Karma mantan pelacur

Karma mantan pelacur
10.rahasia masa lalu terbongkar kakak


__ADS_3

Bawaan dede bayi pak. Ucap Jimmy lagi.


kakak dan bapak Atika terlihat senang dengan kabar dari menantunya, pak karmin yang tadi cemas karna takut ada apa-apa dengan rumah tangga putrinya mulai merasa lega.


***


"Aku pamit pulang, " Ucap Jimmy berpamitan.


Karna hari sudah mulai sore, Jimmy harus kembali ke jakarta ada pekerjaan yang harus segera dia selesai kan.


"Aku titip kan Doni putra ku, jangan sampai kamu melampiaskan kesalahanku pada Putra ku, " Atika berpesan sebelum suaminya berlalu.


Jimmy hanya menatap nya sebentar lalu keluar dari kamar yang akan menjadi tempat istirahat Atika selama di kampung.


"Pak, saya pamit Pulang Dulu mungkin seminggu lagi saya kembali ke sini, " Ucap Jimmy berpamitan pada Ayah mertua.


"kenapa tidak menginap walau hanya semalam.? " Jawab ayah mertua heran.


"Maaf Pak, ada pekerjaan yang harus segera saya selesai kan,? Ucap Jimmy beralasan.


Selesai berpamitan Jimmy pun pergi meninggalkan Rumah yang ukurannya tidak sebesar Milik nya di jakarta.


Atika yang sedang berada di kamar, Tiba-tiba mersa sangat sedih teringat ke dua putranya yang belum satu hari dia tinggalkan.


Atika yang bersusah payah menahan kesedihannya di hadapan ayah nya, tapi di saat sendirian dia tidak dapat lagi membendung buliran bening yang meluncur begitu saja tanpa permisi.


"Aku tau kamu sedang tidak baik-baik saja, " Nita datang tanpa mengetuk pintu.


Atika yang mendengar suara dari arah pintu kamarnya merasa kaget, dan tidak sempat untuk menyembunyikan air mata nya yang sejak tadi mengalir deras.


"Apa maksud mu, "jawab Atika


" kamu bisa menyembunyikan nya dari bapa, tapi aku tidak bisa kamu bohongi, Ayolah jujur saja, aku kakak mu, bukankah dengan bercerita bisa sedikit membuat hati mu tenang,?" Anita berbicara sambil mendekati Atika yang sedang duduk bersender di atas ranjang.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, " Atika menjawab dan enggan bercerita pada kakak nya.


Atika dari dulu tidak pernah mau bercerita masalah pribadi kepada kakanya, walau pun Anita kakak kandung nya tapi Atika tidak bisa percaya pada kakak nya sepenuhnya.


bukan tanpa Alasan Atika tidak nyaman bercerita pada kakanya, Atika yang tau sifat kakaknya yang tidak bisa mnjaga rahasia dan Anita adalah si ratu gosip di kampung nya.


"Tikaa tikaa, masalah sebesar apa yang kamu alami sih hah, sampai meninggalkan anak suamimu di jakarta, apa kamu tidak takut suami tampan mu itu nanti membawa perempuan lain ke istana kalian hmm, " Ucap Anita sambil bersidakap dada dan memperhatikan wajah Atika.


Atika yang tadi nya mulai masa bodo pada suaminya, kini hati nya mulai cemas, kata-kata dari nita membuat nya berpikir, dan takut suaminya akan mengulangi nya lagi, walau pun Atika mantap untuk bercerai, tapi dalam hati Atika dia masih sangat menyayangi suaminya.


"Tolong ka, jangan ganggu aku, aku lelah ingin beristirahat, " Ucap Atika pada kakanya ,tika hanya beralasan karna merasa risih pada setiap kata yang kakaknya ucapkan.


Anita keluar dari kamar Atika dengan raut wajah sedikit mengejek.


Atika tidak mengerti kenapa mempunyai saudara satu-satunya tapi tidak bisa menjadi tempat nya ber cerita membagi suka dan duka.


"Tika, bapak tidak memaksa mu untuk cerita, tapi bapak yakin kalau ada sesuatu di antara kalian," Ucap ayah Tika tiba-tiba.


Atika yang berniat ke dapur untuk mengambil air minum Langkah nya tiba-tiba terhenti saat mendengar ayah nya berkata begitu.


"Maaf kan Atika pak, kalau kedatangan Atika ke sini malah membuat bapa jadi cemas, " ucap Atika pada ayah nya.


"Bapak tidak akan memaksa mu bercerita Nak, tapi apapun masalah nya selesai kan lah dengan baik-baik, jangan tersulut emosi. " Ucap ayah Atika menasehati.


Ayah Atika berlalu karna sebentar lagi adzan magrib , ayah Tika memang membiasakan shalat magrib di mesjid yang letak nya tidak jauh dari rumah milik nya.


Di dapur Atika duduk di kursi meja makan sambil berpikir bagai mana caranya dia bercerita masalah nya pada ayah nya, sedangkan ayah nya tidak tau bagai mana putri bungsu nya yang dia percaya adalah mantan sang Kupu-kupu malam.


Penyesalan yang tidak ada gunanya membuat nya tambah emosi, hati nya sakit membayangkan bagai mana hancur nya perasaan ayah nya nanti Jika tau kalau Atika senakal itu.


"maaf kan Atika pak, Atika menyesal sudah gagal menjadi anak yang bapak harap kan, Atika sudah menjadi perempuan Hina Pak, perempuan yang menjijikkan karna tidak bisa menjaga kehormatan nya untuk di berikan kepada suaminya, dan malah memilih menjual kehormatan ini untuk laki-laki hidung belang. " Atika berucap sambil menangis.


Tanpa Atika sadari bahwa di belakang Atika sudah ada Anita yang mendengar semuanya.

__ADS_1


Nita melongo mendengar semua ucapan adik kandung nya, Anita selama ini tidak pernah menyukai Atika, karna Anita Iri dia merasa sejak dulu Atika selalu lebih beruntung darinya.


Tapi kali Ini Anita merasa benar-benar tidak menyangka adik nya yang sangat di sayangi ayah nya ternyata pernah menjadi perempuam Hina.


****


Jimmy yang sudah berada di jakarta ternyata tidak langsung pulang ke rumah, tapi Jimmy pergi ke tempat karoke bertemu teman-temannya.


"Jim, istri Lu..kenapa di tinggal di kampung , mau kawin lagi ya lu, " Ucap Vano pada Jimmy mengejek.


"Dia lagi pengen di kampung dulu, " Jawab Jimmy.


"ada apa sih, Perasaan dari pertama datang itu Muka kusut banget, " Tanya Vano pada Jimmy.


"Tika tau semunya tentang ku sekarang, " Jawab Jimmy Jujur.


"maksudnya? Tika tau semuanya gimana? " tanya Vano penasaran.


Jimmy menceritakn semuanya, Karna Vano memang tau semua masa lalu Atika. dan Tau semuanya tentang Jimmy.


"Wah kacau Lu Jim, Terus orang tua Lu dan mertua Lu gimana, " Vano semakin penasaran.


"Orang tua ku sudah tau semuanya, sedangkan mertua belum tau, dan parah nya Orang tua ku minta aku cerai sama Tika. " Jimmy menjawab sambil memijit kepalanya yang terasa Pusing.


"Jim ini semua bukan cuma salah Tika, Lu kan tau dia dulu kaya gimana, dan Lu yang lebih tau kan Atika sekarang kaya gimana? " Ucap Vano mencoba memberi nasehat.


dalam hati Jimmy sebenarnya membenarkan ucapan Vano, tapi Jimmy juga merasa kecewa pada dirinya kenapa tidak berpikir panjang saat akan menikahi Atika.


"aaaahhh, pusing kepala ku Van, sudah lah jangan membahas ini, aku kesini mau happy bukan mau pusing, " Jimmy berteriak sambil bersender di sofa yang dia dudukki.


Jimmy dan Vano kembali meminum minuman beralkohol yang sudah tersedia di meja.


"telpon siapa, " Jimmy bertanya Pada Vano yang terlihat sibuk memainkan ponsel nya.

__ADS_1


"Biasalah," Jawab Vano menyeringai.


"Pesan kan juga satu Untukku, " Ucap Jimny memerintah.


__ADS_2