
“ Han Apa sekarang ada jadwal penting " tanya Leo
“ Tidak Ada tuan hanya nanti malam Pak Gading mengundang anda untuk makan malam ”
“ Baiklah ” berjalan keluar meninggalkan sekertaris Han
“ Tuan Anda mau kemana ? " panggil Han lalu Leo berbalik
“ Pulang ” menatap sekertarisnya itu
“ Tapi sekarang ada meeting dengan beberapa klien tuan ”
“ Apa sangat penting? "
“ Tidak tuan hanya saja membahas perkembangan beberapa hotel yang dua bulan anda buka ”
“ Aku serahkan pada mu saja Han ” membuka hendle pintu dan keluar
sekertaeis Han hanya menatap punggung bos nya itu dengan heran
“ Apa tuan Leo ingin cepat pulang karna istrinya ” tanya Han kepada dirinya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
cuma Han yang di undang sewaktu pernikahan Leo dan Ara karna Han sangat dekat dengan Leo seperti saudara kandung dan Han adalah orang kepercayaan Leo maka dari itu Leo tau
Mobil Leo kini sudah masuk ke dalam halaman Apartemnnya dan melihat mobil milik Ara sudah ada berarti pemiliknya pun sudah pulang pikir Leo.
Leo mencari keberadaan Ara dan ternyata Ara berada di dapur meminum air dingin di deoan kulkas tanpa menyadari ke hadiran Leo
“ Sudah pulang ? " tanya Leo
“ Uhuk uhuk.. ” Ara berbatuk tersedak karna terkejut dengan suara Leo yang tiba-tiba ada
“ Pelan pelan saja ” kata Leo menatap wajah Ara yang sedang menatapnya
“ I-iya dari tadi ” jawab Ara
“ Nanti malam ikut denganku ” dingin.
“ kemana ? "
“ aku di undang makan malam dengan colegaku ” menyerahkan tiga Paper bag pada Ara yang sudah ia beli karna sebelum pulang ia membeli baju sepatu tas untuk Ara
“ Apa ini ? " menerima Paper bag yang di sodorkan Leo lalu membukanya
“ Pakaian kau harus memakainya nanti ”
“ Kalau aku tidak memakai nya " jawab Ara dengan menatap Leo yang sedang menatapnya
“ Kau tak menghargaiku ” jawabnya dingin dan langsung beranjak pergi
“ Padahal aku hanya ingin berbicara lebih lama dengan nya ” Ara beebicara sendiri sambil membolak balikkan paperbag itu
kemudian Ara menaiki tangga menuju kamarnya dan duduk di sofa dekat ranjangnya
“ Ahhh aku rindu mami ” Lirih Ara kemudian mengambil ponsel nya dan menekan nomor mami nya lalu menghubunginya
“ Mamiiii ” Ara berbicara dengan dengan agak berteriak hingga yang di seberang telvon menjauhkan dari telinganya yang akan sobek karna suara Ara yang sangat keras
“ Ara pelan - pelan dong bicaranya ” jawab Ratna di seberang
“ Iya mi maaf Ara kangen banget sama mami ” dengan nada manjanya
“ Kalau kangen pulang lah kesini ajak suami mu ”
“ Tapi Ara belum ada waktu mi ”
“ Aduh aduh yang sudah sibuk ngurusin suaminya nihh ” goda Ratna
“ ihh mami bukan gitu ” sambil cemberut
__ADS_1
“ Iya iyaa mami becanda " kekeh Ratna karna berhasil membuat putrinya itu kesal
“ Ara jaga sikap kamu itu jangan sampai nak Leo ilfil dengan mu yang manja cerewet dan suka banyak tingkah itu ”
“ iya iya mi yaudah Ara tutup telvonnya ya salam buat Papi ”
“ Iya iyaa ” Ara langsung menutup telvonnya itu
tanpa Ara sadari Leo berada di dekat pintu kamar Ara karna pintunya sedikit terbuka otomatis Leo mendengar pembicaraan Ara dengan mertuanya
Apalagi kamar mereka dekat hanya saja ter halang ruang olahraga Leo
Ara berjalan ke Arah pintu dan terkejut mendapatkan wajah tampan suaminya yang sudah segar karna habis mandi itu
“ Ngapain kamu ada di sini " tanya Ara
“ Apa kamu tidak masak ”
“ Kamu lapar? " tanya Ara menatap intens Leo
“ Iya ”
“ Baiklah ayo ke dapur aku akan masak kau mau makan apa? "
“ Apa saja ”
mereka turun kemudian menuju dapur dan Leo duduk di meja makan Leo memilih makan dirumahnya bersama istrinya karna itu dia cepat - cepat untuk pulang
“ Kau suka pedas ” tanga Ara
“ Tidak ”
sekitar dua puluh menit makanan sudah siap dan Ara meletakkan makanan di atas meja dan mengambil kan nasi dan lauk lalu memberikan pada leo seperti biasanya
Mereka makan dengan keheningan hanya terdengar suara sendok dan garpu saja
“ Habis makan temani aku ke mall ya bahan makan di dapur habis ” kata Ara sambil menatap Leo
“ Hemm "
Cuma gitu . batin Ara kemudian melanjutkan makan
dan setelah selesai makan Ara mencuci piring dan mebersihkan meja makan
Leo duduk di ruang tamu sambil menunghu Ara yang mengambil tas di kamarnya
“ Ayo ” Kata Ara mengajak Leo
mereka pergi dengan mobil dan Leo yang mengemudi karna mereka tidak memper kerjakan supir
setelah setengah jam mengendarai mobil sampailah di mall mereka turun dan Leo menggenggam tangan Ara
Ara yang mendapatkan perlakuan tersebut tentunya sangat kaget dengan hati yang sedikit tak karuan
Sambil berjalan ke dalam mall ara menatap Leo heran mengapa Leo berani memegang tangannya sedangkan Leo hanya bersikap biasa saja
Ara mengambil troli lalu mendorongnya
berkeliling mall mencari bahan apa saja yang di butuhkan
semua mata menatap pada Leo yang kini sangat tampan selain Leo memiliki tubuh tinggi Leo juga memiliki badan sispek karna rajin olahraga dan kulit putih bibir tipis itu yang menggoda kaum hawa
Ara terlihat kesal pada wanita yang menatap Leo dengan lekat entah dari mana datangnya rasa itu intinya Ara tidak suka saja
“ Apa sudah selesai ” tanya Leo
“ Hemm sebentar kurang satu ” kata Ara
Ara mendorong keranjang yang penuh dengan buah daging dan bahan dapur lainnya
__ADS_1
Ara mengambil pembalut tanpa malu kepada Leo dan meletakkan ke dalam keranjang setelah di rasa sudah cukup mereka hendak pergi kemudian terhenti karna seorang wanita yang ada di depannya
“ Leo ” kata wanita itu
Leo yang tau wanita di depannya itu hanya mengacuhkan nya sedangkan Ara menatap ke arah Leo dengan bingung
“ Leo kau juga ada disini ” tanya wanita itu
“ Lalu dia siapa" timpalnya lagi sambil menunjuk kepada Ara yang diam mematung
“ Dia Istriku ” jawab Leo dengan dingin
“ Hahaha Jangan bercanda Leo ” wanita itu tertawa
Ara semakin bingung dengan apa yang di lihatnya Leo yang mengerti Ara hanya menatapnya
“ Apa sudah selesai ” ucap Leo menghentikan tawa seorang wanita itu
“ Mana mungkin dia istrimu peenikahanmu saja tidak tercium di media ” dengan ekspresi tak percaya
“ Itu bukan urusanmu ” jawab Leo lalu pergi meninggalkan wanita itu dengan mendorong keranjang yang penuh dengan belanjaan itu dan menggenggam tangan Ara namun beberapa langkah Leo berjalan wanita itu kembali berbicara
“ Katakan kau sedang bercanda Leo kau tidak mungkin secepat itu melupakan ku dan wanita itu sangat jauh dari ku dan mungkin kau terpaksa menikah dengannya ” katanya berteriak
Leo berhenti menatap sinis pada wanita itu “ Tutup mulutmu ” bentak leo kemudian meninggalkan wanita itu
Kini mereka Ada di kasir langsung membayarnya sedangkan Ara masih terdiam dengan perkataan wanita tersebut Mungkin benar kata wanita itu Leo terpaksa menikahi ku. batin Ara dengan wajah yang sendu
Leo yang faham dengan perubahan wajah Ara hanya menghela nafas lalu membuangnya dengan kasar
setelah selesai membayar mereka keluar dari mall itu dengan Leo mebawa belanjaan lalu masuk kedalam mobil untuk pulang karna hari sudah semakin sore
“ Maaf ” lirih Leo menatap Ara
sedangkan Ara hanya memiringkan kepalanya dan menatap jalanan tanpa melihat Leo .
“ Untuk apa? " jawab Ara yang masih tetap dengan posisinya
“ Kejadian tadi ”
“ Hemm " Singkat.
“ Apa kau marah? "
“ Tidak "
“ Lalu kenapa diam? "
“ Hanya malas saja ”
Sebenarnya Ara ingin sekali menanyakan siapa wanita itu namun ia malu merasa tidak berhak membicarakan hal itu dia memilih diam saja dengan fikiran yang kemana - mana
sesampainya di halaman rumahnya iya langsung mengambil bahan bahan itu dan menaruhnya di kulkas
Leo menatap Ara yang sedang berjalan memuju kamarnya
merasa ada yang berubah dengan sikapnya entah Leo merasa bersalah karna kejadian di mall tadi
Apakah Leo sudah mencintainya tapi belum menyadari hal itu ?
Leo kembali ke kamarnya untuk istirahat
sedangkan Ara merebahkan dirinya dengan termenung di atas ranjang mengingat ucapan wanita tadi
“ Sebenarnya siapa dia ? apa dia kekasih Leo atau mantan kekasihnya? " Ara bertanya pada dirinya sendiri
“ Kenapa aku sedih seperti ini seharusnya aku tidak memikirkannnya bukankah itu urusan dia ” gerutu Ara dengan tangan yang berada di atas perutnya lalu menggerak gerakkan jarinya
kemudian ia ter lelap dengan posisi telentang memegang benda pipih di atas perutnya itu
__ADS_1