
Kini malam pun tiba dimana Ratna sudah ber siap-siap dengan memakai gaun maroon selutut rambut di gerai dan hak sepatu yang tinggi
begitupun dengan jonathan ia memakai jas berwarna senada dengan gaun yang di pakai Ratna
“ Ara sudah siap ? " sambil mengetok pintu kamar Ara
lalu pintu terbuka dan tampak lah sosok Ara yang sangat cantik dengan balutan make-up tipis Ara memakai gaun hitam sebahu dan rambut di ikat biasa meninggalkan beberapa rambut di depan dengan dihiasi aksesoris di kepalnya sehingga membuat Ara sangat cantik
Ratna yang melihat Ara langsung tersenyum dan menarik tangan Ara agar turun menuju Jonathan yang menunggunya
“ Wahh cantik sekali anak papi gini yaa kalo mau ketemu calon suami " goda Jonathan pada putrinya dengan senyum manisnya itu
“ Ihh papi apaan sih apa aku ganti baju aja ? "
“ jangan sayang papi hanya becanda ”
langsung mencubit hidung mancung Ara dan pemilik hidung itu hanya memanyun kan bibirnya
“ yasudah kita berangkat saja ” kata ratna
mereka berjalan menuju halaman depan yang sedari tadi supir menunggunya
didalam perjalan tidak ada suara hanya keheningan yang ada
sekitar satu jam mereka sudah sampai menuju rumah yang sangat besar dan mewah dengan pagar yang menjulang tinggi tentunya sama dengan rumah Ara
mereka turun dan langsung di sambut oleh Saga dan Revi dengan senyum penuh ke banggaan
mereka masuk dan langsung duduk di ruang tamu
revi memulai pembicaraan
“ Ini pasti Ara kan ? " dengan senyum bahagianya karna calon menantunya itu sangat lah cantik dan manis beda dengan beberapa tahun yang lalu karna sudah lama tidak bertemu
“ Iya tante " jawab Ara dengan mencium tangan Revi dan Saga bergantian di ikutib senyum kikuknya
“ Kamu cantik sekali sayang ”
“ Makasih tante juga cantik ” dua wanita itu mengobrol tapi tidak dengan Ara yang sedari tadi hanya diam
“ Bagaimana Perusahaan mu Jho " tanya Saga dengan panggilan yang sudah dibuat sejak mereka muda dulu
“ Seperti yang kamu lihat Ga ku harap tidak ada kericuhan dan penghianat di perusahaan ku karna aku sudah menyuruh orang kepercayaan ku "
“ Baguslah Jho dengan begitu kita tetap bukan saingan bukan ?" dengan menaik turunkan alis nya lalu mereka tertawa bersama
“ Ya sudah kita langsung makan saja bagaimana?"
__ADS_1
tanya Revi
“ Boleh juga" jawab Jonathan
Tapi dari tadi tidak nampak seorang Leo tak lain adalah calon suami Ara
mereka duduk di kursi makan dengan Jonathan menghadap Saga dan Ratna menghadap Rivi sedangkan di depan Ara masih kosong
tak lama mereka berbincang sebelum makan menunggu seseorang yang akan datang dan orang tersebut akhirnya datang juga
“ Maaf saya terlambat ” ucapnya dengan suara datar dan langsung duduk di depan Ara
“ Maaf yaa Mas Jho Ratna Leo baru pulang dari kerjanya ” kata Revi dengan senyum nya
“ Gapapa biasa pembisnis muda memang sangat sibuk ” jawab Jonathan
“ Ayo dimakan jangan sungkan-sungkan anggap saja ini rumah sendiri ” kata Saga
sedangkan Ara dari tadi menundukkan kepalanya belum berani melihat orang di depannya itu
“ kita mengajak kalian datang kerumah ini untuk membicarakan perjodohan anak kita Leo dan anak mu Ara ” ucap Saga menatap intens pada Jonathan
“ ya aku tahu itu lalu bagaimana dengan keduanya ?"
meraka langsung memandang kedua insan yang masih diam itu
“ Aku tergantung dia saja pah mah ” kata Leo dengan dinginnya
Sungguh sangat dingin . batin Ara mendengar jawaban dari Leo
Suasana panas yang di alami Ara kini semua mata menatap Ara dengan intens
“ Bagaimana dengan mu nak ? " tanya Revi
“ Jika itu yang terbaik aku bersedia tante ” dengan kepala menunduk
mereka tersenyum lega karna yang ia harapkan menjadi kenyataan menjodohkan kedua anaknya
“ Bagaimana acaranya pernikahannya dua minggu lagi ? " tanya Saga menatap jonathan meminta dukungan
tengu saja itu membuat Ara terkejut
“ Uhuk uhuk uhuk Ara tersedak makanan mendengar ucapan itu
“ Minum dulu sayang ” ucap Ratna menyodorkan segelas air putih kepada Ara dan langsung diminum nya
secara tidak sengaja Ara dan Leo bertemu dengan tatapan datarnya itu membuat jantung Ara berdegup kencang
__ADS_1
Ganteng sih tapi dingin . batin Ara
“ Aku setuju saja apa nak Leo tidak keberatan ? "tanya Ratna
“ Tidak tante itu sudah keputusan terbaik papa dan mama ” jawabnya dengan datar
mereka tersenyum puas dengan jawaban Leo dan mereka melanjutkan makan yang tertunda karna membicarakan perjodohan mereka
“ Sudah malam kami pulang dulu ” kata Jonathan menatap Saga dan Revi bergantian
“ Baiklah kalian hati-hati kita akan bertemu dua minggu lagi tapi sebagai besan ” kata Saga sambil menepuk pundak jonathan dengan tertawa kecilnya itu
Ara langsung mencium punggung tangan Revi dan Saga bergantian Leo hanya menatap Ara dengan tatapan penuh Arti
merek pulang dengan mobil yang di kemudi oleh supir milik jonathan
“ Bagaimana sayang Leo ganteng dan masih muda bukan ?" suara jonathan memecah keheningan di dalam mobil
“ Tapi dingin " jawab Ara ketus
Ratna dan jonathan tersenyum mendapat jawaban dari putri kecilnya itu
“ itu masih pertama sayang sama - sama belum mengenal ” kata Ratna
“ Mih pih kenapa langsung menikah bukan tunangan dulu Ara belum mengenalnya terlalu jauh bagaimana jika Leo kasar dan jahat sama Ara ? "
“ Kenapa papi sama mami sangat santai mengucapkan kata setuju itu ” timpalnya lagi dengan nada ketus dan bibir di majukan
“ itu yang terbaik sayang buat kalian dan mami yakin Leo tidak mungkin kasar pada anak mami ini ”
“ Tapi mihh .."
“ Sudah lah Anak papi Leo itu baik ganteng dan dia CEO di perusahaan Abra.Group itu menjamin masa depanmu dengannnya akan bahagia sayang " kata jonathan
Ara pasrah saja dengan keputusan Papi dan mami nya itu karna jika menolak itu hanya percuma saja
sedangkan di kediaman Saga
“ Papa harap kamu akan membahagiakan Ara dan tidak mengecewakan kami dan orang tua Ara " menatap serius wajah Leo
“ Iya pa ” dengan dinginnya lalu beranjak peegi meninggalkan Saga dan Revi yang masih duduk
“ Mas apa ara akan betah yaa dengan sifat dinginnya Leo ? "
“ itu akan menjadi lantaran mereka memulai hidup barunya mah ” jawab Saga dengan enteng nya
“ Baik lah ayo kita ke kamar sudah malam ”
__ADS_1
mereka beranjak pergi menuju kamar mereka dengan pikiran maaing-masing