
"Apa maaf bisa mengobati lukaku," Ucap Atika sambil berlalu
Jimmy menatap punggung Atika, dia merasa bersalah, ada rasa nyeri di hati nya melihat tangis Atika.
Saat ini hati Atika benar-benar hancur, Atika yang sedang hamil muda dan sangat sensitif apa lagi dengan kejadian yang memilukan di pagi ini.
Atika harus menerima kenyataan bahwa suami yang dia percaya selama ini telah menghianatnya.
hatinya benar-benar sakit, rasa kecewa, marah, dendam. Kini menjadi satu.
Atika mematung di hadapan cermin dan memandangi diri nya di cermin.
" Apa mantan Pelacur seperti ku tidak pantas bahagia, " Ucap Atika pada dirinya sendiri.
Atika membanting semua yang ada di hadapannya, Atika merasa dunia ini sangat kejam mempermainkan hidup nya.
Di saat Atika benar-benar ingin mendekat kan diri kepada sang Pencipta, di saat dirinya memutuskan untuk menutup aurat demi menjaga nya dari pandangan laki-laki lain.
di saat itu pula dia mengetahui suaminya tidak setia.
Atika merasa bodoh, kenapa dirinya selama ini sangat percaya kepada laki-laki yang sudah membeli tubuh nya demi memuaskan hasrat nya dlu.
Atika pikir, setelah apa yang Tika korban kan untuk suaminya, dia bisa mendapatkan hati dan cintanya seutuhnya.
Atika tidak mau larut dalam kesedihannya, keputusan Atika sudah bulat, Atika akan Pulang kampung, dan sementara tinggal di tempat kelahirannya sampai dia melahirkan nanti.
Atika mengemasi hampir semua pakaian nya ke dalam koper miliknya.
"mau kemana Tika,? " Jimmy yang baru masuk kamar, Tiba-tiba merasa kaget melihat apa yang sedang di lakukan Istrinya.
Tika tidak menjawab, bahkan menoleh pun Atika sudah tidak sudi.
"Atika aku mohon maaf kan kehilafan ku, " Ucap Jimmy memohon.
tangan Atika tiba-tiba berhenti dari aktivitas nya Lalu menoleh.
"hilaf Katamu!, Kamu melakukan nya bukan hanya sekali tapi kamu bilang hilaf, MUNAFIK, " Ucap Atika tersenyum miring, lalu melakukan lagi aktivitas nya yang masih berkemas.
Jimmy mendekati Atika, Lalu Jimmy meraih tangan Atika dengan lembut.
"Atika, aku mohon jangan pergi. " Ucap Jimmy merayu.
Kini posisi mereka saling berhadapan dan keduanya saling berpandangan.
Tapi Atika dengan cepat menghempaskan pegangan Jimmy.
__ADS_1
ada perasaan yang aneh di dalam hati Jimmy, dia merasa sangat bersalah pada Atika, padahal selama dia berselingkuh dan berbohong di luar sana dia tidak pernah seperti ini.
Atika tau kalau suaminya sedang merayunya tapi keputusannya sudah bulat dia akan pergi.
"Apa katamu, kamu memohon agar aku jangan pergi, Bukan kah kamu akan mencerai kan ku nanti setelah anak kita lahir , lalu apa bedanya kalau aku pergi sekarang, " Ucap Atika panjang lebar.
bibir Jimmy tiba-tiba terkunci berat rasanya akan menjawab, Jimmy tiba-tiba lupa apa yang sudah dia ucap kan semalam.
Di hati kecil Jimmy menolak untuk itu, Jimmy tidak mau berpisah karna dia memikirkan bagai mana nasib Putranya nanti, dia tidak bisa jauh dari Putranya, sedangkan Putranya tidak bisa jauh dari ibunya.
" Aku titip kan anak-anak ku padamu, jaga mereka baik-baik, Aku akan segera mengurus perpindahan sekolah doni, Untuk sementara waktu aku menitipkan Putra ku juga," Ucap Atika berpamitan.
"Tunggu, biar aku yang antar, " ucap Jimmy menahan Istrinya.
"Tidak perlu, Aku akan pergi dengan Pak asep, " Jawab Atika.
"Alasan apa yang akan kamu berikan pada bapa, ? " Jimmy mengingatkan istrinya.
Tiba-tiba Atika diam, Atika tidak berpikir sampai kesitu, tapi Atika harus siap dengan segalanya apa bedanya nanti dan sekarang.
" Persiapan ku sudah mantap, bukan kah kamu juga ingin berpisah dengan ku. aku akan mengatakan semuanya pada bapa, " Jawab Tika mantap.
Jimmy tidak bisa berkata apa-apa lagi kali ini dia merasa menjadi orang yang bodoh, memohon tapi di tolak mentah-mentah.
Atika menarik koper dan berjalan ke bawah, karna kamar miliknya ada di lantai atas.
Mbok yang di perintah oleh majikannya hanya manggut-manggut.
***
Jimmy yang masih di kamar atas segera ganti pakaian karna dari habis mandi di kamar tamu dia memakai lagi pakaian yang semalam.
dengan sangat cepat Jimmy berlalari menuju anak tangga dan menyusul Atika.
"Atika, aku yang akan mengantar mu pulang kampung, " Jimmy berkata sambil meraih koper milik istrinya dan membawanya ke mobil.
Atika menghembuskan nafas kasar, Atika pasrah biarlah dia mengikuti permainan suaminya.
Atika lupa kalau pak asep sedang berada di sekolahan.
"mbok, jaga rumah saya pergi sekarang, " Atika berpamitan pada Mbok mimin.
" Baik bu, Hati-hati di jalan, " Balas si Mbok.
Mbok mimin yang masih keheranan melihat ke dua majikannya memilih diam dan enggan bertanya.
__ADS_1
Atika terlahir dari kota sukabumi.
rumah Atika berada di perkampungan.
Perjalanan dari jakarta menuju sukabumi sekitar 3 sampai 4 jam, karna rumah Atika benar-benar jauh dari Kota.
di perjalanan Jimmy dan Atika tidak saling bicara.
Tidak terasa Pukul 1 Atika sudah sampai di tempat kelahirannya.
Pak karmin yang melihat ada mobil parkir di depan rumah nya langsung berlari menghampiri .
Pak karmin sudah hafal mobil milik menantunya,
Atika yang masih di dalam mobil pun menyadari ayah nya yang sudah akan menyambut kedatangannya.
"Bapa...., " Atika bersalaman pada ayah nya.
"Gimana kabar kamu nak, sehat kan? " Tanya ayah Tika
"alhamdulillah pak bapak gimana" tanya Tika
"bapa juga sehat nak, " jawab ayah Tika.
"doni, Dan dani mana, Tika? " tanya pak karmin pada Tika.
"Bapak sehat, " Jimmy yang baru turun dari mobil langsung menjabat tangan mertuanya.
pak karmin mulai menyadari ada sesuatu dari raut putrinya,karna tidak enak lama-lama berdiri depan rumah apa lagi keadaanya Atika pulang tanpa membawa Doni dan dani.
Akhirnya pak karmin memnyilahkan mereka masuk ke dalam rumah.
"Nita... nita" Panggil pak karmin pada Nita kakak Atika.
"iya pa... " Ucap Anita menggantung.
Atika dan Jimmy berjabat tangan pada kakak nya lalu semuanya duduk di sofa yang baru tahun kemarin Atika membelikannya untuk bapak dan kakak nya.
"Atika kamu belum menjawab bapa, dimana cucu ku, " pak karmin bertanya lagi.
"Doni, dan dani sedang ada tugas di sekolah pak, dan tidak bisa libur sedangkan Atika pengen pulang kampung," Jimmy menjawab pertanyaan bapa.
"oh gitu, kirain bapa ada apa ko pulang enggak bawa anak-anak. " Ucap pak karmin lega.
"Bawaan dede bayi pak. Ucap Jimmy lagi.
__ADS_1
kakak dan bapak Atika terlihat senang dengan kabar dari menantunya, pak karmin yang tadi cemas karna takut ada apa-apa dengan rumah tangga putrinya mulai merasa lega.