Karma mantan pelacur

Karma mantan pelacur
13.Atika di usir Ayah nya


__ADS_3

"Apa ayah mu sudah tau semuanya Atika, " Bu meri bertanya tanpa ba, bi, bu.


Atika menggeleng, Atika pasrah apapun yang akan terjadi hari ini.


"Silah kan besan katakan apa tujuan besan kemari? selain ingin memberi tau kalau putri saya bukan perempuan baik-baik," Ayah Atika langsung bertanya kepada besan nya.


"oh, jadi besan ku, sudah tau kalau Putri bungsunya ini adalah perempuan ******, " Bu merri menjawab pertanyaan Ayah Atika dengan semangat dan tatapan menghina di arahkan kepada Atika.


"Ibu.. " Atika menggeleng memohon kepada mertuanya jangan menghinanya di depan Ayahnya.


"Iya, saya minta maaf saya telah gagal mendidik putri saya, katakan apa tujuan besan kemari. " Ayah Atika berkata sambil menunduk, ada perasaan malu mengatakannya.


"Anak bapak sudah menipu kami sekeluarga, dia menikah dengan Anakku tapi dia telah hamil oleh orang lain, benar-benar sangat murahan sekali, " Akhirnya Bu merri bisa mengatakan semuanya tanpa halangan dari Putranya.


Ayah Atika terlihat sangat marah, pandangannya sangat murka kepada Putrinya itu, sedangkan Atika hanya menunduk malu sambil terisak, Malu, sedih, sakit hati, semuanya jadi satu.


sedangkan Anita tersenyum puas melihat pemandangan di hadapannya, baginya ini adalah kejadian yang sangat membahagiakan seumur hidupnya.


"saya minta kepada bapak, tolong Bapak beri tau Atika, untuk menjauhi anak saya. " ucap bu merri kepada besannya, lalu berpamitan untuk pulang saat semua isi hatinya sudah tersampaikan kepada besannya.


"Ampuni Atika pak, Atika akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf dari Bapak. " setelah kepergian mertuanya, Atika kembali memohon kepada ayah nya yang masih duduk di sofa .


"Pergi dari rumah ini dan jangan kembali lagi, " Bagai suara petir di siang bolong Ayah atika menjawab permohonan Atika dengan jelas, lalu pergi begitu saja tanpa menoleh kepada Atika yang masih menunduk.


Atika yang mendapat kan ucapan bagai kan belati menusuk hatinya itu menangis histeris di ruang tamu tanpa ada yang menenangkan, Anita hanya menyaksikan tanpa ada rasa iba sedikit pun.


Setelah puas menangis Atika, pergi kekamar untuk mengemasi pakaiannya.


"kriing.. kriing.. " Suara ponsel Atika berbunyi.

__ADS_1


"Jimmy memanggil, " suami Atika menelpon.


"Asalamualaikum, " Atika mengucap salam setelah menekan tombol hijau di layar ponselnya.


"Waalaikum salam Mama, ini Doni, Mama Apa kabar? Doni kangen, " Doni menjawab salam dari sebrang sana.


"Mama , baik-baik saja sayang,mama juga kangen, kenapa bisa telpon mama, apa Doni tidak sekolah? " jawab Atika.


"Doni lagi istirahat sama Dani, Papa sengaja kesini nemenin Dani sama Doni, " Ucap Doni yang sangat senang.


"Ma, Sekarang kan hari Kamis Lusa Doni, sama Dani,mau nyusul Mama, ke tempat kakek, boleh kan. " Ucap Doni kepada Atika menyampaikan keinginannya.


Atika yang mendengar ucapan Doni bingung harus menjawab apa, sedangkan keadaanya sekarang dia sedang mengemasi pakaiannya karna sudah di usir .


"Ma, mama... Haloo? " Doni teriak di sebrang telpon.


"Iiiya Sayang, bo.. boleh ko. " Jawab Atika gugup.


"Tut.. tut.. tut.. " Atika mematika telpon sepihak lalu menonaktifkan Ponselnya, Atika tidak kuat berlama-lama mendengar suara Putra-Putranya.


"Maafkan mama Nak, semoga kalian bahagia bersama Papa kalian, tanpa ada Mama. " Atika berbicara sendiri sambil menangis.


"Ya Allah, aku percaya kepadamu, Aku titipkan Doni putra ku kepadamu, semoga suamiku bisa menyayangi Doni seperti putranya sendiri, untuk saat ini aku akan pergi sendiri tanpa membawa Anak ku, " Atika berdoa momohon kebaikan untuknya dan Putranya.


Atika menarik kopernya dan keluar dari kamar yang selama ini dia tempati selama dia berada di rumah Ayah nya, Atika mengedarkan pandangan mencari sosok laki-laki yang sangat dia sayangi, barharap bisa melihat dan menyapa nya untuk yang terakhir kalinya.


Walau pun Ayahnya telah mengusirnya dari rumah, Tapi tidak ada rasa benci di hati Atika, dia sadar ini kesalahannya yang sangat fatal, ayahnya butuh waktu untuk menerima kenyataan apa lagi untuk memaafkan, setelah beberapa menit berdiri di depan pintu kamar, ternyata masih belum juga muncul sosok yang Atika tunggu-tunggu, Akhirnya Atika memutuskan untuk keluar rumah dan mencari ojek yang Akan mengantarkannya Ke kota.


"Tika, tika,, mau kemana ko, bawa koper? " Bu susi si pemilik warung tadi meneriaki Atika lalu menghampiri Atika.

__ADS_1


"kamu mau kemana, maafkan si Romlah, ya Tika, jangan di ambil hati, kamu pergi gara-gara itu kan, " Bu susi bertanya sambil menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.


"enggak papa Bu, saya mau pergi dulu ke kota, maafkan saya kalau saya punya salah sama Ibu, saya permisi, " Atika menjawab sekenanya sambil berlalu, Atika tidak mau berlama-lama ngbrol dengan Bu Susi karna khawatir akan semakin banyak pertanyaan..


setelah menyusuri Jalan 15 menit lamanya, Akhirnya Atika sampai di pangkalan Ojek yang memang sudah ada sejak dulu saat dirinya masih tinggal di desa.


"Bang ojek, antarkan Saya ke kota ya. " Ucap Atika kepada tukang ojeg.


"Neng Tika ya? " ucap tukang Ojeg yang Atika panggil.


Ternyata itu Pak agus, suaminya Bu Susi si pemilik warung yang memang suaminya bekerja sebagai tukang Ojek.


"Iya Pak agus, ini Tika, " Ucap Tika sambil tersenyum.


Atika menaiki Ojeg dan koper milik nya di simpan di depan, karna memang koper milik nya tidak terlalu besar.


Atika tidak punya tujuan samaa sekali, di atas motor Atika sambil berpikir harus kemana kah dia pergi, karna kalau mencari kontrakan mendadak akan susah di dapat.


"Neng Tika, memangnya mau kemana? ko bawa koper segala, " Pak agus mulai kepo kepada tetangga yang baru datang dari kota itu.


"Atika mau jalan-jalan Aja Pak, " Ucap Atika beralasan, walau sebenarnya dia sadar Pak agus akan menyadari dirinya berbohong.


Pak agus yang tidak pernah repot dengan urusan orang lain hanya ber oh saja tanpa banyak lagi bertanya.


Atika sudah sampai di Kota, Atika yang tidak pernah punya Aplikasi GRAB, memilih naik Bus, Atika yang sedang hamil muda memang gampang lelah dan ingin cepat-cepat mencari tempat penginapan .


Tujuannya saat ini adalah menuju kota jakarta , Atika akan menginap di hotel yang tidak jauh dari rumah suaminya, Agar bisa melihat keadaan Putra-putrannya walau dengan sembunyi-sembunyi.


Untuk saat ini Atika tidak akan memberi tau suaminya kalau dia sudah di usir Ayah nya.

__ADS_1


****


"Pah, besok ijin enggak sekolah aja ya,kita susul mama, Dani mau bikin kejutan buat mama, " Dani memohon kepada Papanya karna ingin segera bertemu Mamanya.


__ADS_2