Karna Di Jodohkan

Karna Di Jodohkan
POV Leo


__ADS_3

Aku Leo Abraham umur 23 tahun dan sekarang orang tuaku menjodohkan ku dengan anak dari teman SMA nya dulu


aku kaget mendengar hal itu dari mama


karna ini sudah janji mama dengan temannya tersebut aku menurut saja dan disitulah aku melihat senyum kebahagiaan mama


ternyata mama ingin sekali menjodohkan ku dengan perempuan itu


aku belum tau seperti apa orangnya sifatnya dimana dia tinggal ?


itu yang ada di benakku waktu itu tapi mama meyakinkan ku katanya dia gadis yang baik aku pasrah saja


dan orang tuaku mengadakan pertemuan makan malam dirumah ku untuk membicarakan tentang perjodohan ini dan pastinya dia datang


aku sedikit terlambat karana pada hari itu pekerjaan ku lumayan banyak di kantor aku mengantikan papa di perusahaan itu sebagai CEO yang pastinya sibuk


aku datang dan meminta maaf kepada orang tuanya yang mungkin sudah lama menungguku aku duduk di depan gadis mungil yang sedang menundukkan kepala nya


tentu saja aku sangat penasaran tapi aku menutupinya . di sela-sela makan orang tua ku kembali membahas hal itu dan mengatakan kalau aku dan dirinya akan menikah dua minggu lagi


aku biasa saja karna sebelum itu orang tuaku memberitahuku dan mendengar hal itu dia langsung tersedak dengan makanan yang ia makan aku khawatir ingin sekali menyodorkan minuman yang ada di depanku tapi rasa gengsiku mengalahkannya


aku menatapnya dan secara tidak sengaja mata kita bertemu aku dengan jelas melihat mata lentik miliknya hidung mancung yang ia miliki bibir manis yang tipis itu membuat jantungku berdegup kencang tapi aku menutupinya


dan keluarganya pamit untuk pulang tentu saja aku mengantar nya ke depan rumah selepas ia pulang aku duduk di ruang tamu bersama kedua orang tuaku


papa mengatakan aku harus menjaganya dan jangan membuat keluarganya dan mamaku kecewa aku jawab saja iya dan pergi meninggalkan papa


di dalam kamar aku masih memikirkan mata lentik itu baru pertama kali aku melihatnya namun kenapa rasanya aku ingin terus menatapnya


dua minggu berlalu kini tepat dimana hari pernikahan ku dengannya


gugup tentu saja bagaimana tidak ini pertama kali aku melakakuan hal ini setelah cukup lama aku menunggu calon istri ku aku melihatnya turun dengan di dampingi mertuaku dan satu wanita lagi yang tidak aku kenal


dia duduk di sampingku dan acara pun dimulai mertua ku Jonathan Joerg. dia menjabat tanganku aku sangat gugup tapi aku tidak menampakkan rasa gugupku


setelah mendengar kata SAH aku sangat lega dan bebas dari ke gugupan itu dan sekarang dia Arandita Putri Joerg. sudah sah menjadi istriku beberapa detik yang lalu


dia memegang tangan ku kemudian mencium nya dengan lembut dia terasa sangat gugup saat akan melakukan hal itu dan aku tau itu .


setelah beberapa lama acara pun selesai dan wanita yang tadi ia menghampiri istriku memeluknya erat aku sangat ingin menggantikan posisinya itu tapi dengan gengsi aku mengacuhkan mereka berdua


dan disitulah aku tau bahwa wanita itu adalah teman dekat istriku


Sahabatnya saja sangat menyayanginya apalagi orangtua nya fikirku


aku bertekad untuk melindunginya meskipun dia tidak ada rasa denganku tapi orang tuaku sangat menyanyangi istriku.


setelah kami ingin pulang ke apartemen ku papinya ber pesan kepada ku agar menjaganya aku bisa melihat kesedihan mertuaku itu karna melepas putri kesayangannya itu


aku meyakinkan mertuaku agar percaya padaku dan sekarang dia sudah menjadi tanggung jawabku .


sesampainya di apartemen ini kisah kami dimulai dimana dia menanyakan kamar miliknya padahal aku sangat ingin dia selalu ada sisiku agar aku bisa menjaganya


yaa aku tau mungkin dia tidak siap jika harus satu kamar denganku

__ADS_1


saat malam tiba dimana aku sedang bekerja di ruang tamu dan tidak ada ada istriku disana aku melanjutkan pekerjaan ku saat aku fokus menatap laptop


dia datang dengan tubuh yang sudah wangi sakura aku suka menghirup wangi tubuhnya itu dia dengan beraninya duduk di sampingku lalu aku menyapanya


aku meminta dia memasak makanan buatku dengan alasan lapar tapi sebenarnya aku tidak lapar karna sejak sore tadi aku sudah makan


aku hanya ingin basa - basi saja dengannya


dan dia mau memasakkan makanan untukku dan aku menunggunya di meja makan sambil menatap gerak geriknya yang sibuk dengan pekerjaannya


aku mencoba berbicara dengan bertanya umurnya dan ternyata umurnya selisih lima tahun denganku itu sangat lucu.


aku menyebutnya dengan Adik kecil namun dengan langsung istriku itu memajukan bibirnya cemberut tak suka dengan panggilan yang ku buat tadi


tapi itu sungguh menggemaskan bagiku aku ingin melihatnya kesal lagi fikirku


setelah selesai makan aku kembali bekerja dan dia duduk di depanku dan bertanya


Mas apa kau punya pacar ? tanyanya


entah kenapa aku senang dia memanggilku dengan panggilan itu serasa dia sudah mencintaiku


tapi aku ingin menggodanya dengan menanyakan panggilan itu lagi tapi dia langsung cemberut dan meninggalkan ku sendirian di ruang tamu


Aku hanya menatap punggung nya yang sudah menghilang menuju kamarnya


niatku memberikan Paper bag yang berisi pakaian kepadanya aku sudah lupa sampai kembali esok pagi


...****************...


aku pamit kepadanya saat aku mau berangkat ke kantor tapi dia menjawabku dengan cuek


aku membiarkannya dan setelah di kantor aku menyuruh beberapa bodyguard pribadiku untuk menjaga istriku dari jauh


dan bodyguard ku itu mengirim beberapa pesan padaku dan setelah aku buka aku melihat beberapa foto dia sedang berbicara dengan seorang pria namun aku bisa memakluminya mungkin hanya sebatas teman kuliah saja fikirku .


tapi setelah aku melihat foto terakhir entah kenapa aku sangat tidak terima dengan itu


aku melihat pria tersebut memegang tangan istriku


tapi aku membiasakan diriku


saat di kantor aku ingin cepat-cepat pulang aku sangat menghawatirkan keadaannya


aku meninggalkan meeting bersama klien ku dan tentunya membuat sekertarisku itu bingung dengan sikapku tapi aku mengabaiknannya.


aku mampir ke sebuah mall membelikan baju sepatu dan tas untuknya karna nanti malam aku di undang colegaku buat makan malam


sesampainya dirumah aku mencarinya dan aku menemukan nya berada di dapur sambil mimum minuman di depan kulkas tanpa menyadari keberadaanku


aku menyapanya dan dia sangat kaget dengan kedatanganku yang tiba-tiba dia terbatuk sangat keras sampai air matanya keluar sungguh tidak tega melihatnya tapi aku mengabaikannya


lalu aku memberikan paperbag itu kepadanya dia menerima paperbag itu dan dengan jelasnya aku bisa melihat tangannya yang sedikit memar


mungkin karna pria tadi di kampusnya aku merasa sudah gagal menjaganya

__ADS_1


dan aku meninggalkan dia karna aku harus mandi


dan setelah selesai mandi aku turun kedapur mencari keberadaannya tapi tidak ada


dan langsung menuju kamarnya yang pintunya sedikit terbuka


ternyata dia sedang berbicara dengan mertuaku di seberang telvon aku mendengar apa yang di bicarakan mereka tapi aku pura-pura tidak tahu


setelah ia selesai mengobrol dengan mertuaku dia langsung berjalan ke arah pintu dan aku seperti maling yang sudah tertangkap mencuri barang tapi aku bersikap biasa saja


aku menyuruhnya masak dan dia pun memasak


Dia meminta ku untuk mememaninya di mall ya tentu saja aku mau


setelah sampai di mall aku dengan beraninya menggengam tangannya Sangat lembut . batin ku


aku menemaninya mencari apa saja yang ia butuhkan aku sebagai seorang pria hanya mengikutinya saja


dan setelah berapa lama kita berkeliling mall aku dan istriku di hentikan oleh seorang wanita yang aku kenal


Dia adalah Sonya mantan kekasihku dulu entah kapan dia pulang dari London aku tidak tahu aku sangat membencinya dimana dulu dia meninggalkan ku dengan alasan ingin mengejar cita-citanya


aku menuruti dia dan menyuruh berapa bodyguardku untuk memantau nya dan ternyata selain dia kuliah di London dia juga bermain gila di belakangku dengan pria lain itu laporan yang ku terima dari bodyguard ku


dan sejak itu aku langsung memutuskan hubungan dengannya sejak itu aku tak mau tau tentang Sonya lagi


lalu Sonya menanyakan wanita yang ada disampingku yaa aku jawab dia istriku


dia tidak percaya dengan lantangnya tertawa


aku tahu Ara sedang bingung lalu aku menggenggam tangannya meninggalkan sonya sendirian


tapi sonya berbicara " kau tidak sedang bercanda kan Leo kau tidak mungkin secepat itu melupakan ku dan wanita itu sangat jauh dariku ” kata Sonya dengan berteriak


dan aku membentak sonya lalu meninggalkannya sekarang kita ada di kasir


aku bisa melihat perubahan pada wajah Ara


setelah selesai membayar kita langsung pulang di dalam perjalanan aku berbicara padanya


“ Maaf ”


“ Buat apa ”


“ Soal tadi ”


“ Hemm"


se singkat itu dia menjawab dan aku tau dia sedang marah padaku dia sama sekali tidak menatapku hanya memalingkan wajahnya


sesampainya dirumah dia langsung mengambil belanjaannya tanpa meminta bantuanku dia langsung menuju dapur dan meletakkan bahan bahan tersebut


tanpa melihatku dia langsung menuju kamar nya meninggalkan ku yang sedari tadi menatapnya


aku sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah Sonya katakan padanya aku tau dia sangat sakit hati jika mengingat perkataan sonya tadi

__ADS_1


aku langsung menaiki tangga dan menuju kamar ku merebahkan tubuhku yang lelah.


__ADS_2