
"Bu, ibu kenapa bu. " Mbok Mimin berlari ke arah Atika karna panik.
Atika hanya menangis, tidak sanggup untuk berkata- kata Lagi, Mbok Mimin yang tidak tau permasalahan majikannya, hanya menenangkan nya sambil mengusap punggung majikannya tanpa berbicara.
"Maaf kan saya Mbok, saya hanya kecapean saja Silahkan kembali bekerja, " Ucap Atika setelah puas menangis.
Mbok Mimin berlalu Atika pun berjalan menuju kamarnya.
Atika merebahkan Tubuhnya dengan posisi menyamping, bantal yang menjadi Alas kepala Atika sudah di basahi air mata.
Cekleeekk...
suara Pintu kamar di buka, saat Atika menoleh ternyata suaminya sudah berdiri di hadapannya.
"Aku mau bicara, " Ucap Tika.
"Silah kan, " Ucap Jimmy menduduki sofa di dekat ranjang.
Atika manatap Jimmy.
"Kamu boleh menghukum ku, kamu boleh membenci ku, tapi tolong jangan kamu siksa perasaan Putraku, Ucap Atika yang mulai menangis lagi.
" lalu apa maumu. "Jimmy mengalihkan pandangan.
" Bersikaplah seperti biasa pada Doni, dia anakku dia juga punya perasaan yang dia tau kamu adalah ayahnya Mas, " AIr mata Atika semakin deras mengalir.
"dengar Atika, Kenapa kamu tidak Jujur dari awal kalaw kamu mengandung anak orang lain bukan anakku, kenapa dulu saat hamil kamu malah mengabari ku bukan mengabari ayah dari anak itu, " Jimmy yang sedari tadi tenang kini mulai emosi.
Atika tidak bisa menjawab dia tidak tau harus menjawab apa, karna saat itu laki-laki yang dekat dengan dirinya hanya Jimmy, yang lainnya hanya cinta satu malam.
"kenapa diam," bentak Jimmy pada Atika.
Jimmy bangkit dari duduk nya, dan menjambak rambut panjang Atika, Jimmy juga melayang kan tamparan Pada Atika.
Selama ini Jimmy diam karna menjauhi hal seperti ini, tapi karna Atika memancing emosinya, apa yang tidak di inginkan pun terjadi.
Atika tersungkur ke sudut ranjang tanpa ampun Jimmy menarik rambut Atika, dan menampar nya lagi.
"Cukup Mas, jangan seolah hanya aku yang bersalah harus nya kamu tau kamu menikahi seorang pelacur, dan kamu harus Terima dengan semua ini, jangan menyiksa aku seperti ini, " Atika bangkit dan melawan.
Atika pasrah apapun yang akan di lakukan Suaminya, Atika juga pasrah kalaw harus di ceraikan oleh suaminya,
"Oh begitu jadi selama ini kamu memang sudah menipuku Pelacur, wanita Murahan, " balas Jimmy sengit.
10 tahun pernikahan Baru kali ini Jimmy merendahkan Atika, dan mengungkit asal usul Atika.
Atika benar-benar tidak percaya laki-laki yang sangat dia cintai, dan dia hormati, tega melukai hatinya dengan ucapannya.
"Kita bercerai setelah anak itu lahir." Jimmy mengakhiri sambil berlalu.
__ADS_1
Atika masih diam mematung, Atika pasrah.
kini Atika merasa hidup nya benar -benar hancur..
"Allaaah huakbar allaaaaa, " Suara Adzan maghrib berkumandang.
Atika yang mendengar suara Adzan hati nya tersentuh, Atika selama ini tidak pernah melakukan kewajibannya sebagai umat muslim.
Atika berjanji hari ini dia akan benar-benar mendekat kan diri pada sang penciptanya.
mungkin Ini cara Tuhan menyadarkan Umatnya.
Dari kejadian sore Itu, Atika mulai merubah penampilan nya, dari yang terbuka kini menjadi tertutup, Atika memutuskan Untuk memakai hijab.
selain itu, Atika Juga mulai sedikit demi sedikit belajar agama melalui youtub.
Atika semakin merasa bersalah karna selama ini Atika tidak mengajarkan Putra-putranya untuk shalat 5 waktu.
***
di meja makan sudah tersusun hidangan makan malam, Mbok mimin sudah menyiapkan untuk makan malam, karna keadaan Atika yang sedang hamil muda tugas memasak di berikan Pada Mbok mimin,Atika tidak bisa mencium Aroma bawang mentah.
"mbok, apa mbok sudah memanggil Doni untuk makan? " Tanya Atika pada mbok Mimin yang sedang sibuk di dapur.
mbok mimin tidak menjawab pertanyaan majikannya hanya bengong, karna melihat penampilan Atika yang berubah drastis.
"eh ibu, maaf bu su-suudah bu, tapi Nak Doni tidak nyaut, " Jawab Mbok Mimin .
Atika tau Doni masih merajuk.
Atika sudah mencoba membujuk Doni, tapi Doni tidak mau membuka pintu kamar nya Jalan satu-satunya adalah Suaminya, Doni harus di rayu oleh suaminya.
Sedangkan Jimmy pergi sejak tadi bertengkar.
Atika duduk sambil memijat kepalanya, Dia benar-benar Pusing dengan keadaan ini.
"Mamah cantik ya mbok, " ucap Dani karna melihat Atika yang memakai hijab.
karna di rumah ini ada Pak supir jadi Atika memutuskan untuk berhijab didalam rumah.
Atika tadi sempat nonton youtube kalaw rambut wanita tidak boleh terlihat oleh laki-laki yang bukan Muhrim nya.
"Iya bu, Ibu cantiiik, pangling liat nya, " Mbok mimin memuji.
"terimakasih mbok, insya Allah saya akan hijrah saya akan mulai memperbaiki diri saya, " Ucap Atika mantap.
***
Jimmy ternyata Sedang berada di rumah Ibu nya disana juga ada ayah nya.
__ADS_1
"aku akan mencerai kan Atika setelah anak ku lahir bu, " Jimmy mulai pembicaraan kepada orang tuanya.
"Apa kamu yakin itu darah daging mu Nak, " Ibu merri masih meragukan.
"bu Atika, nakal itu waktu masih gadis semenjak menikah Atika tidak seperti itu," ucap Jimmy membela Atika.
"alaah bisa aja kan dia main sama laki-laki lain pas kamu lagi nggak di rumah, " Ibu merri mengompori Jimmy.
"sudah bu, jangan malah bikin keadaan jadi panas, semua manusia punya masa lalu, Jimmy juga anak kita salah bukan cuma tika, " Ayah Jimmy melerai.
"Jimmy kamu pikirkan lagi baik-baik, Dani dan calon anakmu, kalau kalian bercerai bagai mana nasib mereka, " Ucap ayah Jimmy mengingatkan.
Jimmy kini perang dengan perasaanya.
ibu, atau ayah yang harus dia turuti? ke dua nya sama-sama berarti untuknya. Jimmy tidak pernah membantah kepada keduanya.
"kring.. kring... " Suara ponsel Jimmy
"Halo, " Jimmy menjawab telpon.
" Asalamualaikum, pak, Ini mbok Nak Doni, tidak mau keluar kamar tidak mau makan, Ibu meminta bapak untuk membujuk Doni.
"tut, " Jimmy mematikan telpon nya.
"Siapa yang telpon" tanya Ibu merri.
"aku harus pulang sekarang bu," Jimmy berpamitan Pulang.
lelah, itu yang Jimmy rasakan, hanya 30 menit di rumah ibunya, Jimmy harus pulang lagi ke jakarta yang perjalannya bisa smpai 4 jam
Jimmy masih punya perasaan, Dalam hatinya masih menyayangi Doni walau kenyataan mengatakan Doni bukan darah daging nya.
***
sedangkan di rumah , Atika dan mbok mimin masih sibuk membujuk Doni di balik pintu kmar Doni.
"Mbok, tadi suami saya ngmong apa, " tanya Atika yang tadi memang memerintah kan Mbok Mimin mengabari suaminya.
"Bapak tidak menjawab bu, bapa langsung mematikan sambungan telponnya. " Ucap mbok mimin apa adanya.
Atika tidak menyangka Suaminya akan sekejam Ini.
"sebenci itukah kamu pada anakku mas, " Atika bergeming dalam hati
Atika Kembali duduk di kursi meja makan hatinya berdenyut nyeri, DmAtika merindukan suaminya yang selalu memanjakan anak-anak.
"Dani, kalau sudah selesai makan nya jangan lupa gosok gigi lalu tidur ya nak, Doni tidur dulu dikamar tamu ya, kak doni masih belum buka pintu kamar nya, " Ucap Atika pada dani.
"kakak, lagi marah sama mamah ya, ko kakak di panggil enggak nyaut, " ucap dani bertanya.
__ADS_1