Kamu Takdir Cintaku

Kamu Takdir Cintaku
Episode 12


__ADS_3

Kakak Jiaxin pergi Shanghai karena karena bertengkar dengan suaminya (Tiancu).


"Halo, Jiaxin. Kau dimana? Aku di Shanghai dimana kau sekarang?"


"Ahh kak, mengapa kau di sini? Aku di rumah sekarang."


"Baiklah aku akan ke sana."


RUMAH BESAR WANG


"Kakak, mengapa kau tidak bilang dari awal jika ingin ke mari? Dimana kakak ipar?"


"Aku bertengkar dengannya. Aku kabur dari rumah."


"Kakak, tidak baik seperti itu. Lagi pula kau sedang hamil sekarang."


Xiyi datang.


"Ehh, kakak ipar. Kau disini? Kau kemari bersama suamimu? Dimana dia?"


"Xiyi, Jiaxin. Jangan bahas orang itu aku ingin bersenang-senang sekarang. Ayo kita berbelanja."


MALL, setelah beberapa jam kemudian.


"Ahhh, aku senang sekali. Sudah lama tidak membeli sebanyak ini."


"Kak, apakah sudah selesai? Kita bisa pulang sekarang?"


"Emm yaaa. Mari kita pulang."


LIFT.


"Ini lift? Aku takut. Ini pertama kali aku menggunakannya."


"Kakak, kau tenang saja. Kita tidak apa-apa."


Brak!!!


Lift tiba tiba rusak.


"Jiaxin, Xiyi apa yang terjadi? Aaaa mengapa bisa beginii. Ahhhh aku takut sekali. Akuu aa perutku sakit."


"Xiyi, bagaimana ini? Mungkin kakak akan melahirkan."


"Aku hubungi keamanan sekarang."


"*Halo, lift di sini rusak dan aku harap kalian bisa segera memperbaikinya."


"Tuan, kami butuh 10 menit untuk memperbaikinya."


"Tidak bisa. Ada ibu hamil di sini dan dia akan melahirkan. Tolong kalian hubungi dokter kandungan."


"Baik tuan. Ini sudah tersambung dengan Spesialis Kandungan Dokter Hao."


"Halo Dokter, di sini ada ibu hamil yang akan melahirkan. Keadaannya sangat buruk sekali dia panik dan kami juga bingung."


"Kau berusahalah untuk menenangkannya dan atur nafasnya. Ingat tenangkan dia sebelum aku tiba di sana."


"Tapi dia sudah akan melahirkan."


"Minta dia untuk tarik nafas pelan-pelan jika masih ingin melahirkan kita bisa mencoba untuk pertolongan pertama."


"Dokter, dia sudah mulai tenang dan lift juga sudah terbuka."


"Baik, segera bawa ke rumah sakit."


"Hmmm, ternyata di saat seperti ini anak itu bisa di andalkan juga." (Dokter Hao mengubah sudut pandangnya pada Xiyi.)


RUMAH SAKIT.


"Kak, anakmu lucu sekali."

__ADS_1


"Iyaa, mirip sekali denganku."


"Ahhh, benar sekali. Xiyi, kau ingin menggendongnya?"


"Aaa? Boleh?"


"Tentu saja boleh, gendong saja. Bukankah sebentar lagi bayi kalian juga akan lahir."


"Emmm, iyaa." (Xiyi menggendong Keponakannya)


"Lucu sekali, ehh apakah Xiao ximi nanti akan mirip denganku atau ibunya? Mata, hidung, mulut. Hehe mulut saja, ehh... jangan-jangan dia akan mewarisi sifat ibunya. Ahh itu tidak boleh, tapi jika dia mewarisi tempramenku, sepertinya itu juga tidak baik." (Ujar Xiyi dalam hatinya.)


"Kakak, apakah kau tidak memberitahu kakak ipar bahwa kau sudah melahirkan?"


"Tentu saja sudah, kau pikir aku bisa pulang sendiri ke rumah? Lagi pula aku tidak akan merepotkan kalian. Kau tenang saja sebentar lagi dia akan tiba di sini."


"Syukurlah,"


"Jiaxin, kelak saat usia kandungan mu membesar, kau jangan sampai seperti aku yang bertengkar dengan kakak mu hanya karena masalah sepele. Aku tidak mau kau melahirkan tanpa suamimu, aku harap kau dapat melahirkan dengan aman."


"Iya kak." (Jiaxin terlihat murung karena mengingat Xiyi sama sekali tidak mencintai nya.)


"Istrikuu... Istriku,, di mana anak kita? Apakah kau baik-baik saja? Dimana anak kita?"


"Di sana." (menunjuk pada Xiyi)


"Ohh anakku, kau lucu sekali. Ahh bayi montokku."


"Jiaxin, Xiyi. Kalian pulanglah, Tiancu sudah di sini. Kau istirahatlah kasian bayimu."


"Tapi kak, kalian hanya berdua di sini."


"Sudahlah, lagi pula kami akan segera pulang."


"Baiklah, aku pulang dulu."


"Sampai jumpa kakak ipar."


"Kakak tenang saja, aku akan menjaga Jiaxin dengan baik. Kami pergi dulu." (berjalan keluar kamar pasien)


"Jiaxin, aku harap saat kau melahirkan nanti semuanya lancar dan tidak ada kendala apapun. Saat melihat kakak ipar tadi, aku Merasa kasihan sekali ia bahkan mempertaruhkan nyawanya. Kelak, saat kau melahirkan aku akan selalu menemanimu hingga persalinannya selesai."


"Terima kasih Xiyi."


"Tidak perlu, ini demi Xiao Ximi. Lagi pula aku ayahnya. Jiaxin, kau pulanglah aku akan mengunjungi nenek lalu pergi ke perusahaan."


"Xiyi, aku akan ikut menemui nenek."


"Kau sudah terlalu lelah, tidak baik bagi kandungan. Pulang saja dan istirahatlah."


"Baiklah, Xiyi aku pulang dulu."


RUANG VIP


"Nenek, kalau aku kalah di rapat dewan direksi, maka aku tidak akan dapat melindungi warisan. Apakah kau akan menyalahkanku? Nenek Apakah kau tidak akan sadar?"


Anson memasuki kamar pasien.


"Mengapa kau kemari?"


"Bos, kau akan menghadapi semua dewan direksi, mungkin kau akan dikeroyok dan aku akan berakhir tragis kehilangan pekerjaan denganmu, jadi aku ingin menemui ketua dewan selagi masih menjadi staf Chen Jie."


"Kau tenang saja aku akan merekomendasikan pekerjaan untukmu."


"Sudahlah, lupakan saja. Aku tidak akan mengikuti sembarang bos. Jadi kau harus bertahan."


Drit Drit, bunyi pesan milik Anson.


"Ahh, Siapa yang mengirim pesan di saat seperti ini." (Anson melihat ponsel dan ternyata itu kabar dari Eropa.)


"Bos, ada kabar dari Eropa mereka memberitahukan hasil PIF yang telah lolos."

__ADS_1


"Benarkah? Ahh syukurlah, jadi kita sudah bisa tenang sekarang."


"Benar Bos, Mari kita segera ke perusahaan dan menenangkan semua dewan direksi."


Perusahaan Chen Jie


"Perusahaan sudah mengeluarkan banyak uang untuk mempertahankan posisi, tapi harga saham terus menurun."


"Ketua dewan juga terbaring dirumah sakit, kita juga tidak mungkin menyulitkan Wang Xiyi."


" Tapi dengan keadaan perusahaan seperti ini, atas dasar apa dia harus menjabat?"


"Yang paman-paman katakan itu benar, sebagai bagian dari Grub Chen Jie, dia seharusnya meminta maaf pada Zhou Zhan dan mendapatkan kembali kerja sama." (Ujar Zhengren.)


"Menyuruhku meminta maaf? Itu tidak mungkin." (Xiyi memasuki ruang rapat.)


"Akhirnya kau dangang juga." (ujar ketua dewan.)


"Aku akan menunjukkan sesuatu pada kalian semua, ini laporan informasi produk yang baru saja disetujui oleh pemerintah Perancis. Dokumen ini merupakan persetujuan kosmetik Eropa. Kalau mau dapatkan ini, harus uji efektivitas dan laporan pengujian keamanan termasuk bahan kemasan, komposisi, semuanya harus diperiksa dengan ketat. Bahkan peelu pemeriksaan dari ahli toksikologi. Kami sudah menghabiskan waktu selama 3 tahun agar produk warisan bisa dapatkan persetujuan.


"Memangnya kenapa jika sudah dapat persetujuan? Masalah sekarang adalah Haifei sudah mengakhiri kerjasama dengan perusahaan, saham sedang menurun dan pasar sedang bergejolak. Kau jangan mengalihkan topik." (Ujar Zhengren)


"Zhengren, kau itu kuliah di luar negeri, tidak akan tau tentang dokumen informasi produk, Aku meragukan pendidikanmu."


"Tentu saja aku tau."


" kalau kau tau, lalu Siapa yang mengalihkan topik? Kau, atau aku?"


Zhengren duduk terdiam karena malu.


"Ketua dewan sekalian, dengan adanya dokumen ini maka produk kita telah menjadi produk dalam negeri pertama yang bisa dijual di mana pun di Eropa. Produk lokal diekspor bukan hanya omong kosong saja. Chen Jie kita akan mengubah sejarah."


"Lupakan soal itu, Mari kita bahas tentang penggantian direktur."


"Tapi, Bukankah Direktur Wang bisa mendapatkan persetujuan dari Erop? dan itu sudah membuktikan dirinya."


"Tapi dia terlalu keras kepala untuk menjadi direktur. Dan selalu bertindak semena-mena, Bagaimana bisa para konsumen mempercayainya?"


(Semua dewan direktur berdebat hingga akhirnya Dokter Hao datang.)


"Hey Dokter Hao."


"Halo, tuan Lu."


"Ehh,, Dokter Hao, Kenapa Anda datang ke sini?" (tanya Xiyi terheran-heran.)


"Para hadirin, hari ini aku datang ke sini sebagai konsultan WHO, aku sudah menerima undangan dari Direktur Wang, aku bersedia menjadi juru bicara Warisan."


"Selamat bekerja sama Xiyi," (Dokter Hao menjulurkan tangan pada Xiyi.)


Xiyi menjabat tangan direktur Hao, "Terima kasih Dokter Hao,"


"Terus terang, aku jarang sekali melihat pemimpin yang rajin dan tekun seperti ini. Jadi, daripada percaya pada warisan, lebih baik mengatakan aku lebih percaya pada Wang Xiyi. Baiklah, semuanya aku permisi dulu."


"Terima kasih Dokter Hao." (Ujar semua ketua dewan.)


"Halo, Jiaxin. kau tenang saja suamimu sudah aman sekarang. Lain kali jika bukan tentang mau melahirkan, Kau tidak perlu menghubungiku sepagi ini."


"Ahh terima kasih Dokter Hao, dan Maaf telah merepotkanmu."


"Tidak masalah. Aku tutup dulu." (menutup panggilan.)


"Dokter Hao, tunggu." (Xiyi mengejar Dokter Hao.)


"Ada apa?"


"Dokter Hao, Terima Kasih kau telah bersedia menjadi Juru bicara Warisan. Tapi, mengapa kau bersedia? bukankah sebelumnya kau menolak?"


"Untuk masalah ini, sebaiknya kau tanyakan langsung pada Jiaxin." (Dokter hao pergi.)


"Apa? Jiaxin? Hmm ternyata dia, Dia sudah membantuku. Seharusnya aku lebih memperhatikannya. Ehh, bukankan sekarang dia ada les kandungan. baiklah, aku akan menemaninya." (Xiyi menuju tempat les kandungan."

__ADS_1


__ADS_2