Karma mantan pelacur

Karma mantan pelacur
14.doni dan Dani merajuk


__ADS_3

Pah, besok ijin enggak sekolah aja ya,kita susul mama, Dani mau bikin kejutan buat mama, " Dani memohon kepada Papanya karna ingin segera bertemu Mamanya.


"Nanti Papa coba ijin ya? " Ucap Jimmy menyenangkan hati Doni dan Dani.


Jimmy dan ke dua Putranya masih dalam perjalanan menuju ke rumah .


"Doni, Dani ayo masuk! Kenapa kalian berdiri di situ? " Jimmy yang sudah masuk ke dalam rumah menyadari kedua Putranya tidak juga masuk.


Akhirnya Doni dan Dani, masuk ke dalam rumah, Jimmy sadar kalau Putranya sangat merindukan Ibunya, Baru beberapa hari saja Atika meninggalkan rumah ke dua Putranya sudah tidak bergairah.


"Mbok, tolong antar makan siang ke kamar mereka, " Ucap Jimmy memerintah kepada Mbok Mimin.


Jimmy yang selama ini merasa baik-baik saja saat di luar dan pulang semaunya, ternyata saat pulang ke rumah tidak ada sambutan dari Istrinya, Jimmy merasa ada yang hilang, Saat Jimmy memasuki kamar miliknya dia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar, nampak sepi dan Rapi.


"Kenapa hidupku tidak sesuai dengan yang aku ingin kan, " Jimmy berbicara sendiri sambil manatap dirinya di cermin.


"Nak Doni sama Nak Dani,ayo makan dulu, " Mbok mimin mengantarkan makan Siang untuk Doni dan Dani.


"Mbok Dani pengen Mama, Dani enggak mau makan. " Ucap Dani merajuk.


"Doni, Maunya Mama, " Doni ikut menyahuti.


Mbok mimin yang kebingungan dengan situasi itu, memilih pergi ke kamar majikannya untuk mengadukannya.


"Tok... tok... Permisi Pak. " Mbok Mimin mengetuk Pintu.


CEKLEEEKKK,


"Apa anak-anak merajuk Mbok? " Jimmy seperti sudah tau apa yang akan Mbok mimin sampaikan.


Mbok Mimin hanya mangu-mangut tanpa mengatakan apapun.


"Baik, nanti saya turun ke bawah, " Ucap Jimmy lagi kepada Mbok Mimin.


"Atika, kenapa kamu menyusahkan sekali, " Jimmy menggerutu setelah kepergian Mbok Mimin.


Jimmy turun kebawah dengan rasa kesal, dia yang baru saja berniat pergi kekantor karna ada pekerjaan yang harus di selesaikan, harus terganggu lagi oleh ulah Doni dan Dani yang selalu merajuk.


"BRAAKKK" Pintu di dorong sangat kencang oleh Jimmy yang membuat Doni dan Dani kaget ketakutan.


"Kalian bisa tidak jangan buat Papa, mu ini pusing! Apa susahnya kalian tinggal makan dan ganti pakaian kalian. Papa akan pergi kekantor dan Papa, harap kalian tidak lagi merajuk, " Setelah memarahi Doni dan Dani Jimmy pergi tergesa-gesa keluar rumah untuk pergi kekantor.

__ADS_1


Mbok Mimin, yang menyadari kepergian majikannya tidak dengan baik-baik saja segera menghampiri Doni dan Dani, untuk menenangkannya.


melihat pemandangan yang menyayat hati, Mbok Mimin pun segera masuk kekamar dan menenangkan keduanya.


"Papa, enggak sayang lagi sama kita Mbok,? Ucap Doni sambil menangis kepada Mbok Mimin.


"Papa, kalian hanya sedikit sibuk Jangan di ambil hati yan Nak, ayo Mbok suapin ya." Mbok Mimin merayu Doni dan Dani.


Tapi usaha Mbok Mimin tidak berhasil, Doni dan Dani malah semakin bersedih, Mbok mimin yang kebingungan berlari ke arah telpon rumah untuk menelpon Atika.


Tapi ternyata No Atika tidak aktif, Mbok Mimin tidak berani menelpon Majikan laki-lakinya, karna kepergianya tadi sambil marah membuat Mbok Mimin ragu untuk mengadu.


"Ya gusti, apa yang harus aku lakukan. " Mbok mimin terisak sambil memegang telpon .


"Mbok.. mbok.. kenapa? Kok nangis.? Pak asep yang melihat Mbok mimin kebingungan.


" Sepertinya bapak, marah sama anak-anak, terus mereka enggak mau makan, No telpon Ibu, juga enggak aktif sep, Saya harus gimana? " Mbok mimin menjelaskan semuanya kepada asep.


"Gimana ya Mbok, saya juga bingung" Asep dan mbok mimin sama-sama bingung entah apa yang harus mereka lakukan.


****


Urusan Jimmy di kantor cukup menyita waktu, Pukul 5 sore Jimmy baru selesai , Tiba-tiba Jimmy ingat Putranya dirumah karna kejadian tadi siang Jimmy meninggalkan mereka dengan keadaan


"Kenapa No mu tidak aktif dari tadi siang Atika?" Jimmy menyetir mobil sambil memainkan Ponselnya.


"Kriing... kringgg... "Vano memanggil.


" Halo, Ada apa?"Jimmy menjawab telpon.


"Jim, Lu kesini ya, gue lagi di penginapan yang kemarin nih? " di sebrang telpon Vano meminta Jimmy datang.


Jimmy tidak bisa menolak sahabat terbaiknya itu, seakan Lupa tujuannya saat itu.


Jimmy yang baru akan masuk kedalam kamar penginapan Vano, terdiam di ambang pintu karna melihat ada Perempuan yang hanya terlilit handuk di atas kasur.


"Udah sini masuk, santai aja kali, " Ucap Vano menyadari kecanggungan Jimmy.


"Ada apa memanggil ku kesini. " Ucap Jimmy terburu-buru.


"Dih santai aja kenapa sih, duduk Sini. "Jawab Vano sambil menepuk-nepuk sofa yang dia duduki.

__ADS_1


" Jim, gue cuma mau minta tolong anterin dia pulang?, Vano berkata pada Intinya.


Jimmy melongo dengan permintaan sahabatnya itu, tidak habis pikir setelah di pakainya malah tidak mau bertanggung jawab.


"apa kau sudah gila, " Ucap Jimmy melotot sambil berbisik.


"stttt,, gue emang gila hahahaha," Vano berkata sambil terkekeh melihat tingkah Jimmy yang aneh.


"kenapa bukan kau saja yang mengantarkannya pulang, Aku sibuk. " Jimmy berkata sambil memalingkan muka .


"lagian udah terlanjur kesni juga kan Jim, Apa mau lu cobain dulu hahahaha?, " Jawab Vano terkekeh sambil meminum alkohol yang ada di meja.


"aku tidak berselera, " Jawab Jimmy acuh.


"iya, iya yang lagi galau di tinggal bini pulang kampung, " Lagi-lagi Vano meledek Jimmy sambil terkekeh.


"sudah, cepat suruh dia berpakaian aku tunggu di bawah, " Jimmy terpaksa menyanggupi permintaan gila sahabatnya.


"eitt,,,, tunggu bentar napa sih, " Vano menahan Jimmy yang sudah siap akan pergi.


"Apa aku yang harus memandikannya Juga, " Jawab Jimmy melotot.


"Ha.. ha.. haa.., Iya kalau mau, enggak lah maksud gue sambil nunggu dia beres-beres, kita ngbrol dulu lah. " Vano tau sahabatnya sedang tidak baik-baik saja, cara ini tujuannya sambil menghiburnya.


"keadaan di rumah sangat kacau setelah kepergian Atika, Van. " Jimmy memulai cerita kepada Vano sambil bersandar di sofa.


"coba lu ajak ngbrol empat mata deh Jim, Lu bujuk Atika pulang ke rumah, " Vano memberi sedikit saran kepada Jimmy.


"Ah.. nanti dia besar kepala Van, dia juga bersalah bukan cuma aku saja. " Jimmy tidak setuju dengan saran yang Vano berikan.


"Jim, cewe itu walau salah dia tetep merasa bener, cewe tu maunya di bujuk lu gimana sih enggak peka banget. " Jawab Vano lagi mencoba menjelaskan.


"aku harus cepat pulang, katakan pada wanitamu aku tunggu di bawah, " Jimmy mengakhiri obrolan secara sepihak.


"aku sudah beres ko, ayo antar aku pulang, " Jawab perempuan dari belakang Jimmy.


Vano dan Jimmy, menoleh bersamaan.


Jimmy turun ke bawah, dan di sebelahnya perempuan itu menarik lengan Jimmy karna terpeleset.


tangan Kiri Jimmy reflek melingkar pinggang perempuan itu, dan tangan kanannya memegang pundaknya.

__ADS_1


tidak sadar dari arah yang tidak jauh ada perempuan berkerudung merah melihat pemandangan yang sangat romantis bila di lihat.


"Astaghfirullah, Mas Jimmy, Ternyata memang...


__ADS_2