
"Dani, kalau eudah selesai makan nya jangan lupa gosok gigi lalu tidur ya nak, Doni tidur dulu dikamar tamu ya, kak doni masih belum buka pintu kamar nya, " Ucap Atika pada dani.
"kakak, lagi marah sama mamah ya, ko kakak di panggil enggak nyaut, " ucap dan bertanya.
"kakak mu hanya sedang tidak enak badan saja Nak, " jawab Atika lembut Pada dani
Dani pun paham, dan segera pergi ke kamar tamu.
"Doni cepat buka pintu nya Nak, sudah 3 jam mamah menunggu mu makan malam, " Bujuk Atika dari balik pintu kamar dani..
"Doni tidak mau makan mah, mamah makan saja, mamah enggak usah peduliin Doni lagi, Doni enggak Papa. " Akhirnya doni mau menjawab.
Kepanikan Atika sedikit berkurang saat mendengar suara doni yang menyahut.
"Mbok, saya enggak papa di sini sendirian Mbok istirahat saja, " Perintah Atika pada Asisten rumah tangga nya.
"ting.. tong, " suara bel berbunyi.
Mbok Mimin yang sudah di pintu kamar nya terpaksa harus mengurungkan niatnya beristirahat dan segera membukakan Pintu.
"Apa doni masih belum mau keluar kamar bi? " tanya Jimmy pada Mbok Mimin.
"belum Pak, Ibu juga masih menunggu di meja makan.
" Mas, Akhir nya kamu Pulang," Atika tersenyum melihat kedatangan Jimmy.
Atika tidak menyangka kalau Jimmy akan Pulang.
Atika juga merasa bersalah karna sudah berprasangka buruk kepada suaminya.
Atika mencoba melupakan kejadian tadi sore dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
Jimmy hanya memandang sekilas lalu berjalan menuju kamar Doni.
"Doni buka Pintu nya, " Jimmy berbicara pada doni.
Akhirnya Doni keluar kamar dan mau Makan malam , hanya dengan satu kali perintah saja dari Jimmy, Doni langsung membuka pintu dan keluar.
setelah selesai makan, Doni kembali kekamar nya.
"kamu dari mana Mas, " Atika mulai membuka pembicaraan.
" Rumah Ibu, " Jawab Jimmy datar sambil berlalu dari duduk nya.
"Tunggu mas, aku belum selesai bicara? " Atika menahan Jimmy.
"mau sampai kapan kamu bersikap begini sama aku Mas, " Ucap Atika memastikan.
__ADS_1
" Apa lagi yang harus kita bicarakan, Bukan kah aku sudah bilang kita akan bercerai saat anak itu lahir? " Jawab Jimmy.
Atika hanya diam, Atika Lupa kalau dia ada di rumah ini hanya seumur kehamilannya.
"Aku akan tidur di kamar tamu malam ini, " Ucap Jimmy lagi.
***
Atika kembali terisak, hatinya tidak bisa di bohongi, dia sangat mencintai suaminya Atika tidak tau bisa atau tidak berpisah dari Jimmy.
Tapi Atika tidak bisa berbuat apa-apa Dia sadar kemauan suaminya tidak akan bisa di ubah-ubah.
mulai malam Ini , Atika akan mulai membiasakan diri tidur tanpa suaminya, kehamilanya yang baru 2 bulan ini membuat nya gampang menangis.
seperti malam sekarang ini, Atika sebenarnya sangat merindukan suaminya, dia ingin suaminya ada di samping nya malam ini.
tapi apalah daya takdir tidak berpihak padanya.
"Ibu.. aku kangen sama ibu, Aku ternyata enggak sehebat ibu, " Atika terisak mengingat sosok seorang ibu.
Atika benar-benar merasa sendri, Walau dia mempunyai kakak perempuan tapi tidak pernah bisa menjadi tempat nya curhat, sikap kaka nya cuek sama seperti suaminya.
mana mungkin Atika menceritakan semuanya pada ayah nya, Atika tidak mau melukaii orang tua satu-satunya.
Laki-laki yang Atika cintai pun tidak bisa menjadi tempat nya bersandar atau sekedar mencurahkan rasa lelah nya.
***
Pagi hari nya Atika membangun kan Dani di kamar tamu, karna memang dani lebih susah untuk di bangun kan maka dari itu tugas Tika membangunkan dani setiap pagi.
saat masuk ke dalam kamar tamu ternyata dani masih tidur di pelukan suaminya.
"Mas, tolong lepaskan pelukannya, ini sudah waktunya dani bangun" ucap Atika lembut menepuk -nepuk pundak suaminya.
Jimmy mengeliat dan dia pun berlalu ke kamar mandi, karna handuk sudah tersedia di kamar tamu Untuk pakaian Atika akan mengambil nya dari kamar pribadinya.
Dani pun sudah bangun dan pergi kekamar miliknya untuk mandi dan ganti pakaian sekolah.
saat akan berlalu dari kamar tamu, Atika mengurungkan Niat nya karna ada panggilan masuk dari ponsel suaminya.
" siapa ini, " Ucap Atika sambil memegang ponsel nya.
Karna lebih dari 1 panggilan dari No itu jiwa kepo Atika meronta, Atika mencoba membuka sandi HP suaminya berkali-kali namun gagal.
Terakhir dia mencoba nya dengan tanggal lahir putra ke duanya.
ternyata benar, layar HP terbuka.
__ADS_1
entah kenapa walau belum pernah memergoki suaminya selingkuh, tapi jantung Atika sperti akan melompat saat akan melihat isi dalam HP suaminya.
keringat dingin pun bercucuran. Tangannya bergetar bahkan telapak tangannya pun terasa dingin.
Yang pertama Atika Lihat adalah pesan Wa.
"[Jim Jadi engga nih boking cewe nya,? " Pesan masuk dari Vano.
"[jadi donk, Ini aku lagi di jalan. ]" balasan Jimmy.
dan masih banyak pesan - pesan yang menjijikan.
Ddduuuaarrrrrr...
jantung Atika rasanya mau copot dan mata Atika rasanya berlomba-lomba ingin keluar.
Mulut Atika menganga HP yang dia pegang pun jatuh.
"Kau.. ? kenapa HP ku jatuh.? " Jimmy yang masih terlilit handuk terlihat panik.
Atika yang masih di posisi semula air mata nya mulai berjatuhan tubuh nya lemas yang tadinya Atika berdiri kini mencoba menata perasaan nya dan mencari apapun di samping nya untuk berpegangan.
Jimmy berlari dan mengambil HP yang tergeletak di lantai.
"Tik-tika aku-aku bisa menjelaskan semuanya." Ucap Jimmy tergagap.
" Tidak usah berbicara apa-apa, "Ucap Atika sambil menunjuk tangan ke arah suaminya.
" ternyata selama ini aku salah, aku bodoh, " Ucap Atika lagi masih dengan nada bergetar.
"kamuu, kamuuu laki-laki yang aku percaya, kamu laki-laki yang aku cintai,aku yang selama ini selalu mengalah oleh sikap angkuh mu.. Harus menerima kenyataan kalaw suami ku menghianati akku, " cerocos Atika berteriak.
Baru kali ini Atika berani meninggikan suara di hadapan suaminya, suara Atika mampu membuat Mbok Mimin, doni dan dani berlari menuju kamar tamu.
Jimmy yang masih berdiri di hadapan Atika mengacak-ngacak rambut frustasi, sedangkan Mbok, dan anak-anak dtang dengan wajah panik...
Atika yang mulai sadar kehadiran anak-anak nya mulai mengontrol emosi.
"Mbok tolong bawa anak-anak keluar dan perintahkan pak asep mengantar anak-anak sekolah sekarang, " Ucap Atika.
Mbok mimin, yang menyadari pertengkaran mereka segera melaksanakan perintah majikannya...
Atika pun beranjak dari tempat duduk nya, namun Jimmy menariknya.
"Tika, maafkan aku, " Jimmy memohon pada Atika.
"Apa maaf bisa mengobati lukaku," Ucap Atika sambil berlalu
__ADS_1
Jimmy menatap punggung Atika, dia merasa bersalah, ada rasa nyeri di hati nya melihat tangis Atika.