Karna Di Jodohkan

Karna Di Jodohkan
Murung


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu dan kini hanya menunggu minggu berikutnya untuk melepas kesendirian Ara


Dikampus_


“ Jadi ikut gue gak " tanya Sasha


tapi tak ada sahutan dari mulut Ara


Ara yang dari tadi hanya merenung dalam pikiran kosongnya itu


“ Ra lo gapapa kan ” namun sama tidak dijawab oleh Ara


“ Woi Arandita Putri Joerg. " dengan suara berteriak sehingga memenuhi Kantin


Ara yang kaget langsung sadar dari lamunannya dan menatap ke sekelilingnya dimana mata melihat mereka kebingungan dengan Sasha yang berteriak dengan keras


“ Sorry ” kata Sasha dengan cengir kudanya


dan mereka melanjutkan aktivitasnya masing-masing


“ Apaan sih lo teriak - teriak gak jelas " gerutu Ara


“ Lo bilang apaan gue dari tadi manggil lo tapi lo gak jawab malah melamun "


“ Benarkah ? "


“ Yaa Ara kamu mikirin apa gue lihat akhir-akhir ini kamu sering diem murung jarang bicara ” ucapnya sambil memasukan makanan kedalam mulutnya


“ Hemm gapapa kok ”


“ Serius Ara gue nanya lo kenapa gak biasanya lo gini apa lo ada masalah ? "

__ADS_1


“ Nggak kok " jawabnya pelan


“ Kalo lo gak mau cerita gue gak mau lagi bareng sama lo " jawab Sasha berdiri hendak melangkahkan kakinya namu tangannya di tahan oleh Ara


“ Yaudah gue cerita tapi jangan bilang sama siapapuan yaa Sha " dengan tatapan memelasnya


“ Siapp ” langsung tersenyum dan memberi hormat kepada Ara


“ Gue di jodohin ” Ucapnya pelan takut terdengar oleh yang lain


Sasha terkejut bukan main sahabat nya ini mau di jodohkan “ Hemmm okeh okeh " menetralkan nafasnya yang gak karuan “ Terus terus ” ucapnya lagi


“ Gue Merried minggu depan ”


“ What " teriak sasha tentu saja orang yang ada di kantin jadi menatap mereka yang kedua kalinya dan Ara langsung menutup mulut Rombeng Sasha itu


“ Ihhh Sasha jangan teriak gituuu " geram Ara


“ Sumpah gue kaget banget denger cerita lo Ra


“ Ya sorry gue males aja cerita ”


“ Terus suami lo gimana udah tua ? ganteng gak ? baik? apa lo udah pernah ketemu ? namanya siapa? " pertanyaan yang terus menerus dari mulut Sasha


“ Calon Sha calon bukan suami ”


" Iya iyaaa Terus ”


“ Minggu kemarin gue dinner sekeluarga gitu sama keluarganya dia yaa otomatis gue ketemu ” jawabnya santai sambil minum minuman yang ada di depannga “ Ganteng sih tapi dinginn namanya Leo ” timpalnya lagi


“ Lo kenal dari mana sama calon suami lo ”

__ADS_1


“ Orang tua gue " huhhh mengeluarkan nafas beratnya “ Jadi Orang tua gue punya sahabat SMA dulu yang sangat akrab bak saudara mereka sudah bejanji menjodohkan anak mereka jika punya anak laki dan perempuan ” jelas Ara panjang lebar


“ Kalo udah gitu gue gak bisa bantu Ra sory ” memeluk Ara ”


“ Bagaimana lagi sudah menjadi nasib aku ” jawab Ara dengan nada sendu


“ Lo tenang aja yaa kalo sampe dia nyakitin lo atau kasar sama lo gue gak tinggal diem , masak sahabat kesayanganku ini di sakitin kedua kalinya oleh laki-laki ” kata Sasha mengingat dimana Denis mantan Ara dulu


“ Maksih Sha lo emang sahabat gue ”


“ santai kali Ra ” tersenyum tulus pada Ara


“ Lo minggu depan dateng ya jangan lupa cuma sekeluarga aja yang dateng ”


“ Pasti Araku sayang” kata Sasha dengan nada yang dibuat manja siapa yang mendengarnya pasti ingin muntah


“ Yaudah balik yuk udah sore ”


“ Yuk ”


berdiri beranjak pergi meninggalkan kantin tersebut


di dalam perjalanan Ara hanya memikirkan nasib dirinya minggu depan bagaimana menjadi seorang istri dari orang yang tak iya kenal orang yang tidak dicintainya apakah nasibnya akan bahagia atau sebaliknya!


mengingat orang yang di jodohkan rata-rata berakhir dengan perceraian “ Apakah aku juga akan bercerai ”


berbicara sendiri dengan tangan tetap mengemudi


Moblinya masuk ke halaman depan rumahnya dan langsung keluar dan masuk menuju dapur mengambil air dingin di dalam kulkas dan meneguknya


“ Sangat hausss ” katanya

__ADS_1


dan menaiki tangga dan kembali ke kamarnya


Happy Reading:)❤


__ADS_2