Karna Di Jodohkan

Karna Di Jodohkan
Sakit 2


__ADS_3

“ Dingin .. ” Lirih Ara dengan suara seraknya


“ Sebentar ya Aku buatin kamu teh hangat dan bubur dulu ” kata Leo beranjak pergi ke dapur


setelah sepuluh menit Leo datang membawa nampan yang berisi bubur dan teh hangat Leo masuk ke kamar Ara dan menutup pintunya


“ Sekarang kamu makan dulu ya ” ucap Leo lembut dan menatap Ara dengan rasa khawatir


Ara menggelengkan kepalanya “ mulutku pahit ”


“ Sedikit saja Ara badan kamu sangat lemas” membantu Ara duduk


Leo menyuapi Ara dengan telaten tapi tiga suapan saja Ara sudah menggelengkan kepalanya lagi


“ Aku sudah kenyang ”


“Satu kali lagi ya ” pinta Leo


“Umm" menutup mulut dengan kedua tangannya seperti anak kecil saja


Kenapa dalam keadaan begini kau tetap menggemaskan Ara.gumam Leo dalam hati


“ Baiklah sekarang kamu minum obat ya ” Leo pergi mengambil obat di kamarnya karna Leo selalu nyetok beberapa obat agar dalam keadaan begini tidak terlalu sulit apalagi diluar hujan masih sangat deras


“Minum dulu” kata Leo memberikan segelas teh hangat dan obat lalu Ara langsung menelan obat itu


“ Aku ngantuk "


“ Baiklah aku keluar ”


“ Jangan temani aku disini ” pinta Ara


“ Hemm baiklah ” berdiri hendak berjalan ke sofa


“ Mau kemana? "


“ Duduk di sofa ”


“ Di sini saja ” ucap Ara menujuk sebelahnya kemudian merebahkan tubuhnya


“ Baiklah ” Leo berjalan dan duduk disamping Ara dan menyadarkan kepalanya


Ara bergeser mendekat ke tubuh Leo lalu memeluknya mencari kehangatan dan kenyamanan tentu saja nyaman memeluk tubuh Leo yang kekar itu entah kenapa rasanya tenang bagi Ara jika ada di dekat Leo


Dan Leo membiarkan Ara memeluknya tentu saja dia senang Kenapa begini apa dia sudah menerimaku.fikir Leo

__ADS_1


“ Kenapa sampai sakit ” kata Leo membelai rambut Ara dengan lembut


“ Aku kehujanan ” gumam Ara dengan pelan dan memainkan jarinya di atas dada Leo


“ Kenapa kau tak memintaku untuk menjemput mu lihat apa yang terjadi sekarang aku sudah gagal menjagamu ” ucap Leo tegas


“ Aku takut Umm, lebih tepatnya takut mengganggumu ”


“ Kau tak pernah menggangguku ” dengan suara lembut


“ Tapi kau sedang bekerja waktu itu ”


“ Sudah lah lain kali jangan di ulangi lagi aku tak mau kau sakit lagi dan bagaimana jika orang tua kita tau lalu mereka khawatir ” ucap Leo sedikit menggertak Ara dengan cara halus


Ara tidak menjawab lalu meneteskan air mata ia jadi teringat dengan kedua orang tuanya


biasanya sekarang yang ada disampingnya adalah orang tuanya merawatnya ketika sakit seperti sekarang ini


“ Heii kenapa nangis ” Leo yang mendengar isak tangis Ara


“ Aku rindu mami ” yang sekarang posisinya sudah duduk di tengah ranjang dengan tangis semakin terisak


“ Kalau kamu sudah sembuh kita pergi ke rumah mami oke ” memegang pundak Ara meyakinkan.


“ Kamu tidak berbohong kan ”


“ Makasih ” kata Ara lalu masuk kedalam pelukan Leo dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu


Leo membalas pelukan Ara membelai rambutnya dengan lembut dan mengecup pucuk kepala Ara


“ Sekarang kamu istirahat ” kata Leo


Ara hanya mengangguk kemudian tidur dan Leo menyusul merebahkan tubuhnya di samping Ara


Ara menempatkan kepalanya di dada Leo memeluknya dengan erat .


Terdengar suara nafas teratur Ara tandanya Ara sudah tertidur damai dengan alam mimpinya


Leo menarik selimut menyelimuti tubuhnya dan tubuh Ara


kini mereka satu ranjang satu selimut sama-sama memberi kehangatan apalagi hujan masih saja turun dengan derasnya . lalu Leo pun ikut terlelap


...***...


Ke esokan harinya Ara bangun dan melihat di sampingnya sudah kosong dan Ara segera ke kamar mandi mencuci wajahnya ia tidak mandi karna merasa tubuhnya masih pegal-pegal

__ADS_1


Ara bejalan menuruni tangga mencari keberadaan Leo ia menuju dapur karna lapar


Ternyata disini


“ Sedang apa ” tanya Ara


“ Sudah bangun ” tanpa menoleh ke arah Ara


“ Hemm ”


“ Sudah baikan ” tanya Leo meletakkan satu piring berisi makanan di meja makan


Dia masak?


“ Iya , kenapa tidak ke kantor ”


“ Mana mungkin aku ninggalin kamu sendirian yang sedang sakit ” menatap Ara yang berdiri di seberang meja makan


“ Tapi aku sudah sehat ” ucap Ara yang duduk di sebelah Leo


“ Yakin gak mau ke dokter ”


“ Hemm ”


“ Baiklah jika itu mau kamu Ayo makan dulu ”


“ Kamu yang masak?”


“ Hemm "


“ Sejak kapan bisa masak ”


“ Pas kuliah dulu ”


“ Buka mulutmu ” kata Leo mengambil satu sendok nasi goreng di piring Ara


“ Aku bisa makan sendiri ” tolak Ara


“ Sudahlah ayo buka ” kukuh Leo dan Ara membuka mulutnya mengunyah makanan itu


“ Ini enak sekali kapan-kapan ajari aku ya ”


“ Hemm ”


Ara makan dengan lahapnya karna masakan Leo memang sangat enak meskipun hanya nasi goreng dengan toping daging dan kerupuk

__ADS_1


Like like like ya Readers😍


Maaf jika banyak typo 🙏


__ADS_2