Karna Di Jodohkan

Karna Di Jodohkan
Makan Malam


__ADS_3

kini jam menunjukan pukul 06:45 dan pastinya Leo sudah bersiap siap Leo kini memakai kemeja putih dan dibaluti jas berwarna nafy dengan jam tangan hitam yang ia pakai


sedangkan dikamar Ara sibuk berdandan memakai setelan gaun yang Leo kasih


Ara menatap dirinya di cermin yang sedang memakai gaun panjang diatas tumit berwarna nafy dengan makeup tipis dan rambut di gerai ditambah lagi aksesoris yang menahan rambut di telinganya agar tidak terjatuh kedepan hingga menampakkan telinga Ara yang memakai Anting sedikit panjang


Tok tok tok ...


Suara ketokan pintu menyadarkan Ara dari lamunannya di cermin Ara berjalan menuju Arah pintu dan membuka Handle pintu


Saat pintu terbuka Ara melihat pria yang sangat tampan dan gagah berdiri di depan pintu


“ Apa sudah mau jalan? " tanya Ara menatap Leo


tidak Ada jawaban dari Leo yang kini terus menatap wajah cantik istrinya itu


“ Hei ” ucap Ara lagi sambil memainkan tangan nya di depan wajah Leo


“ Kau sangat cantik ” ujar Leo tanpa sadar


mengucapkan kalimat itu dan Langsung menutup mulutnya


“ Apa kata mu tadi? " tanya Ara ingin memastikan apa yang ia dengar tadi tidak salah


“ E-e tidak Ayo jalan ” kata Leo terbata - bata dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


Mereka berjalan menuju halaman depan dan memasuki mobil milik Leo dan langsung menghidupkan nya dan berjalan meninggalkan apartemen itu


sedalam perjalan tidak ada pembicaraan Leo yang masih sangat malu dengan ucapannya tadi hanya mengemudi dengan wajah datarnya itu


setelah hampir satu jam mereka sampai di hotel Xx dimana acara tersebut di adakan oleh pak Gading colega Leo .


Leo memarkirkan mobilnya dan turun membukakan pintu untuk Ara dan Ara pun keluar


Leo menatap Ara yang masih berdiri “ Kenapa?" tanya Leo bingung melihat istrinya itu.


“ Aku malu belum pernah datang ke acara beginian ” lirih Ara


Leo tersenyum memaklumi Ara karna ia tahu pasti sekarang istrinya itu sangat gerogi


“ Ada aku ” jawab Leo menenagkan Ara


Leo menghampiri Ara kemudian menarik pingganya dan berjalan masuk kedalam melewati karpet merah yang ia tergerai di bawah lantai


Mereka berjalan dengan Leo merangkul pinggang Ara banyak mata menatap mereka dengan kagum dan ada juga yang menatap mereka dengan tatapan iri kepada Ara terutama para wanita yang sudah terpana dengan ketampanan makhluk tuhan yang menjadi suami Arandita .


Ara sekali melirik Leo. dan kembali menundukkan kepalanya karna malu dengan tatapan orang disekitarnya


kemudian Leo mencari keberadaan seseorang


“ Selamat datang bapak Leo Abraham suatu kehormatan anda datang ke acara kecil saya ” kata seseorang sambil berjalan ke arah Leo dan tersenyum tulus kepadanya


“ Terimakasih sudah mengundang saya pak Gading ” ucap Leo tersenyum dengan tangan masih merangkul pinggang ramping milik Ara


“ Anda bersama siapa pak Leo? " tanya Gading dengan melihat ke Arah Ara


“ saya bersama istri saya pak ” jawab Leo


Ara yang mendapat senyuman dari Gading langsung Mengulurkan tangannya


“ Arandita ” kata Ara dengan senyum ramahnya


“ Gading " jawab Gading dengan menjabat tangan Ara


“ Kapan anda menikah pak kenapa saya tidak di undang? " tanya Gading


“ Tiga minggu yang lalu pak hanya keluarga saja yang datang ” jawab Leo

__ADS_1


dan mereka berjalan ke ruangan dimana sudah ada para tamu rekan kerja Gading yang tentunya sudah mengenal Leo


Secara Leo adalah pembisnis muda yang sudah menggelar menjadi orang terkaya se Asia siapa yang tidak mengenalnya ? bahkan semua orang sudah mengetahuinya


Leo duduk bersama Ara dan berkumpul dengan rekan kerjanya


Leo kini menatap Ara yang sedari tadi ia hanya diam


“ Apa kau lelah? " tanya Leo menatap Ara yang berada di sampingnya


“ Tidak ”


“ Kenapa tidak berbicara dari tadi ”


“ Aku hanya tidak terbiasa acara seperi ini "


“ Tunggu sebentar saja setelah makan kita pulang ” jawab Leo


Dan Ara hanya mengangguk dan tersenyum manis kepada Leo


Menggemaskan. batin Leo


Acara pun di mulai dan pak Gading menyuruh semua orang semua tamunya menikmati hidangan tersebut setelah itu Leo berbincang sedikit dengan Leo kemudian pamit untuk pulang


“ Terimaksih atas jamuannya pak Gading saya pamit pulang dulu ” ucap Leo dengan senyum ramah


“ Sama-sama pak Leo anda hati-hati dalam perjalanan sekali lagi terimaksih atas kehadiran anda ” jawabnya dengan mengusap pundak Leo


“ Iya pak ” dan Ara hanya tersenyum ramah kepada Gading kemudian pergi meninggalkan Gading dengan tangan Ara yang merangkul lengan Leo dengan dan Leo membiarkannya


tanpa ia sadari ada dua mata menatap Leo dan Ara dengan senyum liciknya


belum sampai ke pintu depan Ara menghentikan langkahnya


“ Aku ke toilet sebentar ya ” kata Ara


“ Tidak usah aku hanya sebentar saja ” sangkalnya


“ Benar tidak apa-apa ” tanya Leo memastikan Ara


dan Ara hanya menganggukkan kepalanya


“ Baiklah aku tunggu disini ” jawab Leo kemudian duduk di kursi dekat pintu


Ara berjalan ke arah toilet yang agak jauh dari pintu depan setelah ada di dalam toilet Ara melakukan Apa yang ia tahan sejak tadi


Ara menahan kencing dari tadi karna rasa geroginya itu dan Ara menatap cermin kemudian membenarkan makeupnya


Ara tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menunggunya di depan toilet


“ Permisi ” ucap Ara dengan sopan


namun tidak di jawab oleh wanita tersebut malah ia menaikkan kainya ke tembok hingga menghadang jalan toilet


“ Ada hubungan apa kau dengan Leo? " tanya wanita menyilangkan tangan di dadanya


namun Ara tidak menjawabnya dan wanita itu mengangkat dagu Ara dan menatapnya dengan tajam


“ Jawab ” bentak wanita itu


“ bukan urusanmu ” ketus Ara kemudian menerobos kaki wanita tersebut


“ Beraninya kau ” jawab wanita tersebut dan langsung menjambak rambut panjang Ara


“ Aww sakit ” lirih Ara


“ Itu tidak seberapa dengan apa yang aku rasakan ” kata wanita itu dengan membentak Ara dan tetap menarik rambut Ara

__ADS_1


“ Lepasin aku tidak ada urusan dengan mu ” jawab ara dengan nada tinggi


“ Jelas ada karna kau berani menggandeng tangan Leo di hadapanku tadi ”


“ Jauhi Leo atau kau tau akibatnya aku bisa saja melakukan hal yang lebih kejam dari ini tapi jika kau menjauhi Leo aku akan melepaskan mu ” kata wanita itu dengan seringai liciknya


“ Memang siapa kau aku berhak melakukan apa yang aku mau karna Leo suamiku ” jawab Ara dengan tegas


“ Apa.. suami !!! ” kata wanita itu dengan nada terkejut


lalu dengan geramnya wanita itu mengangkat tangannya untuk menampar wajah Ara


kemudian ada tangan yang menagkapnya


Ara yang tertunduk langsung mengangkat wajahnya


“ CUKUPP!! " tegas Leo dengan tangan masih mencengkram tangan wanita tersebut


“ Leo.." lirih wanita tersebut


“ Ayo kita pulang ” ajak Leo lalu menarik tangan Ara dan kemudian berbalik menatap wanita itu dengan tajam


“ Sindy Kurasa ini yang pertama dan terakhir kau mengganggu istriku ” dan berbalik meninggalkan sendirian di toilet


Sindy yang merasa kesal hanya mengacak rambutnya kemudian menikam-nikam dinding yang tak tau apa itu


Iyaa Sindy dia sahabat SMA Leo dulu yang ter gila-gila kepada Leo namun Leo hanya bersikap dingin kepadanya dan menolak Sindy dengan jelas .


dia berada disini karna dia adalah asisten Gading dan tentunya dia di undang . dan tanpa sengaja dia melihat seorang wanita berjalan dengan mesra bersama Leo ia sangat marah karna selama ia kenal dengan Leo ia tak pernah mendapat perlakuan semanis itu dari Leo lalu dia ingin memberi pelajaran kepada wanita tersebut tak lain adalah Ara


Flasback on


Leo yang menunggu Ara di toilet yang katanya sebentar ternyata sangat lama dan Leo ber inisiatif menyusul Ara ke toilet


namun apa yang ia dapatkan Leo melihat perempuan yang sedang ingin melayangkan tangannya ke Arah Ara yang masih tertunduk


dengan gesitnya tangan Leo menangkap tangan perempuan itu dan menghempaskannya


jika terlambat sedikit saja maka Ara akan mendapatkan tamparan itu.


Flashback off


Leo dan Ara berada di parkiran


“ Apa kau tidak apa-apa? " menangkup wajah Ara dengan tangannya kemudian merangkul Ara ke dalam pelukannya.


sungguh ia sudah tidak bisa menahan rasa kasihannya itu kepada istrinya .


Ara mendapat perlakuan seperti itu meneteskan air matanya dan membalas pelukan Leo memeluk Leo dengan erat entah kenapa Ara sangat nyaman berada di posisi itu


Leo yang lebih tinggi dari Ara bisa dengan leluasa memeluk Ara dan mengusap punggung Ara


“ Jangan menagis ” ucap Leo menatap kristal jatuh dari mata lentik Ara


“ Kenapa hari ini aku mendapat perlakuan yang membuatku sangat sakit ” lirih Ara dengan air mata yang masih menetes.


“ Aku tidak akan membuat mereka menyakitimu lagi ” kata Leo memegang pundak Ara dengan kedua tangannya. dan mengusap pipi Ara dengan lembut


“ Sekarang kita pulang saja jangan fikirkan itu lagi ” menarik tangan Ara dan masuk me dalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang


sedalam perjalanan tidak ada yang berbicara Leo yang fokus menyetir tidak melirik Ara


“ Ara ” panggil Leo namun tidak ada jawaban dari Ara


jangan lupa dukung Author vote yaa😍


like juga 😋

__ADS_1


__ADS_2