
Jam Istirahat tiba
Fitri menyempatkan waktu untuk sholat duha di musholla. Bilal yang juga melaksanakan sholat Dhuha melihat Fitri keluar dari pintu musholla khusus perempuan.
"Maasyaa allah,,Jam istirahat begini Fitri masih sempat-sempatnya melaksanakan sholat Duha," Batin Bilal.
Fitri melihat Bilal yang berdiri di depan Musholla.
"Bilal ..kamu ngapain di sini" Tanya Fitri, "Iya tadi aku ke mushola sebentar" Ujar Bilal,ia tak mengatakan secara langsung bahwa ia tadi sholat, karena Bilal khawatir sholat nya jadi Riya.
"Bilal..Kamu ngerti nggak sih Soal matematika yang tadi Bu Desi jelasin," Tanya Fitri. "Iya aku ngerti Fit, emangnya kenapa?"Tanya Bilal
"Aku kurang ngerti deh, kamu mau nggak ngajarin aku" Tanya Fitri.
"Boleh..boleh nanti aku ajarin kamu" Ujar Bilal sambil berjalan menuju kelas bersama Fitri.
Sesampainya di kelas Bilal mengajari Fitri Soal matematika yang di berikan Bu Desi.
Bilal pun mengajari Fitri, ia mulai menjelaskan soal itu, kadangkala matanya mengarah ke Fitri.
Idul tiba di kelas, ia melihat Fitri dan Bilal yang belajar bersama, "Bagus ya.. bisa-bisanya dia genit sama laki-laki lain" Batin Idul.
"Bilal..tadi kamu di panggil Bu Desi tuh" Ucap Idul pada Bilal. "Di panggil kemana ya" Tanya Bilal. "Itu ke kelas sebelah" Jawab Idul. Dengan polosnya Bilal langsung percaya. "Bentar ya Fit aku ke kelas sebelah dulu" Ujar Bilal. Bilal pun pergi menemui Bu Desi.
sementara itu Idul duduk di sebelah Fitri.
"sini biar aku yang ajarin kamu, ini sih gampang, cuma persamaan linier, soal kecil ini" Ucap Idul dengan sombongnya.
"HM ..dasar sombong" Ujar Fitri. "Aku tuh nggak sombong tau,, ya udah mana yang kamu nggak ngerti biar aku jelasin" Tanya Idul.
"Bentar..bentar ... aku baru ingat Bu Desi kan barusan izin pulang karena ada urusan penting, berarti...kamu bohongin Bilal kan, astaghfirullah Idul,,kamu jahat bangat sih" Gumam Fitri.
"Lagian kamu sih genit bangat, pake dekat-dekat segala sama si Bilal, kamu nggak malu apa di liatin satu kelas" Lanjut Idul
__ADS_1
"Udah deh mendingan kamu balik ke bangku kamu, bentar lagi Citra datang, malas bangat ladenin kamu bicara" Tegas Fitri.
Bilal kembali ke bangku nya.
Jam pulang pun tiba.
Pulang sekolah Yuli tampak sendiri di di depan pagar sekolah menunggu seseorang yang mau ia tumpangi untuk pulang. Tepat saat itu mobil Idul lewat di depan nya. Yuli pun menghentikan mobil itu.
"Stop...stop.. tunggu Dul, Aku nebeng dong.. soalnya si Fina pulang sama Fitri, jadi aku sendirian deh" Pinta Yuli.
"Apaan sih.. nggak..nggak..mending kamu pesan ojek online" Tolak Idul.
"HM.. kayaknya ada yang lagi suka sama Fitri nih, aku sih tau apa-apa aja yang Fitri suka, cowok seperti apa yang ia suka, aku tau semuanya, soalnya kan aku teman dekat dia, nih lihat nih penampilan aku aja udah keren pakai hijab, ini Fitri yang ngajarin tau" Tutur Yuli.
"HM..siapa tau aku bisa manfaatin si Yuli buat cari tahu tentang Fitri" Batin Idul
"Oke kamu boleh nebeng, cepat naik,aku buru-buru " Ucap Idul.
Yuli pun naik ke mobil Idul. mereka pun bergerak pulang, Yuli tersenyum dalam hati karena sebenarnya ia tak tahu apa-apa.
"Ya iyalah aku tau, Fitri itu suka sama laki-laki yang Cinta sama lagu Indonesia" Ujar Yuli.
"Maksud kamu lagu Indonesia raya?" Tanya Idul
"Bukan Dul..maksud aku Fitri suka laki-laki yang bisa nyanyi lagu dangdut, dangdut kan musik khas Indonesia, kamu pernah dengarkan istilah dangdut is a musik my country , nah si Fitri ini kalau lihat laki-laki yang jago nyanyi dangdut..pasti dia klepek-klepek deh..nanti bisa-bisa Fitri yang ngemis Cinta sama kamu" Jelas Yuli.
"Serius nih Li?" Tanya Idul.
"Iya Dul, Si Fitri paling ngefans sama Rhoma irama, makanya kamu belajar lagu dangdut dong, iya juga sih suara kamu jelek kan ya?" ledek Yuli.
"Sembarangan kamu, gini-gini aku juga jago nyanyi lagu dangdut, soalnya kakek aku dulu pencinta dangdut" Lanjut Idul.
"Satu lagi Dul, Kamu tuh kalau lagi gombal Fitri, gombalan nya jangan yang receh dong, gombalan nya tuh harus yang keren dikit" Kata Yuli.
__ADS_1
"Gombalan yang kayak gimana, emangnya kamu punya gombalan yang bisa menaklukkan Fitri" Tanya Idul.
"Ada ..banyak..aku punya 1001 gombalan yang akan memikat hati Fitri" Ucap Yuli.
"Kasih tau dong Yuli.." Idul penasaran.
"eits..nggak ada yang gratis Idul..satu kalimat gombalan di bayar 100 ribu" Tegas Yuli.
"Iya..iya tenang aja, nanti aku kasih," Kata Idul.
"Oke..dengar baik-baik ya, kalau perlu kamu catat biar nggak lupa,, gombalan pertama : Kopi apa yang bisa membuat hati menjadi bahagia? Kopinang kamu dengan bismillah." Jelas Yuli.
"Wah keren..keren..lagi dong" Pinta Idul.
"Gombalan kedua: Kamu orang Jawa ya? Jawaban dari doa-doaku." Lanjut Yuli.
"Keren Li..lagi..lagi." pinta Idul.
"Gombalan ketiga : Mobil apa yang bisa membuat hati deg-degan? Mobilang aku cinta kamu." Lanjut Yuli.
"Keren banget li..aku udah hafalin semuanya, makasih ya, ini bayaran nya, lain kali kasih tau lagi ya" kata Idul sambil memberikan uang pada Yuli
"haha..mampus idul bego nya nggak ada tandingan" Yuli tertawa dalam hati.
***
Sore hari Idul sedang mandi di kamar mandi, ia mulai belajar menjadi lelaki impian Fitri sesuai yang di deskripsikan oleh Yuli.
Dengan rasa semangat dan percaya diri Sambil mandi Idul menyanyi lagu dangdut.
"Seperti mati lampu ya sayang... seperti mati lampu..UU.. cintaku tanpa mu ya sayang..bagai malam tiada.aa..berlalu. Seperti mati lampu ya Fitri ... seperti mati lampu.. cinta ku tanpa mu ya Fitri,,bagai malam tiada berlalu.." Idul menikmati lagunya itu.
mama Idul mendengar suara bernyanyi dari kamar mandi. "Ada suara orang nyanyi dari kamar mandi, siapa ya? ya kali Nassar numpang nyanyi lagu 'mati lampu' di kamar mandi saya" Batin mama.
__ADS_1
Mama pun bergerak ke arah kamar mandi untuk memastikan siapa yang bernyanyi. setelah jarak mama dengan kamar mandi cukup dekat akhirnya mama pun mengenali suara itu. "Hah.. ternyata si Idul yang nyanyi, kok tumben dia nyanyi lagu dangdut, kelihatan nya dia kayak menikmati bangat lagu dangdut nya, mungkin dia mau mewarisi keahlian kakeknya sebagai penyanyi dangdut kali ya, ayah ku kan dulu raja dangdut di kampung nya" Batin mama.