Kamu Takdir Cintaku

Kamu Takdir Cintaku
Episode 11


__ADS_3

TAMAN SEBRANG.


"Ehhh, Chen Jiaxin. Kebetulan sekali, apa yang kau lakukan di sini?"


"Emmm Dylan. Aku hanya duduk saja."


"Kau kenapa? Apakah ada masalah? Mengapa kau terlihat cemas dan lesu?"


"Tidak, tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja."


"Jiaxin, jika kau punya masalah ceritakan saja padaku. Aku temanmu,"


"Aku tidak apa-apa Dylan. Hanya saja tadi aku mendengar perkataan Dokter Hao dan Xiyi. Dokter bilang bahwa kali ini dia menemaniku agar Dokter Hao bersedia menjadi juru bicara dari perusahaannya. Dan dokter Hao juga bilang bahwa Xiyi hanya memanfaatkanku saja. Dann tidak tau mengapa saat mendengar semua itu aku sedih sekali."


"Tidak apa Jiaxin, kau sedih itu wajar. Mungkin saja anak dalam kandunganmu kesal pada ayahnya, karena itu kau jadi sedih. Itu hal yang wajar, lagi pula kau tau sendiri Wang Xiyi seperti apa."


"Kau benar Dylan, aku tidak seharusnya seperti ini. Aku harus sadar bahwa Aku dan Xiyi hanya menikah di atas kertas. Dan setelah anak ini lahir kami akan kembali menjalani hidup masing-masing."


"Sudah, jangan bersedih. Mari aku bawa ke suatu tempat."


"Ehhh, kemana?"


"Ayo ikut saja."


POHON HARAPAN.


"Ini, untukmu." (menyerahkan papan harapan.)


"Ini....."


"Itu papan harapan, kau bisa menulis harapanmu di sana lalu menggantungnya di pohon itu, mungkin suatu saat nanti harapanmu akan tercapai."


"Emmm baiklah, Harapanku adalah semoga kau segera menemukan adikmu dan kalian bisa berkumpul lagi. Karena jika semakin banyak orang yang mendoakan mungkin akan segera terkabulkan."


"Tidak, Jiaxin. Itu adalah harapanku, kau tulislah harapanmu sendiri. Itu tidak perlu. Aku tau kau ingin membantuku tapi harapanmu adalah milikmu sendiri bukan orang lain."


"Emm, baiklah. Aku akan menulis harapanku di sini."


Jiaxin menulis harapannya sendiri. Itu berisi...


'******Aku ingin,


Xiao Ximi, Ibu Xiao Ximi, dan Ayah Xiao Ximi Hidup bahagia selamanya.


 


~Chen Jiaxin****~


 


"Jiaxin, Apakah sudah selesai?"


"Ahh, sudah."


"Mari aku bantu ikatkan di pohon harapan."


'Emmm, terima kasih Dylan."


"Ahhh... Selesai. Jiaxin, mari ku antar kau pulang."


"Tidak Dylan. Aku tidak akan pulang ke rumah, aku akan mengunjungi Nenek di Rumah Sakit."


"Emmm, aku antar saja. Aku juga ingin tau keadaan Nenek Wang."


"Terima Kasih Dylan."


RS. BESAR SHANGHAI


"Apa kabar Nenek Wang? Aku kemari untuk mengantar Jiaxin dan sekaligus melihat keadaanmu. Aku harap kau segera sadar dan aku akan membawamu melihat galeri seni. Kau dengar itu kan. Jadi itu saja aku pergi dulu. Selsmat tinggal Nenek Wang, semoga kau segera bangun."

__ADS_1


"Jiaxin, aku pergi dulu."


"Baiklah, hati-hati di jalan Dylan."


"Emm. Terima kasih."


Beberapa menit kemudian, Xiyi mendapat kabar Anson bahwa berita tentang Jiaxin berselingkuh dengan Dylan sudah tersebar hingga Pulau Huaniao. Ia merasa kasihan pada Jiaxin lalu mencarinya.


"Halo Bos, Gawat."


"Ada apa"


"Gawat, ini gawat sekali, Siput. Siput diaaa.... "


"Ada apa dengah Jiaxin? bicarakan pelan-pelan."


"Penduduk Pulau mendengar kabar kalau Siput berselingkuh darimu dan semua orang membicarakannya. ini gawat bos."


"Mengapa bisa begini?"


"Aku juga tidak tau, mungkin ada orang dalam bos."


"Baik, aku mengerti."


(Xiyi Menelfon Jiaxin.)


"Chen Jiaxin, kau dimana sekarang?"


"Aku menemani Nenek di rumah sakit."


"Baiklah, Tetaplah di sana. Jangan kemana-mana sebelum aku datang."


"Emmmm, kenapa? Xiyi, Xiyiii... Halo." ( Panggilan terputus)


"Ada apa dengan Xiyi.... Hmmm."


1 Jam Kemudian.


"Aku bai-baik saja. Ada apa Xiyi? kenapa kau panik sekali?"


"Apa kau sudah tau rumor tentangmu?"


"Emmm Xiyi, Sudahlah. Aku memang salah. Tapi aku dan Dylan, kami hanya berteman dan waktu itu Nenek memintanya untuk menemaniku melakukan pemeriksaan kandungan. Tapi tentang masyarakat Pulau, aku tidak berani menjelaskan pada mereke." (menangis)


Xiyi memeluk Jiaxin.


"Chen Jiaxin, kau tidak boleh begini. Kau tidak boleh diam saja. Kau punya aku, aku suamimu. Aku akan mebantumu menyelesaikan semua ini."


(Nenek Wang membuka matanya dan tertawa melihat mereka berpelukan. karena Sebenarnya Nenek Wang sudah lama sadar.)


"Xiyi, Terima Kasih. Kau baik sekali, kau selalu saja membantuku."


"Aku suamimu. Ayo selesaikan rumor ini sekarang juga."


"Sekarang?"


"Benar, Ayo kita pergi ke Pulau Huaniao sekarang."


"Tapi Xiyi.."


Xiyi menarik tangan Jiaxin.


PULAU HUANIAO


"Jiaxin, Pergilah. Jelaskan pada mereka semua. Kau pasti bisa."


"Tapi Xiyi, Aa Akuuu"


"Jiaxin, jangan takut. Aku di sini. Pergilah."

__ADS_1


"Semuanya... Maaf, akuu. Maafkan aku."


"Jiaxin, apakah kau benar-benar berselingkuh dari Tuang Wang? Jiaxin jawab kami."


"Iya Jiaxin, Mengapa kau berselingkuh."


Melihat respon semua orang, Xiyi menghampiri Jiaxin.


"Chen Jiaxin, cepat jelaskan pada mereka semua. ayo"


"Emm. Tapi Xiyi, akuu..."


"Jiaxin, ingat. Demi Xiao Ximi, Nenek, dan Keluarga Wang."


"Baik. aku akan jelaskan pada mereka."


"Semuanya, maafkan aku tentang rumor yang kalian dengar. Aku tegaskan bahwa aku sama sekali tidak berselingkuh dan Dylan,,,, Dylan adalah temanku. Waktu itu kami bersama karena Nenek memintanya mengantarku dan itu hanya kesalah pahaman."


"Ahh benar, lagi pula tidak mungkin Jiaxin kita berselingkuh."


"benar, iyaaa Jiaxin tidak mungkin selingkuh."


"Baiklah, semuanya... karena masalah sudah selesai kami pergi dulu."


"Selamat tinggal Tuan Wang."


"Jiaxin, apakah kau baik-baik saja?"


"Ibu, aku tidak apa-apa. Ada Xiyi yang selalu menjagaku."


"Benarkah? Apakah dia menindasmu hingga kau berkata seperti itu?"


"Ahh Bu, aku tidak mungkin menindas Jiaxin. Dia istriku, Aku akan selalu menjaganya."


"benar bu, Xiyi sama sekali tidak menindasku."


"Syukurlah, kalian kembalilah. Jiaxin, jaga dirimu bai-baik."


"Iya bu, Kau juga jaga diri baik-baik. Aku pergi dulu."


SHANGHAI


"Jiaxin, Kau istirahatlah, aku akan pergi ke perusahaan."


"Em,, baiklah."


CHENG JIE GROUP


"Bagaimana perkembangan Warisan?"


"Bos, sepertinya hanya Dokter Hao yang dapat meyakinkan semua Klien untuk setuju pada proyek Warisan kita. Aku sudah mencari semua cara dan hanya Dokter Hao saja yang dapat membuat mereka percaya dan yakin pada produk kita."


"Tapi, sepertinya itu sudah tidak mungkin. Karena mungkin Dokter Hao Sudah membenciku."


"Mengapa bisa begitu? apakah anda menyinggungnya?"


"Hmmm. Bisa dibilang seperti itu."


"Ohh.. Bagaimana mungkin."


"Sudahlah. Aku pergi dulu."


PARIS.


"Mengapa akhir-akhir ini Xiyi tidak pernahmenghubungiku? Dan dia juga tidak pernah mengirim bunga untukku. Apa yang terjadi padanya? Apakah dia sibuk? Tapi dari dulu walaupun sesibuk apapun dia tetap ada waktu untukku."


"Emmm, aku telfon saja."


'Kringg... Kring....' (Panggilan dari Anna. Xiyi sedang mandi dan Hp nya ada di kamar. Jiaxin melihatnya).

__ADS_1


"Ehh, Anna. Tapi Xiyi tidak ada. Akuuu apakah harus mengangkatnya. Tapi... Ahh biarkan saja."


"Mengapa Xiyi tidak menjawab panggilanku? Ada apa ini. Tapi, aku tidak boleh berfikir macam-macam. Aku tidak boleh berfikir macam-macam. Mungkin ia memang sibuk. Emm aku tidur saja."


__ADS_2