
Itulah yang membuat dia ingin menceraikan Atika, tapi saat Atika mengetahui dirinya yang bermain di belakang Atika, Jimmy malah merasa takut kehilangan Atika.
"Pah, " Doni memanggil papa nya yang sedang melamun.
"Iya kenapa Nak, " Jimmy Lupa kalau Jimmy sedang menyuapi Doni dan Dani.
"Sekarang kalian tidur, jangan menangis lagi, mama pasti sudah tidur, jadi Papa tidak bisaa telpon mama, papa Janji sabtu kita menyusul mama kalian, " Ucap Jimmy pada Doni dan dani untuk menenangkan mereka.
Selesai mengurus Doni dan dani Jimmy pergi kekamar nya untuk memebersih kan Diri.
***
"Jadi itu alasan mu pulang kampung? " Nita menyelidiki kecurigaan nya.
Atika yang mendengar suara Nita terperanjat jantung seakan mau copot, Atika lupa kalau di dalam rumah ada nita kakaknya, sedangkan Atika tadi bicara suaranya lumayan bisa terdengar.
"Sejak kapan kakak di situ, " Atika mengalih kan pertanyaan kakanya.
" Sejak tadi, dan aku dengar semuanya, " Jawab Nita sambil bersidakap tangan di dada dan mondar mandir kesana kemari memperhatikan Atika.
"Apapun yang kakak, dengar. Tolong rahasia kan dari bapa." ucap Atika dan berlalu pergi ke kamar nya, Atika malas berlama-lama dengan kakaknya apa lagi kini kakaknya nya sudah tau rahasia besarnya.
sedangkan Anita masih berdiri mematung memprhatikan adiknya yang tergesa-gesa pergi kekamar meninggal kannya.
Atika di dalam kamar mulai cemas, Atika takut kakaknya menceritakan semuanya pada ayah nya, Atika tidak mau melukai orang tua satu-satu nya yang dia Miliki.
Atika yang sedang cemas di dalam kamar mendengar suara ayah nya yang mungkin sudah pulang, Atika menguping pembicaraan ayah dan kakaknya, Tapi pada akhirnya rasa lega yang dia rasakan karna kakaknya ternyata tidak bicara apapun pada ayah nya.
Atika akhirnya bisa terlelap dengan nyenyak , Keesokan harinya Atika meminta izin pada ayah nya untuk pergi ke warung karna memang bahan-bahan yang akan di masak untuk siang nanti sudah habis.
"Eh ini beneran Tika, anak nya pak karmin kan? " Ucap Bu Susi pemilik warung .
"Iya bu Ini Tika, " Tika menjawab sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
" duh Neng Tika, cantik banget ya kalau pake hijab gini, " Puji bu susi mengagumi perubahan Tika.
Atika hanya tersenyum tersipu malu, karna dari gadis pun dia memang tidak pernah memakai kerudung, Dulu ayah nya pernah meminta anak gadis nya untuk memakai hijab, tapi alasan Atika selalu belum siap, tapi kali ini Atika sudah memantap kan hati untuk berhijab.
"Eh Sus ada gosip tau enggak? Tika, anak nya Pak karmin katanya pulang di antar Suaminya, tapi suaminya balik lagi ke jakarta, gara-gara nya si Tika Dulu menjual keperawannya sama orang Lain, ih amit-amit ya, " Ucap salah satu tetangga Atika pada pemilik warung.
Romlah adalah ibu-ibu yang selalu menebar luaskan gosip yang di sampai kan oleh seseorang, Bu susi yang dari tadi memberi kan kode dengan mengedip-ngedipkan mata pada Romlah, tujuannya ingin memberi tau Romlah kalau Atika ada di dekatnya saat ini.
"Ih Di ajak ngegosip malah kedap kedip gitu, Lagi teriwisan ya Kamu, " Ucap Romlah masih dengan raut bingung.
"maaf Bu saya beli ayam nya sekilo sama ini bumbu jadinya, ini uang nya sayaa permisi, " Atika berlalu sambil menenteng belanjaannya.
"Eh Tika, ini kembaliannya? " bu susi berteriak memanggil Atika. tapi Atika tidak mau menoleh, rasa marah dan malu sudah menjadi satu.
"Romlah kamu ini bener-bener ya, ngomongin orang ko di depan orangnya, Itu gosip dapet dari mana sih, " Bu susi mengomel pada Romlah.
"Apa.. apa. maksud kamu itu yang barusan si Tika, anak nya Pak karmin? " Romlah bertanya tidak percaya pada Bu Susi.
Atika terus menangisi kejadian memalukan di warung, Atika menyesal kenapa harus keluar rumah, Atika juga tau itu pasti Ulah kakaknya, Atika tidak menyangka kakak kandung nya bisa setega ini padanya..
"Kak, Apa yang kamu katakan pada orang-orang? " Atika yang baru masuk kedalam rumah dan melihat kakaknya sedang menonton televisi tersulut emosi.
"Apa? Bukan kah yang aku katakan memang kenyataan nya?" Nita langsung menjawab walau Atika belum menceritakan kejadian di warung tadi.
"Apa yang kamu tau tentang aku, apa yang kamu ceritakan pada tetangga, apa salah ku sampai kamu tega berbuat begini pada aku adik kandung mu sendiri. " Suara Atika mulai meninggi karna benar-benar marah dengan perbuatan kakaknya.
"memang benerkan?,kamu itu pulang kampung karna mau di ceraikan sama Jimmy, kamu kan dulunya nakal karna keperawanan kamu , kamu jual kan ?.Dan Jimmy baru sadar kalau dia dapet sisa orang, " Anita tersenyum mengejek.
Atika menggeleng tidak percaya saudara kandung nya sendiri bisa setega ini, Atika tidak tau lagi kalau sampai kakaknya tau kalau Doni bukan anak dari Jimmy, mungkin satu Rt akan dia beri tau.
"Apa benar yang Nita, ucapkan Tika? " Bapa Atika mendengar perdebatan kedua Putrinya.
"Bapa, " Jawab Atika, dan Anita serentak.
__ADS_1
Atika menunduk, sedangkan Anita justru tersenyum miring, Nita puas melihat kehancuran Adiknya yang sangat dia benci.
"Jawab, " Ayah Atika meninggikan suaranya.
"Nita tolong jelaskan Apa yang kamu katakan tadi, " Ayah Atika meminta penjelasan pada Atika.
Saat Nita akan membicarakan semuanya, Atika menggeleng memohon pada Nita agar jangan menceritakan semuanya.
Tapi Nita justru malah semangkin tega, Nita menceritakan semuanya pada ayah nya, Anita pasrah walaupun Anita harus di hukum oleh ayah nya.
"Semurahan itu kah kamu Nak, " Ayah Atika berbicara dengan suara bergetar.
Atika masih menunduk, Atika tidak akan sanggup kalau harus melihat mata orang yang sudah membesarkannya itu terluka karna kesalahannya.
"Apa salah ku Nak,? sampai kamu mempermalukan bapak , " ayah Atika berbicara sambil menadahkan wajahnya ke atap.
"pak, Atika mohon ampun Pak, Atika dulu hilaf, sekarang Atika sudah tidak seperi itu, Atika sudah bertaubat Pak? ucap Atika sambil bersimpuh di Kaki sang ayah.
" Permisi, " Ucap seseorang dari luar.
Karna kekacauan yang terjadi seisi rumah tidak menyadari kalau ada mobil yang parkir di halaman Rumah mereka.
Nita yang mendengar suara dari luar dengan langkah cepat untuk melihat siapa yang bertamu.
CEKLEEKK
Saat pintu terbuka, ternyataa yang datang Adalah Bu Merri Mertua Atika, Atika yang mendengar suara yang tidak asing baginya segera berdiri dan merapihkan wajahnya yang berantakan karna menangis.
Saat semuanya berkumpul di ruang tamu, Atika tidak berani menatap wajah mertuanya , Atika hanya menunduk, sedangkan Ayah Atika di hatinya mulai ada kecemasan dengan kedatangan Besannya.
"Apa ayah mu sudah tau semuanya Atika, " Bu meri bertanya tanpa ba, bi, bu.
Atika menggeleng, Atika pasrah apapun yang akan terjadi hari ini.
__ADS_1