" tidak perlu, aku hanya ingin keluar dari tempat ini sekarang juga."
"Itu tidak mungkin, ini aku bawakan makanan untukmu."
( Wang Xiyi melihat buku catatan jiaxin saat kecil, lalu ia membacanya dan ternyata isinya adalah impian jiaxin sejak kecil.)
"Eee Xiyi, jangan lihat buku itu."
"Kenapa, lagi pula aku sudah tahu impianmu, kau ingin ada seseorang yang melamar mu dan mencintaimu seperti ayah dan ibumu mencintaimu."
"Tidak, mungkin saat kecil aku salah membuat impian. karena itu tidak mungkin. Kau sekarang sudah memiliki pasangan aku tidak mungkin menjadi penghalang di antara kalian. Maaf Xiyi, maaf kan aku, aku membuat semua kacau."
"Mengapa kau terus-terusan meminta maaf, Jelas ini bukan salahmu."
"Tapi ini semua terjadi karena aku."
"Ini bukan salahmu, jika kau terus meminta maaf seperti itux siapa yang akan peduli padamu, ehhh ehhh kecoak kecoak di sana, cepat bunuh dia ehhh." (Xiyi ketakutan hingga melompat lompat.)
"Ini hanya makhluk hidup, kenapa harus membunuhnya? Aku buang saja."
"Ehh begaimana jika dia kembali."
"Sudah, kau tidurlah."
"Pakai selimut ini, kau sudah kedinginan. Itu tidak baik untuk ibu hamil."
"Tapi, aku sudah melihatmu menggigil."
"Aku baik-baik saja."
"Xiyi, menurutmu... Jika kau tidak mengangkat telepon itu, apakah kita akan bebas sekarang?"
"Tidak, walaupun kita bercerai kita masih tidak akan bebas karena kau hamil."
"Maaf Xiyi, aku mengacaukan semuanya."
"Sudahlah ini bukan salahmu. Kita bicarakan saja besok pagi saat Nenek datang, Aku tidur dulu."
-Pagi hari rumah Ibu Jiaxin.
"Bibi Xishi"
"Bibi Xishi
"Siapaa?"
"Aku Xiao hodong"
"Aaa Xiao Hodong,ada apa?"
"Barangmu sudah datang."
__ADS_1
"Aaa??? Barang? Barang apa? Mengapa ini semua ada di sini? Aku tidak memesannya."
"Tapi di sini tertulis alamatmu. Ini lihat."
"Aiiaaa, tapi aku tidak memesannya."
"Aku yang memesannya. Eee, silahkan di bawa masuk." (Nenek Wang Xiyi.)
"Kau? Siapa kau? Mengapa tau alamatku?"
"Ahhhh, kau pasti besan kan, Aku Nenek Wang Xiyi, Wang Zhenzui. Ini surat nikah kedua anak kita."
"Mengapa seperti ini?"
"Ahhh ini sertifikat nikah dari Bahama, ini ilegal."
"Mengapa bisa begini, ini tidak adil bagi putriku."
"Tapi kau tenang saja. Jiaxin sudah menjadi menantu resmi keluarga Wang. Dan anak yang di kandungnya kelak akan menjadi pewaris dari keluarga Wang."
"Tapi ini tidak bisa terjadi. Aku mau mereka mengadakan pernikahan secara resmi di sini."
"Baiklah, kita adakan pernikahannya. Tapi di mana cucuku dan cucu menantuku?"
-Gudang
*Xiyi menemukan surat Jiaxin, yang berisi...
"Xiyi, maaf aku dan anak ini telah mengacaukan hidupmu, hidup kita telah kacau karena anak ini. Tanpa restu dan cinta, ini tidak akan mungkin. Jadi aku memutuskan untuk Pergi ke Rumah Sakit Sendiri."
"Hah? Rumah sakit, Apakah dia akan mengaborsi anaknya? aku harus ke rumah sakit sekarang." (Xiyi mengira Jaxin akan melakukan aborsi.)
-Halaman rumah Jiaxin.
"Dimana dia? Di mana Rumah Sakitnya?"
"Ehh, Xiyi, ada apa pagi-pagi kau ingin pergi ke Rumah Sakit?"
"Nenek, mengapa kau bisa di sini? Diaa, Chen Jiaxin akan melakukan aborsi. Cepat katakan padaku di mana Rumah sakitnya."
"Aku tidak melakukan apa-apa. Sekarang kita harus cepat ke Rumah Sakit."
"Baiklah, ayoo. Ayoo kita ke Rumah sakit sekarang."
~RS. PUSAT PULAU HUANIAO~
"Chen Jiaxin, Chen Jiaxin, giliranmu."
-Jiaxin menuju ruang pemeriksaan.
"Dengan Nona Chen Jiaxin"
"Iyaa, benar"
"Kau ingin melakukan pemeriksaan? Apakah kau membawa buku pemeriksaan sebelumnya? Berapakah usia kandunganmu?"
"Aaa tidak, ini pertama kalinya aku memeriksanya."
"Baiklah, mari berbaring di sin. Ohh iya, mengapa kau melakukan pemeriksaan sendiri? Di mana suamimu?"
"Aaa, aku tidak ingin merepotkannya."
"Haah? Kau serius? Dia suamimu kan? Mengapa masih bilang merepotkan."
-Xiyi berlari ke rumah sakit dan mencari Jiaxin.
"Dimana departemen kandungan?"
"Di depan, kamar nomor 3"
-Ruang Kandungan.
"Apakah di sini ada pasien yang bernama Chen Jiaxin?"
__ADS_1
"Kamu siapanya?"
"Aku adalah suaminya."
"Di sana."
-Xiyi menuju ruang pemeriksaan kandungan. Dan melihat pemeriksaan Jiaxin dari kaca pintu.
"Lihat, ini bayimu."
"Bayi? Mengapa kecil sekali? Hanya seperti sebutir sagu."
"Nah, dengar... ini adalah detak jantung bayinya."
(Xiyi senang mendengar semua itu.)
"Dia sudah memiliki detak jantung?"
"Benar, suaranya sangat kuat. Pasti akan menjadi bayi yang sehat. Sudah bangunlah. Bayimu sangat sehat, tidak akan terjadi apa-apa. Tapi harus rutin melakukan pemeriksaan kandungan."
"Dokter, saya ingin bertanya. Jika melakukan aborsi. Apakah bayi akan kesakitan?"
"Bukankah kamu datang untuk melakukan pemeriksaan kandungan?"
"Tidak, aku datang untuk melakukan aborsi."
"Nona Chen, apakah kau tau kerusakan tubuh akibat aborsi? Apakah kau sudah mendiskusikan dengan suamimu?"
"Ayah dari anak ini. Tidak menginginkannya. Kami berencana untuk bercerai. Jadii.... Jadiii."
"Maaf aku terlambat." (Xiyi memasuki ruangan pemeriksaan.)
"Siapa kamu?"
"Dokter, aku adalah ayah dari anak ini."
(Dokter meninggalkan mereka.)
"Chen Jiaxin, aku menginginkan anak ini. Aku menginginkannya. Jadi, apakah kau bersedia?"
"Sungguh? Sungguh? Apakah aku boleh melakukannya? Kamu tidak membohongiku? Apakah kau serius?"
"Aku sudah putuskan. Aku ingin anak kita lahir ke dunia dengan selamat."
-Mereka kembali ke rumah Chen Jiaxin dan Menyerahkan hasil pemeriksaan kehamilan pada ibu dan Nenek Xiyi.
"Wahhh, bayinya imut sekali"
"Benar, bayinya sehat."
"Bayinya sangat imut dan sekecil biji sagu. Bagaimana jika memberinya nama Ximi."
"Ahhh Ximi? Bagusss Xiao Ximi. Wahh Xiyi Aku sudah punya Cucu."
"Xiao Ximi? Nama yang bagus."
"Tapi nenek Zhenzhu, adikku Jiaxin sudah hamil, kami awalnya tidak tau siapa ayah dari anak itu. Meski sekarang kami sudah tau. Bagaimana tentang pandangan orang yang masih belum tau?"
"Ahhh kalian tidak usah khawatir. Nanti kita undang semua penduduk di pulau ini. Saya akan langsung mengumumkan bahwa Chen Jiaxin adalah menantu keluarga Wang dan Gup Chen Jie kami. Ahahaha ini bagus. Kau imut sekali."
"Benar? Apakah kau serius."
"Tentu saja."
"Tapi Nenek..."
"Aiaa Xiyii, sudahhlah."
-Acara pernikahan.
"Wahh Cucu menantuku cantik sekali. Xiyi kau sangat beruntung. Dan aku akan memilihi cicit hahaha ini bagus sekali."
"Hahaha iyaa nek iyaaa."
__ADS_1
-Acara pernikahan berlangsung dan setelah selesai acara. Mereka ditempatkan di tempat tidur yang sama.