Katakan Tidak Pada Cinta

Katakan Tidak Pada Cinta
21. I love Fitri


__ADS_3

Suasana kelas sedang fokus fokusnya belajar. Begitupun Fitri yang berusaha untuk memahami materi yang disampaikan Bu Desi.


Saat Bu Desi menghadap ke papan tulis, Idul melempar Gulungan kertas ke meja Fitri.


Fitri menatap Idul dengan Kesal.


Begitupun idul menatap Fitri dan mengedipkan sebelah mata. Sementara Fitri merasa risih dengan tingkah Idul, ia pun mengalihkan pandangannya. Fitri memutuskan untuk membacanya ternyata isinya adalah 'I love you Fitri'.


Idul masih saja menatap Fitri sambil senyam-senyum. ia tak sadar Bu Desi telah melototi nya. "Idul.. sini maju," Ucap Bu Desi yang masih melototi Idul.


Idul pun maju. "Salah saya apa ya Bu," Tanya Idul. "Masih nanya lagi, yang menjelaskan materi itu saya atau Fitri" Tanya Bu Desi dengan tegas.


"Ibu," Jawab Idul singkat. "Terus kenapa mata kamu malah ke arah Fitri Mulu, kamu nggak menghargai saya," Bentak Bu Desi.


"Bukan gitu Bu," Kata Idul sambil cengar-cengir.


"Sekarang juga kamu kerjakan soal di papan tulis," Tegas Bu Desi dan memberikan spidol pada Idul.


Idul menatap soal di papan tulis, "HH..ini sih gampang." Batin Idul. Idul mengerjakan soal di papan tulis dengan cepat.


Bu Desi memperhatikan jawaban Idul."Pintar juga anak ini," batin Bu Desi. handphone Bu Desi berbunyi. ia pun melihat ponselnya yang ternyata adalah telepon dari pak kepala sekolah.


"Murid-murid, tunggu sebentar ya, ibu ada urusan, silahkan lanjutkan belajarnya dulu, dan kamu Idul, selesaikan soal di papan tulis" Perintah Bu Desi.


Setelah Bu Desi keluar, idul pun senang karena ia bisa bebas.


Seisi kelas pun sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ucup sibuk membersihkan kuku nya, Yuli sibuk mengobrol dengan Fina, Citra sibuk membaca novel, Riski tidur di bangkunya, beni sibuk makan kacang, begitupun siswa-siswi lainnya yang punya aktivitas masing-masing.


Lain halnya dengan Bilal, yang amat fokus mempelajari materi.

__ADS_1


Idul masih menulis di papan tulis, namun bukannya menyelesaikan soal ia malah menulis ungkapan hatinya untuk Fitri.


ia menulis kalimat Idul love Fitri di papan tulis. seisi kelas bersorak. Fitri yang malu menutup wajahnya dengan buku. "Astaghfirullah Idul .. malu-maluin aja deh, sampai kapan sih dia bakalan gangguin aku terus," Batin Fitri.


Fina yang melihat itupun cemburu, namun ia hanya diam tanpa ekspresi.


***


Jam Istirahat Kedua,, Seperti biasanya, Fitri, Fina, Citra dan Yuli Sholat bersama di musholla. Semakin hari keempat siswi itu makin akrab. Fina dan Yuli mulai terbiasa memakai hijab mengikuti cara berpakaian Fitri dan Citra dan mereka nyaman saat mengenakannya.


Saat keluar dari musholla, Bilal yang juga berada di sana menoleh ke arah Fitri dan tersenyum sebentar. lalu Bilal kembali ke kelas.


Jauh di lubuk hati Bilal sangat mengagumi Fitri dari awal mereka bertemu. Namun tak ada satupun yang tau itu.


***


"Papa..kok pulang nggak bilang-bilang sih" Sapa Idul. "Emangnya kenapa, suka-suka papa dong," Jawab Papa.


"Oleh-oleh mana pa," Tanya Idul. "Nggak ada Oleh-oleh, Oh ya sebentar lagi kamu ulang tahun kan" Tanya papa.


"Iya pa, emangnya kenapa pa, papa mau ngasih aku hadiah mobil baru?" Tanya Idul.


"Bukan..papa cuma mau tanya, Emang benar kata mama kamu, Ulang tahun kamu mau di rayain," Tanya Papa. "Iya dong pa, aku mau undang semua teman-teman aku party" Ujar Idul.


"Emangnya kamu nggak malu, ulang tahun pake di rayain segala, sudah kayak anak TK aja" Papa Tersenyum.


"Nggak papa dong pa, lagian kan pestanya juga kecil-kecilan, paling undangan nya cuma anak yatim sama teman-teman Idul" Ujar Mama yang tiba-tiba datang.


"Hah..kok anak yatim ma?" Tanya Idul. "Iya Dul.. sekali-sekali kita harus berbagi dengan anak yatim di hari ulang tahun kamu" Lanjut mama. "Sekalian aja anak yatim nya di suruh yasinan ma," Canda Idul.

__ADS_1


"Boleh juga tuh" Sambung Papa.


Idul pun kesal. "Oh ya, Idul punya calon istri loh pa," Ujar Mama.


"Hah, calon istri? kan masih SMA, masa udah bahas begituan," Ucap papa sambil menatap Idul dan mama. "Apa sih ma..manai nih, nggak bisa bangat jaga rahasia anaknya," Keluh Idul.


"Iya pa..papa masih ingat Fitri kan, teman kecil nya Idul, sekarang mereka satu Sekolah lagi, nah si Idul katanya nanti cuma mau nikah kalau nikahnya sama Fitri, " Tutur mama.


"Ketahuan deh, pa ..tolong dukung Idul ya," Pinta Idul. "Papa sih tidak mempermasalahkan siapa perempuan nya yang penting perempuan nya baik, tapi kalau untuk saat ini nggak usah mikirin nikah nikahan dulu Dul, sekolah dulu yang benar" Lanjut papa.


"Siap Bos," Ucap Idul.


***


Malam itu Fina dan Fitri usai mengerjakan PR. "Fina, kamu masih mikirin Idul ya, kamu beneran nggak marah kan sana aku?," Tanya Fitri. "Nggak kok aku nggak marah," Jawab Fina.


"Fina aku cuma mau ngasih saran sana kamu, sebaiknya kamu tidak usah terlalu berharap kepada manusia, takutnya nanti kamu kecewa," Tutur Fitri.


"Iya Fit, tadi di sekolah kamu ceritain Kisah Ali dan Fatimah tapi nggak sempat, ceritain lagi dong Fit" Pinta Fina.


"Baik, aku akan ceritakan,Kisah cinta salah satu dari sahabat Rasulullah yang fenomenal yaitu kisah cinta antara Ali bin Abi Thalib dengan Putri bungsu Rasulullah yaitu Fatimah Az-Zahra. Kisah cinta antara Ali bin abi Thalib dengan Fatimah Az-Zahra sangat luar biasa indah, cinta yang selalu terjaga kerahasiaanya dalam sikap, kata maupun ekspresi. Saking terjaga kerahasiaannya setan saja tidak tahu-menahu urusan cinta di antara keduanya.


Fatimah mendapatkan didikan penuh dari ayahnya yang seorang Nabi dan Rasul. Fatimah tumbuh menjadi perempuan cantik, cerdas, dan penuh kasih sayang. Kecantikan Fatimah tidak hanya jasmaninya saja, bahkan kecantikan ruhaninya sampai melewati batas-batas langit hingga langit ketujuh.


Ali bin Abi Thalib diam-diam sudah menyukai Fatimah sejak lama, ia kerap melihat sosok gadis dari jauh yang sangat menawan sedang mengobati luka Rasulullah. Saat itu Fatimah dengan sigap dan cepat segera mengobati luka-luka di sekujur tubuh Rasulullah akibat perang.


Begitu juga dengan Fatimah yang diam-diam menyukai sahabat baik ayahandanya. Sudah sejak lama mendengar mengenai kebaikan hati Ali bin Abi Thalib, ia sering melihat dari jauh paras rupawan dan kepintaran otak yang Ali bin Abi Thalib miliki.


Suatu ketika Fatimah dilamar oleh seorang laki-laki yang sangat dekat dengan Rasulullah; ia telah mempertaruhkan harta, jiwa dan kehidupannya untuk Islam, selalu menemani perjuangan Rasulullah. Dialah Abu Bakar Ash Shiddiq.

__ADS_1


__ADS_2