
"Biasalah," Jawab Vano menyeringai.
"Pesan kan juga satu Untukku, " Ucap Jimny memerintah.
"Serius Lo! " Jawab vano tak percaya.
Jimmy hanya mengangguk, sedangkan Vano hanya mengikuti perintah sahabat nya yang sedang Kacau.
Vano juga sudah mengingatkan sahabatnya untuk berfikir lagi dengan keputusannya memesan Wanita bayaran.
hanya menunggu waktu 30 Menit yang di nanti-nanti Vano pun datang.
ada seorang laki-laki yang di telpon Vano untuk membawa dua wanita bayaran yang dia pesan untuk dirinya dan Sahabat nya.
"Bos cewek yang kamu minta enggak ada, dia lagi dateng bulan aku bawa cewek cadangan buat temen si bos. " Ucap laki-laki yang Vano kenal sambil berbisik.
" ya sudah ini juga Ok lah, nih uang tips buat Lu." ucap Vano sambil memeberikan selembar uang warna merah kepada laki-laki yang mengantar dua wanita bayaran nya.
Laki-laki yang sudah mendapat kan Uang tips dari Vano berlalu dari tempat karoke.
salah satu wanita malam yang Vano pesan menatap Jimmy tidak berkedip, perasaan wanita itu mengatakan bahwa laki-laki yang di hadapannya seperti tidak Asing baginya.
"Dia sahabat ku, yang akan memakai mu, " Ucap Vano yang menyadari wanita bayaran itu memperhatikan Sahabatnya.
"Ok," Ucap wanita itu sambil tersenyum menggoda
Sedangkan Jimmy dan Vano terpisah membawa masing-masing pasangannya menuju Hotel .
Jimmy tidak bisa merubah kebiasaan buruk nya saat sedang ada masalah. Mabuk-mabukan Lah yang dia lakukan dan memesan Wanita bayaran untuk melampiaskan ke kekesalannya.
Jimmy menyewa jasa wanita bayaran hanya untuk hiburan baginya, Jimmy sadar kalau yang di lakukannya akan menambah hati Istrinya semakin terluka, Tapi setan selalu menang Untuk menggoda.
Setibanya di depan Hotel Jimmy tidak langsung Keluar mobil. Jimmy yang memegang Ponsel nya tiba-tiba berharap akan Ada pesan masuk Dari Istrinya, Tapi Nihil tidak ada satu pesanpun yang masuk dari Atika..
"Apa kita akan main dalam Mobil, " Ucap Tiara Pada Jimmy.
Tiara wanita malam yang Vano pesan untuk Jimmy ternyata adalah teman Atika dahulu.
Jimmy keluar dari dalam mobil tanpa menjawab pertanyaan Tiara, dan segera memesan kamar.
__ADS_1
setibanya di dalam Hotel Jimmy sedang berada di kamar mandi.
tiba-tiba Ada panggilan Masuk dari Ponsel Jimmy.
"Atika, "Tiara menganga dan Kini ingatannya kembali, Tiara Kini mulai ingat kalau laki-laki yang berada dalam satu kamar itu adalah laki-laki yang dia lihat di foto keluarga ruang tamu sahabatnya, ya Atika yang dia anggap sebagai sahabat nya.
" kenapa kau memegang Ponsel Ku." Jimmy merebut ponsel Milik nya dengan kasar
"ka.. kaau, " Tiara tergagap, karna tidak menyangka bahwa suami sahabatnya adalah laki-laki brengsek.
Walau pun Tiara tau Atika tidak pernah mau menganggap Nya sahabat sejak menikah, tapi Tiara tetap menganggap Atika adalah sahabat nya.
"Siapa Atika, yang menelpon mu, " Tiara bertanya pada Jimmy.
"Bukan Urusan mu, " jawab Jimmy sinis.
"Apa Ini foto Atika yang menelpon mu, " Tiara bertanya sambil melihatkan foto kontak Watssap Atika.
"Dari mana kau mengenalnya, " Jimmy bertanya heran.
"Apa kamu suami dari Atika sahabatku, " Tiara berteriak.
"Jadi laki-laki yang menikahi sahabat ku adalah laki-laki yang brengsek, " Tiara tersulut emosi.
Jimmy mengacak rambut gusar. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita bayaran yang menjadi teman dekat Istrinya.
"Aku akan memberi tahu kan Atika sekarang, " Ancam Tiara pada Jimmy.
"Jangan main-main dengan ku, kalau kamu memang sahabat Atika, lalu kenapa kamu akan memberi tahu kan kabar yang akan menyakitinya, " Jawab Jimmy sengit.
perdebatan Jimmy dan Tiara di dalam hotel cukup panjang, pada akhirnya Tiara mengalah, demi sahabatnya Tiara berjanji akan menutup rapat-rapat rahasia suaminya, dan malam ini Tiara dapat bayaran dua kali lipat tapi tidak jadi melayani Jimmy.
Setelah kepergian Tiara Jimmy menjatuhkan Tubuh nya ke atas kasur, ada bimbang dalam hati nya, dia takut kalau sahabat Istrinya tiba-tiba berubah pikiran dan akan memberitahukan semuanya pada Istrinya.
"Kenapa aku merasa takut kehilangan Atika, " Ucap Jimmy tanpa sadar.
Ada perasaan Aneh dalam hati Jimmy, biasanya Jimmy tidak terlalu mengkhawatirkan Atika, tapi malam ini Jimmy sangat merindukan Pesan-pesan dari Atika yang menurut nya dulu sangat mengganggu.
Jimmy juga takut kalau tiba-tiba Atika benar-benar akan pergi selamanya dari hidup nya.
__ADS_1
***
"Mbok, kenapa papa belum Pulang juga? Mama juga kenapa enggak nunggu Doni dulu mau ke rumah Kakek, " Ucap Doni pada si Mbok.
di rumah Doni dan Dani tidak mau makan Malam walau pun Mbok Mimin Sudah berusaha membujuk keduanya.
"mungkin Bapak lagi di jalan Nak, nanti Mbok coba telpon ya."
"sep.. Asep, " Mbok mimin berlari sambil teriak me manggil Pak Asep yang bekerja Sebagai supir di Rumah Jimmy.
" Ada apa sih Mbok teriak - teriak. " Ucap pak Asep pada Mbok Mimin.
"Sep, tolong telpon Pak Jimmy, kasian Doni sama Dani mereka nanyain bapa, kalau Ibu kan memang mau menginap di kampung sedangkan Bapak Janji akan Pulang. " Ucap Mbok Mimin menjelaskan.
Tapi saat Asep akan menelpon majikannya, terdengar suara klakson mobil yang ada di depan gerbang Di hadapannya.
"Walah Panjang umur, tuh Mbok itu mobil Bapak, " Ucap pak Asep menunjuk mobil di depan gerbang dan berlari membuka gerbang.
" Alhamdulillah, untung bapa cepet pulang Anak-nak belum pada makan malam Pak, " Mbok Mimin berkata sambil membuntuti Jimmy.
Langkah kaki Jimmy berhenti saat mendengar penjelasan Mbok Mimin, Jimmy merasa kaget karna sudah Pukul 11 Anak-anak belum makan Malam.
"Dimana Anak-anak, " Tanya Jimmy pada Mbok Mimin.
"Anak-anak ada di kamar nya Pak, " Jawab Mbok Mimin.
Jimmy dengan tergesa-gesa menuju kamar Dani dan Doni, setibanya di kamar Jimmy melihat ke dua anaknya sedang menangis di atas ranjang, sedangkan makan malam di atas meja samping ranjang belum tersentuh sama sekali.
"Papa... " Teriak Dani turun dari ranjang.
"Papa, Kenapa Mama enggak ngajak Dani ke rumah Kakek, huuuu. " Doni terisak sambil memeluk Papa nya.
Sedangkan Doni hanya menunduk di atas kasur sambil terisak, Doni dan Dani tidak pernah di tinggal oleh Atika walau hanya sehari, tidak heran kalau mereka merasa sedih saat pulang sekolah mereka tidak di sambut mamanya.
"Dani mama mu hanya sebentar di sana, kalau Dani ikut bagai mana dengan sekolah, anak papa enggak boleh cengeng, hari sabtu kita susul Mama ya, " Ucap Jimmy mencoba menghibur putra nya.
"Doni Ayo makan, Papa suapin ya ? " Ucap Jimmy Kepada Doni.
Jimmy lemah saat melihat Putra nya menangis, Jimmy memang sosok seorang ayah yang sangat menyayangi anak-anak nya, baginya kebahagiaan anak adalah segalanya, tapi saat dia mengetahui kalau Doni yang dia anggap benar-benar Buah hatinya Bukan lah darah daging nya hatinya Mulai hancur.
__ADS_1
Itulah yang membuat dia ingin menceraikan Atika, tapi saat Atika mengetahui dirinya yang bermain di belakang Atika, Jimmy malah merasa takut kehilangan Atika.