
Tapi melihat kejadian Tadi hati Atika, panas dia iri, cemburu kepada Ibu mertuanya, dia juga ingin di perlakukan begitu.
Tapi semuanya tidak mungkin, Karna Atika tau Jimmy tidak pernah mencintai nya.
"Kenapa menangis,? " Jimmy masuk tanpa mengetuk Pintu.
Atika Lupa tidak mengunci Pintu.
"Enggak apa-apa mas, aku cuma keinget Almarhumah Ibu aja, " Jawab tika beralasan.
"oh iya Mas, jam berapa kita Pulang, besok anak-anak kan harus sekolah, " Atika mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Besok Anak-anak, izin saja satu hari Aku akan mengajaknya jalan-jalan" Ucap Jimmy kepada Tika.
tujuan Jimmy adalah mengajak Sang ibu tercinta .ke Mall , Karna hari ini hari Ulang tahun Ibu.
karna sudah hampir 3 bulan tidak mengunjungi Ibu, Jimmy berniat membahagiakannya di hari spesial ini.
Tika hanya Pasrah, Lagi-lagi Atika tidak bisa melarang keinginan nya.
"kriiing.. kriing... " Suara Ponsel dari arah Jimmy.
Jimmy merogoh benda kecil dari sakunya hanya melihatnya sekilas lalu kembali memasukannya ke dalam saku celana.
"kenapa enggak di angkat mas, " Tanya tika pada suaminya.
"Tidak penting, " ucap Jimmy datar.
"kenapa kamu seperti tidak betah berada disini Atika, Apa kamu tidak menyukai ibuku, Apa kamu tidak suka aku di sini, " Jimmy tiba-tiba bertanya pada Atika.
"Mas, kamu kenapa ngomong gitu, aku betah ko, disini, Apa karna aku tadi nanya kapan kita Pulang, wajar donk kan Anak-anak besok sekolah." Jawab tika beruntun.
Atika tau saat ini suaminya sedang marah, Jimmy memang sangat sensitif ketika berada di rumah ibunya, dia tidak suka jika Atika, mengajaknya Pulang.
"Kalo memang kamu tidak suka berada di sini ayo kemasi pakaian kita Pulang, " Ucap Jimmy sambil berlalu dari hadapan Atika.
"Mas, jangan kaya gini donk, " Tika menarik tangan Suaminya mencoba menenangkan Jimmy.
"aku bilang cepat bereskan pakaian Sekarang, " perintah Jimmy naik Pitam.
Atika pasrah, antara kesal dan bingung hanya pertanyaan sepele saja bisa membuat suaminya sangat marah.
"kak doni, sama dani ayo Nak kita siap-siap, hari ini kita Pulang ya ? " Ajak Atika pada ke dua Putra nya.
"Kok pulang sih mah, dani masih pengen di sini sama Omah, yakan Omah." Ucap dani pada Ibunya dan melirik ke Omah.
"kenapa ngajak Pulang terus Tika, Jimmy udah janji mau beliin Ibu baju ke mall besok, dan ngajak Anak-anak keliling Kota Bogor." Ucap Ibu mertua panjang lebar.
Atika kini mengerti kenapa suaminya, sangat marah karna pertanyaan nya ternyata suaminya ingin mengajak Ibu mertua ke Mall untuk beli baju.
"Apa sudah siap," Jimmy tiba-tiba sudah muncul di samping Atika.
__ADS_1
"eh mas, kata Ibu kamu udah janjikan mau ngajak Ibu jalan-jalan, enggak papa ko kita pulang besok mas, kasian Ibu dan anak-anak masih kangen. " Ucap Atika yang mncoba merayu suaminya.
"iya Nak, kamu kan sudah janji mau ngajak Ibu dan cucu Ibu jalan kan? " Ucap Ibu mertua.
Atika sangat berharap Jimmy berubah pikiran, walau dalam hati Atika, sebernya ingin Pulang.
Tapi demi hubungannya baik-baik saja, Atika rela.
"Ibu sudah tidak sabar kah? Ayo sekarang saja kita ke Mall" Jimmy tiba-tiba mengajak pergi.
"horeeee " ke dua Putra Atika bersorak bersamaan.
Akhirnya semuanya siap-siap, dan akan menuju Mall.
Atika duduk di belakang, dan Ibu mertua duduk di depan bersama Putra tercinta nya Jimmy.
Atika melihat kedua Putra nya sangat bahagia, mereka memang sangat jarang di ajak jalan-jalan karna kesibukan suaminya.
"pah, nanti kakak mau beli mainan robot ya." Ucap doni pada Jimmy.
"iya donk hari ini kan ulang tahun Omah, papah kalian pasti mau traktir kita semua ya kan, " Ibu mertua menjawab dengan penuh kebahagiaan.
"Omah kan udah tua ko masih ulang tahun" dengan Polosnya Putra kedua Atika berbicara.
"sttttt, sayang jangan gitu, " Atika menyenggol Dani sambil berbisik.
"Dani nanti kamu mau beli apa,? Ucap Atika mulai mengalihkan.
Atika bisa melihat raut wajah Ibu mertua yang tampak memerah menahan Malu.
sesampai nya di Mall aku yang sedang asik memilih robot untuk doni dan dani.
"aku mau ke toko baju dulu bersma Ibux Ucap Jimmy pada Tika.
"Mas, apa enggak nanti aja kalo udah dapet mainan anak-anak baru kita cari baju sama-sama, takut nya aku engga bisa merhatiin Doni dan dani. " Ucap Atika meminta suaminya membantu nya.
" cucu Omah enggak akan nakal ko, yakan Jimmy, " Ucap Ibu mertua yang kesan menolak Atika
"Doni, dani.. jangan nakal ya papah mau ke toko baju sama Omah, kalian sama mamah Pilihlah mainan yang kalian Suka, " Jimmy berpamitan pada Anak-anak.
"Ok papah, " Jawab Anak-anak bersamaan.
Atika hanya pasrah, kalau sudah Ibu yang meminta suaminya akan manut.
Saat sedang asik memilih mainan.
"Dani, kemana kakak mu, " Atika panik celingukan.
"enggak tau barusan ada di sini, " ucap dani Jujur.
Atika bingung kesana kemari mencari Putra pertamanya , yang entah kemana.
__ADS_1
"Mas, kemana Doni, " Tika mencoba bertanya pada suaminya.
"loh.. tadikan sama kamu, " Jawab suami Atika bingung.
Atika dan Jimmy berpencar mencari keberadaan Doni.
saat sedang mencari Doni, Tika di bingungkan oleh banyak nya pengunjung yang berkerumun.
"Kemana sih orang Tuanya ko anaknya di biarin kelayapan sendiri? " Ucap salah satu pengunjung Mall.
Atika yang sedang mencari Doni segera mendekat ke arah ke rumunan orang.
perasaan Atika yang sedari tadi cemas Semakin tidak karuan.
Dan Ternyata.
Duaaarrrr Bagai di sambr petir di siang Bolong, Jantung Atika terasa seperti berhenti berdetak tubuh Atika bergetar hebat, dan sendinya mulai terasa lemas.
"Aaahhhhh Doni... ya Allah Maaaas Tolooong. "
Ternyata Doni jatuh dari tangga menuju lantai atas, Dan di lantai sudah bersimbah darah.
menurut Saksi Doni terpelser saat akan turun dari lantai atas.
pengunjung yang semakin ramai berkerumun ada yang simpatik dan ada juga yang kesal, kenapa anak kecil di biarkan berkeliaran sendiri di dalam Mall yang beberapa lantai ini.
Atika tidak sadarkan diri di tempat, Jimmy meminta bantuan security untuk mengangkat Istri dan juga Putranya ke dalam mobil.
Hati Jimmy dan Ibu merri tidak karuan.
Dani pun menangis histeris melihat kakak nya bersimbah darah.
Doni di bawa ke rumah sakit terdekat.
Atika yang sudah sadar di dalam mobil sangat lemas menyaksikan Putra tercintanya bersimbah darah.
sesampai nya di rumah sakit, Doni di bawa ke ruang UGD ntuk di tindak lanjut.
" bapa, dan Ibu mhon tunggu di luar," Ucap dokter pada keluarga Doni.
" bertahan lah Nak,, " Ucap Atika sambil menangis.
"Mah kakak, kenapa" Ucap dani yang polos.
"doakan kakak mu ya Nak, semoga Kakakmu baik-baik Saja" Ucap Atika yang mncoba menenangkan Dani Adik dari Doni.
"Kamu gimana Atika, kenapa bisa Kamu enggak tau Kalo Doni naik tangga ke lantai atas, " Ibu mertua mulai bersuara.
mertua Atika seolah menyalahkan Atika.
" Kenapa Ibu dan mas Jimmy hanya mementingkan kesenangan Kalian, kenapa kalian tidak membantuku menjaga Anak-anak, " Ucap tika yang mulai emosi.
__ADS_1
Atika yang ke walahan menjaga anak-anak sendirian di dalam Mall. tidak menyadari Doni pergi ke lantai atas.
Seandai nya Ibu dan Jimmy lebih dulu mementingkan Anak-anak, mungkin kecelakaan ini tidak akan terjadi.