
Idul dan ketiga temannya itu pun bangun setelah mama melakukan beberapa upaya untuk membangunkan mereka.
Idul dan teman teman nya berjalan ke ruang tamu, ia tak sadar bahwa teman-teman nya yang perempuan sudah ada di ruang tamu mengunggu mereka.
"Astaga... kalian baru bangun, ini sudah jam 10 loh, katanya mau belajar , kok malah tidur" Yuli Bersuara.
"Kalian pasti nggak sholat subuh kan," Sambung Citra.
"dek Citra Abang sholat kok , cuma tadi ketiduran lagi" Jelas Riski.
"Bisa nggak jangan panggil saya Dek Citra ..dek Citra gitu, Geli saya dengarnya" Gumam Citra.
"Aku nggak percaya kalau kalian udah sholat" Tutur Yuli.
Fitri hanya menahan senyum melihat penampilan Idul dan teman-temannya yang sangat berantakan.
Idul, Riski, Beni dan Ucup bergegas mandi.
***
Setelah satu jam mereka pun usai mandi, dan melanjutkan belajar bersama dengan Fitri, Yuli dan Citra.
Tak lama kemudian Fina datang. "Assalamualaikum.." Sapa nya.
"Waalaikumussalam.." Jawab mereka serentak.
"Fina.. maasyaa allah..kamu berhijab, cantik bangat" Puji Citra.
Fina tersenyum.
"Ada angin apa nih Fina, tiba-tiba pake jilbab" Ucap Idul. "Iya nih ada apa nih Fin, ganti Fashion apa gimana nih" Sambung Riski.
"Idul, Riski, kok ngomongnya gitu sih, kalau ada teman yang mau berubah ke arah yang lebih baik itu di dukung dong " Ujar Fitri.
"Fina kamu berjilbab kok nggak bilang-bilang sama aku, kalau tau kamu berjilbab gini aku tadi pasti pakai jilbab juga" Ujar Yuli.
Para Remaja SMA itu pun melanjutkan belajar bersama.
~~
Keesokan hari
Pagi hari di Sekolah, "Selamat pagi semuanya.." Sapa Pak Yono. "Pagi pak!" Jawab Siswa-siswi di kelas IPA itu dengan serentak.
Pak Yono mengabsen seluruh Siswa.
"Yuli tidak hadir, ada yang tau kenapa Yuli tidak hadir hari ini" Tanya pak Yono.
__ADS_1
Seluruh Siswa-siswi di kelas itu tidak ada yang tau mengapa Yuli tidak hadir.
Setelah jam Istirahat. Fina berinisiatif untuk menelepon Yuli. Namun Yuli tidak mengangkatnya.
Setelah jam Pelajaran Usai, Fina kembali menelepon Yuli, setelah beberapa kali menelepon akhirnya Yuli pun mengangkat telepon itu.
"Halo..ada apa Fin, aku lagi sibuk nih" Kata Yuli sambil menangis di telepon.
"Yuli..kamu nangis ya, ada apa Li, kenapa kamu nggak masuk sekolah" Tanya Fina.
"Aku lagi ada urusan mendesak Fina" Tutur Yuli. "Li..kalau kamu ada masalah cerita dong, kalau kamu cuma nangis gitu aku kan nggak tau apa masalah kamu, nggak papa Li kamu cerita aja, ada apa sebenarnya" Tanya Fina.
"Ternyata Hany itu mengandung, aku nggak tau siapa bapaknya, selama ini aku kira perut dia membesar karena kebanyakan makan ikan, padahal sebenarnya dia sudah mengandung, dan tadi pagi, dia itu aneh bangat, dia sepertinya merasakan kesakitan, aku nggak bisa berbuat apa-apa Fin" Keluh Yuli.
"Hany itu siapa Li, terus gimana, kenapa kamu nggak bawa dia ke rumah sakit" Tanya Fina.
"Gimana mau bawa Fin, aku nggak punya Uang, tabungan aku sudah habis buat beli makanan buat si Hany" Ujar Yuli.
Tiba-tiba telepon di tutup.
"Yuli bilang apa Fin, kok kamu panik gitu sih" Tanya Citra.
"Ini darurat Citra, kata Yuli Di rumahnya ada yang mau melahirkan namanya Hany, aku nggak tau Hany itu siapa, tapi katanya dia nggak punya uang buat bawa si Hany ke rumah sakit, dan sekarang Yuli cuma bisa panik melihat si Hany lagi kesakitan" Ucap Fina Panik.
"Astaghfirullah..kita harus tolongin Yuli" Ujar Citra.
"Ada apa Fin ..kok kalian panik" Tanya Fitri.
Karena terlalu panik, Fina , Fitri, dan Citra meminta tolong pada Idul dan geng nya. mendengar itu tentu saja Idul, Ucup ,beni dan Riski ikut panik.
mereka pun berbondong-bondong ke rumah Yuli. Idul bersama geng nya mengendarai mobil Idul, sedangkan Citra, Fitri dan Fina mengendarai mobil Fina. tak lupa mereka menelepon ambulance.
"Ya Allah.. semoga engkau berikan kami kemudahan, dan semoga engkau selamatkan bayinya" Batin Fitri.
Sementara itu dalam perjalanan Citra berusaha menghubungi Yuli, untungnya Yuli mengangkat telepon itu.
namun yang terdengar di telepon hanyalah suara Yuli yang sedang menangis.
"Hany ..kamu harus kuat..jangan menyerah.." Jerit Yuli sambil menangis.
belum sempat Citra berbicara , telepon pun sudah mati.
~
Akhirnya Fitri, Idul dan temannya yang lain pun sampai di rumah Yuli. begitu pun dengan ambulance itu.
Mereka pun panik. langsung saja mereka mengetuk pintu rumah Yuli.
__ADS_1
"Yuli..Yuli...kami mau bantu kamu Li..kami sudah bawa ambulance, buka pintunya Li.."
"Yuli...kamu nggak usah khawatir, soal biaya kami yang akan nanggung" Ujar Idul.
Yuli pun membuka pintu rumahnya. ia keluar dengan mata yang merah karena terlalu lama menangis.
"Kenapa ada ambulance" Tanya Yuli pelan.
"Iya Li ..kan kita mau bawa Hany ke Rumah sakit" Tutur Fina.
"Hany mana?" Tanya Fitri.
"Itu di dalam" Jawab Yuli Pelan
"Kami boleh masuk kan" Tanya Riski.
"Iya boleh, silahkan "Tutur Yuli.
Mereka pun masuk.
"Hany nya mana?" Tanya Beni.
" Hany sudah berhasil melahirkan tiga anaknya, satu jantan dua betina, Alhamdulillah Hany dan ketiga anaknya selamat" Tutur Yuli.
"Alhamdulillah..tapi kami boleh lihat Hany kan" Tanya Fina.
"Iya boleh, Hany ada di kamar aku" Ucap Yuli.
Mereka pun bergegas ke kamar Yuli.
Sesampainya di kamar Yuli, ia menunjukan kondisi Hany yang tergeletak di tempat tidur nya.
"Itu dia Hany, dia lagi Istirahat" Ujar Yuli sambil menunjuk ke arah tempat tidur nya.
Semua mata menoleh ke arah kasur Yuli itu.
"Astaghfirullah...dari tadi semua orang panik.. ternyata yang melahirkan itu kucing!" Idul dan teman-temannya kesal.
"kan Hany itu emang kucing aku, emangnya kenapa" Tanya Yuli dengan kepolosan nya.
Entah ekspresi apa yang harus mereka tunjukkan melihat Kucing itu.
"Yuli..kamu tau nggak sih kami udah bela-belain buat bawa ambulance, kamu gimana sih" Ucup kesal.
Fitri hanya tersenyum. "Sudah-sudah..ini cuma salah faham kok," Tutur Fitri untuk menenangkan teman-teman nya yang geram dan menahan emosi.
"Ya udah deh kita pulang aja yok, nggak ada gunanya juga kita di sini" Beni bersuara.
__ADS_1
"Fit ..ayok aku antar kamu pulang, kamu jangan lama-lama di sini, nanti kamu malah pusing dengan tingkah Yuli" Ajak Idul pada Fitri.
"makasih, tapi aku bisa pulang sendiri dul" Tolak Fitri.