
Ini adalah kota modern tingkat pertama dengan jumlah penduduk 24 juta orang.
Di zaman ini dimana Ponsel dapat digunakan untuk memesan makanan, memesan mobil, membayar tagihan, berbelanja, Dan bahkan menyampaikan pesan hanya dengan hitungan detik. Ini semakin membuat manusia malas berinteraksi dan jarak antar sesama semakin jauh karena adanya ponsel. Jadi ada sebagian orang yang memilih untuk hidup santai tapi itu bukan aku, karena hidupku di kantor bukan seperti karyawan tapi pembantu.
"Jiaxin, mana kopi ku"
"Jiaxin, pastaku di mana?"
"Jiaxin, mana bakpao ku?"
"Ahh maaf maaf semua ini..." (Sambil memberikan pesanan mereka)
"Jiaxin,, mengapa pastanya dingin??"
"Jiaxin, mengapa ini dingin? Bagaimana aku memakannya!!!" (Mengembalikan pada jiaxin)
"Kau kira jarak warung bakpao dengan perusahaan dekat? Jika kau mau panas kenapa tidak beli sendiri? Dan apa kau tidak ingin membayar makananmu? Jiaxin sudah jauh membelinya dan kau ingin mengembalikannya?" (Siqi sahabat jiaxin)
"Siqi sudahh jangan ribut tentang itu"
"Jiaxin diamm!!!"
"Semuanyaa cepat kembali ke tempat kalian Manajer Wang akan datang." (Seluruh staff lari menuju tempat masing-masing)
*Setelah beberapa menit kemudian ternyata Manajer Wang tidak datang karena terdapat sedikit masalah di kantor pusat.
"Pak Wang, ini bagaimana? Pegawai pabrik dari pulau huaniao datang untuk menanyakan perkembangan pabrik di sana? Mereka sudah kehilangan akal, aku sampai tidak habis pikir." (Anson asisten manajer)
"Kau tenang saja, aku bisa atasi masalah ini."
"Baiklah semoga berhasil."
*Tiba di tempat karyawan pabrik berada.
"Pak Wang bagaimana dengan pabrik? Bahkan gaji karyawan belum di berikan dan kau hanya menyuruh kami kerja kerja dan kerja."
"Benar, kami bisa menuntut anda."
"Benar benar, kami belum di gaji."
"Kalian tenang saja, aku sudah memikirkan tentang pabrik dan gaji kalian akan di berikan dalam minggu ini. Tentang krisis pabrik semua proposal sudah aku perbaiki dan kalian bisa mulai bekerja seperti biasa."
"Taa taa tapii ini masalah serius pak wang."
"Proposalku juga serius, jika tidak ada hal lagi aku permisi. Ingat untuk kembali bekerja besok."
__ADS_1
*Restoran*
"Nenek..."
"Xiyi,,, coba kau lihat-lihat mungkin ada yang cocok. Ingat, pilih yang benar." (menyerahkan beberapa foto perempuan)
"Menurutku ini yang cocok." (Menyerahkan kalung mutiara.)
"Wahh, ini bagus sekali, tapi kau mau merayu nenek? Xiyii pilihlah salah satu gadis itu, apakah kau tidak mau menikah? Berapakah usiamu? Kau tidak litah umurku? Berapa lama aku bisa bertahan? Apakah kau tidak ingin membuat pewaris untuk keluarga Wang?"
"Nenek, bukankah masih ada Zhengren? Mengapa harus aku yang menikah duluan?"
"Berhenti membawa orang lain dalam masalamu. Apakah kau tidak ingin menikah?"
"Mauu!!!! Anna!!!"
"Anna? Kalian sudah sangat sulit bertemu masih saja ingin menikah."
"Nenek, kami bisa melakukan panggilan video jika ingin bertemu, dan kami juga menelfon tiap hari."
"Terserah kau saja."
-Kantor cabang-
"Ehhh,,, Jiaxin sudah datang"
"Gu Chi, maaf membuat kamu menunggu aku tadi sempat lupa."
"Kau terlalu banyak alasan, Sudahlah pulang saja."
"Gu Chi, maaf maafkan aku, aku benar-benar lupa. Bagaimana jika kita berlibur dan naik kapal pesiar."
"Kapal pesiar? Baiklah, dengan begitu aku bisa menikmati hidup mewah dengan kamar VIP."
"Tapi kamar VIP sangat mahal."
"Kau yang mengajakku berlibur jadi kau tanggung semua masalah ini."
"Baiklah, asal kau tidak marah lagi."
*Rumah Wang Xiyi*
"Kencan romantis di kapal pesiar. Wahh ini bagus, sudah lama aku dan Anna tidak pergi kencan, apalagi besok ia akan kembali ke China. Baiklah, mari kita hubungi Anna.!!!"
"Halo Anna.."
__ADS_1
"Xiyi kecil, apakah kau merindukanku?"
"Tentu saja aku merindukan angsa putihku"
"Xiyi... Ini adalah pertunjukan terakhir angsa putih di paris, karena mulai besok aku akan kembali ke China dan hidup bersamamu, karena aku tidak ingin menjadi angsa hitam."
(Anna ingin memerankan angsa putih tapi ternyata ia mendapat peran angsa hitam karena ia bukan asli orang paris.)
"Anna,,, tapi bagiku kau adalah angsa putih paling bersinar. Ohh iyaa... Bagaimana jika kita naik kapal pesiar."
"Kapal pesiar? Baiklahh kau urus saja Xinyi."
"Oke, kau istirahat saja dulu, bye bye."
*Keesokan harinya*
"Pertama-tama, aku harus ke kantor dan meminta izin 3 hari, lalu membereskan barang, dan berangkan bersama Gu Chu. Semoga ini berjalan dengan lancar."
*Perusahaan pusat Cheng Jie*
"Anson, kau atur jadwalku dan urus perusahaan selama 3 Hari ke depan, karena aku harus bersiap untuk kencan kali ini, aku akan memanfaatkannya untuk melamar Anna."
"Baik boss, kau tenang saja. Pikirkan saja lamarannmu untuk nona Anna."
"Baiklah, aku akan menelfon Anna dulu.
" Halo, Anna? Apakah kau sudah tiba di China?"
"Benar, Aku baru tiba di bandara. Kau tunggu di pelabuhan saja. Kita bertemu di sana."
"Baiklah Anna, jaga dirimu baik-baik."
"Anson, Antarkanaku ke pelabuhan, aku dan Anna akan bertemu di sana."
"Baik boss."
*~Pelabuhan kapal pesiar~*
"Wahhh kapal-kapal di sini sungguh besar, heyy Jiaxin, kau tidak salah mengajakku berlibur naik kapal pesiar, disini juga banyak wanita cantik dan seksi."
"Tapii Gu Chi mengapa kau melihat wanita lain? Aa aku pacarmu."
"Chen jiaxin, diam kau tidak mengerti, bawa barangku aku ada urusan sebentar." (Gu Chi mengejar wanita seksi yang meliriknya barusan.)
-Karena Gu Chi ada urusan. Jadi, chen jiaxin membawa barangnya dan milik Gu Chi ke kamar.
__ADS_1