Karma mantan pelacur

Karma mantan pelacur
15.Doni dan Dani menyusul Mama ke kampung


__ADS_3

Tidak sadar dari arah yang tidak jauh ada perempuan berkerudung merah melihat pemandangan yang sangat romantis bila di lihat.


"Astaghfirullah, Mas Jimmy, Ternyata memang benar-benar kamu laki-laki tidak punya hati. " pemandangan di depan mata yang sangat menyakitkan untuk Atika


Jimmy tidak menyadari kalau Atika berada di belakangnya dan melihat kejadian yang tidak di sengaja itu, Atika mengira kalau Jimmy sedang bersenang-senang di hotel.


Atika memilih untuk sembunyi, dan kembali kekamar nya, Atika tidak menyangka kalau dia akan satu hotel bersama suaminya.


"Maaf, aku tidak sengaja." Ucap Jimmy sambil melepaskan tangan nya dari tubuh perempuan itu.


Jimmy berjalan mendahului perempuan itu.


Sedangkan Atika, di kamarnya mengatur nafas dan menata hati yang kembali sakit, karna rasa sakit yang dia rasakan saat dia tau suaminya selingkuh dengan melihat secara langsung rasanya jauh lebih sakit.


"Aku kira kamu akan berubah dan menyesali perbuatanmu saat jauh dengan aku Mas, tapi ternyata kamu sepertinya lebih senang jauh dariku, kenapa dulu kamu mau menikahi ku Mas, kalau kamu hanya ingin menyakiti ku, " Atika menangis dan hanya bisa mengatakan itu pada layar ponsel nya, yang ada foto dirinya dengan suaminya.


Atika semakin mantap untuk bercerai, walau saat ini dia sedang mengandung benih dari suaminya, Atika percaya Allah akan selalu menjaga dia dan calon anaknya.


Pukul 8 malam Jimmy tiba di rumah, setelah masuk ke dalam rumah yang Jimmy lakukan adalah mengecek kamar anak-anak, untuk memastikan apakah keduanya baik-baik saja?.


"Dani, Doni, Maafkan Papa, tadi Papa tidak bermaksud membentak kalian, apa kalian sudah makan." Jimmy yang melihat kedua putranya hanya menunduk saat dia masuk kamar, mencoba mengalah dengan meminta maaf.


Ke duanya bukannya menjawab malah menggeleng.


"Kalau kalian tidak makan, nanti kalian sakit, Ayo temani Papa makan? " ajak Jimmy pada kedua Putranya.


"Biarin aja Dani sakit, mama udah enggak sayang lagi sama Dani, buktinya No mama enggak aktif-aktif dari kemarin. " jawaban Dani membuat Jimmy teringat Atika.


"baik, besok kita susul mama kalian, " ucap Jimmy menghibur Putranya, dan berharap mereka mau makan malam ini.


keduanya bersorak senang karna besok akan bertemu dengan Ibunya, sebenarnya hati Jimmy sedang tidak baik, no Atika yang tidak aktip membuatnya hawatir, Jimmy tidak punya No telpon kakanya Atika. Ayah mertuanya tidak pernah memegang Ponsel.


Pagi harinya Jimmy menepati janjinya untuk menyusul Ibunya ke kampung .

__ADS_1


"Pa, nanti di jalan, Dani mau beliin dulu mama buah-buahan ya buat Mama," Ucap dani sebelum naik ke dalam mobil.


"ok," Ucap Jimmy singkat.


di perjalanan Dani dan Doni, tertawa lepas keduanya saling bercerita .


sedangkan Jimmy sangat cemas karna sedari tadi Jimmy memerika Ponselnya 5 menit sekali, pesan yang dia kirim kepada Atika masih ceklis satu.


***


"eh Nita, Adekmu, kemarin bawa koper gede banget mau kemana? " Tanya bu susi pemilik warung .


"Tika kan di usir sama Bapak, " jawab Nita jujur sama sekali tidak ingin menutupi.


"ah yang bener kamu Nita, kenapa bisa di usir si Tika. "Tanya bu susi semakin penasaran.


" eh eh lagi ngegosip apa sih? kayanya seru, " Romlah tiba-tiba nyerobot .


"saya jelasin ya bu susi, ce romlah, si Tika, di usir sama bapak, dari rumah gara-gara si Tika, itu kerjanya sebagai pelacur, dan yang bilang semuanya itu mertuanya, malah nih ya.. mertuanya si Tika, tuh mintanya si Tika, supaya cepet-cepet jauhin anaknya. " ucap Anita panjang lebar kepada ibu-ibu kepo itu.


"iihh bu Susi, di bilangin kok, enggak percaya, Bapak, aja ya di rumah lagi sakit tuh gara-gara si Tika. " Ucap Nita lagi meyakinkan Ibu-ibu.


"Saya enggak habis pikir itu sama si Tika, awas aja kalau sampe dia kembali ke kampung ini lagi, bisa bawa sial itu Bu Sus, " Ucap Romlah ber api-api.


"betul itu ce Romlah, bisa bawa sial, " Anita menjawab sambil tersenyum penuh kemenangan.


"ya udah Bu Ibu, saya pamit dulu ya, mau masak buat Bapak, kasian lagi sakit harus makan tepat waktu karna mau aku kasih obat, " Anita berpamitan sambil membawa belanjaannya.


Saat sudah dekat dengan rumah Anita melihat ada mobil parkir di depan rumahnya, dan sepertinya mobil itu baru saja sampai, karna pintu-pintu mobil pun baru terbuka.


"Ah itu suaminya si Tika, dia kesini mau ngasih talak, Apa mau ngirim anak haramnya si Tika? " Anita berbicara sendiri sambil berjalan.


"eh Jimmy, sama anak-anak juga, kalian kesini cuma ber tiga, " Anita bertanya karna ingin memastika.

__ADS_1


"Iya tante, Dani kesini mau ketemu sama Mama,? " Ucap Dani dan Doni. Lalu berlari menuju rumah kakeknya karna sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ibunya.


"Jimmy, apa Tika, enggak ngasih tau kamu? Tika kan di usir dari sini sama Bapak kemarin.? Ucap Nita kepada Jimmy.


" Apa maksudmu, Atika di usir kenapa bisa? " Jimmy bertanya tidak percaya.


"Jimmy, Jimmy.. Bapak sudah tau semuanya tentang Tika tentang kalian berdua, makanya Bapak ngusir Tika dari sini, takut bawa siall. "Ucap Nita menjelaskan.


" tidak mungkin Atika menceritakan semuanya pada Bapak? katakan siapa yang mengatakannya pada Bapak."Jimmy memaksa Nita untuk menceritakan semuanya lebih jelas.


"Papaaaa, Mama enggak ada di dalam Pa? kakek juga malah ngusir kita pa. " ucap Dani dan Doni kepada Papanya .


Jimmy yang mendengar penjelasan Keduanya merasa sangat tidak percaya.


"Nita katakan Siapa yang sudah mengatakan semuanya pada Bapak, " Jimmy tidak lagi memanggil Nita dengan sebutan kakak, Jimmy merasa kesal karna Jimmy tau bagai mana Nita kepada Atika.


"biasa aja kali, enggak usah ngegas." Nita malah jutek tapi tidak menjawab pertanyaanya.


"sekali lagi aku tanya, siapa yang sudah mengatakannya kepada Bapak, " Jimmy menatap Nita tajam.


"Ibumu yang mengatakan semuanya, " Nita menjawab pertanyaan Jimmy lalu pergi meninggalkan mereka di luar.


"Papa, mama kemana pa" Dani dan Doni menangis meraung-raung memanggil Ibunya.


"kalian masuk ke dalam mobil jangan bikin Papa malu, " Jimmy memaksa Doni dan Dani masuk ke dalam mobil.


Jimmy terpaksa pergi dari rumah mertuanya itu, dia tidak tau harus kemana mancari keberadaan Istrinya.


"Papa, Mama, kemana?" Ucap Doni kepada Papanya .


"Aku tidak tau, lebih baik kalian diam. " Jimmy membentak Doni tanpa menoleh.


Doni dan Dani seketika langsung diam, tidak berani bersuara apa lagi bertanya.

__ADS_1


saat ini Jimmy benar-benar sangat merasa hawatir selain No Atika yang tidak bisa di hubungi Jimmy juga sangat hawatir dengan keadaan Atika yang sedang hamil muda.


"Aaaaaaaa


__ADS_2