Katakan Tidak Pada Cinta

Katakan Tidak Pada Cinta
22. Idul yang malang


__ADS_3

Fitri melanjutkan Ceritanya


" Ketika mendengar bahwa Abu Bakar melamar putri Rasulullah tersebut, seketika Ali terkejut. Ia sadar dibandingkan dengan Abu Bakar, Ali bukanlah siapa-siapa. Apalagi Ali juga begitu miskin, bahkan untuk mahar pernikahan saja ia tidak punya. Sedangkan Abu Bakar kedudukannya sangat dekat dengan Rasulullah dan Abu Bakar seorang saudagar, tentu lebih bisa membahagiakan Fatimah.


Akhirnya Ali memutuskan memberanikan diri untuk menemui Rasulullah dengan menyampaikan maksud hatinya untuk meminang putri Rasulullah Fatimah Az-Zahra untuk menjadi istrinya.


Rasulullah bertanya, “Apakah engkau mempunyai sesuatu?”


“Tidak ada Rasulullah,” jawab Ali.


“Di mana pakaian perangmu yang hitam, yang saya berikan kepadamu?” Tanya Rasulullah lagi.“Masih ada padaku wahai Rasulullah,” jawab Ali.


“Berikan itu kepadanya (Fatimah) sebagai mahar!” Kata beliau. Kemudian Ali langsung bergegas pulang dan membawa baju besinya, lalu Rasulullah menyuruh menjualnya, dan baju besi tersebut Ali jual kepada Utsman bin Affan seharga 470 dirham; kemudian ia serahkan kepada Rasulullah dan Rasul berikan ke Bilal untuk membeli perlengkapan pengantin.


Fatimah yang sudah lama memendam cintanya kepada Ali bin Abi Thalib merasa bahagia. Begitulah kisah cinta Ali dan Fatimah, dari cerita itu kita harus sadar kita tak perlu mengejar cinta manusia, karena memendam itu lebih baik, Allah tau apa yang baik untuk kita," Jelas Fitri.


"Bagaimana kalau aku sudah berusaha tidak mengejar Idul dan memilih untuk memendam cinta, namun Idul malah jatuh ke perempuan lain," tanya Fina.


"Berarti dia bukanlah lelaki yang terbaik buat kamu," lanjut Fitri.


Fina mulai merenungi perkataan Fitri itu.


***


Malam yang begitu indah, langit di hiasi bintang-bintang dan juga rembulan yang terang meski tak seterang mentari.


malam itu Idul amat lapar, ia mencari makanan yang bisa di makan di rumahnya, namun malangnya nasib Idul, ia hanya menemukan Roti yang sudah di gigit semut, lalat, nyamuk beserta serangga sejenisnya.


"Papa sama Mama tega banget ya, mereka pergi dinner berdua, anaknya di tinggal sendiri tanpa sesuap nasi, mama juga nggak masak lagi, mana ini akhir bulan, jadwal mama belanja kan masih lusa," batin Idul yang merasa sebagai makhluk terzolimi oleh papa mama nya.

__ADS_1


Idul memutuskan untuk keluar mencari makanan. "Sate kambing kayaknya enak nih," batin Idul yang sedang mengunci pintu rumahnya sebelum berangkat.


tiba-tiba Awan hitam muncul diam-diam menyelimuti rembulan dan bintang, Bulan yang tadinya amat terang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Angin malam berhembus kencang.


"Buset..dingin banget," batin Idul. Baru saja Idul menyalakan mesin motor bekas kakeknya, hujan deras sudah membasahi kota. malangnya nasib remaja pejuang cinta itu.


Alam seakan tak mendukung nya. "Bisa-bisa mati kelaparan nih, aku udah kayak anak tiri aja, papa mama keluar bawa mobil aku, yang di tinggalin cuma motor buntut, kalau ada mobil kan lumayan masih bisa terobos hujan" keluh Idul yang menggaruk kepala.


Jam menunjukkan pukul 23.30 WIB. Idul tertidur di Sofa. Papa dan mama Idul pun tiba di rumah. "Assalamualaikum," ucap mama Idul memasuki rumah. mama melihat Idul berbaring di Sofa, "Idul.. tidurnya di kamar sana" mama membangunkan Idul dengan membalikkan badan Idul yang tengkurap.


"Astaga...Idul kenapa nak," mama panik melihat Idul yang pucat, badannya panas dan dia kedinginan.


"Kayaknya aku udah mau mati" ucap Idul dengan lesu antara sadar dan tidak sadar. tatapannya amat lesu tak berdaya. "Papa...papa..." Panggil mama.


Papa yang sedang mengunci pintu rumah bergegas ke ruang tamu.


"Pa...anak kita pa...kita harus bawa Idul ke rumah sakit," Mama menangis sambil memeluk putranya itu.


papa menyetir mobil, mama duduk di belakang sambil memangku bagian kepala putranya. "Cepetan pa, mama takut Idul kenapa-napa" ucap mama yang panik. Papa menambah kecepatan.


Akhirnya sampailah di rumah sakit. dokter profesional segera mengatasi Idul.


Satu jam kemudian,


Papa dan mama tertidur di Sofa rumah sakit tepatnya di ruangan Idul di rawat.


Sementara itu dokter spesialis kandungan telah memeriksa Idul, "Hai Anak muda saya sudah memeriksa kamu, tapi sepertinya kamu baik-baik saja hanya saja sepertinya tekanan darah kamu agak rendah, dan sepertinya saya lihat-lihat kamu lapar ya?" tanya Dokter. "Iya aku lapar banget, tolong belikan saya sate kambing dok" Pinta Idul sambil memberikan uang kepada si dokter.


Dokter teladan itu langsung melaksanakan perintah Idul "Baik , tunggu sebentar ya," ucapnya dan bergerak keluar mencari sate kambing.

__ADS_1


"Ada-ada aja nih papa mama, kayaknya aku benar-benar anak yang tersakiti deh, anaknya di antar ke rumah sakit segala, padahal kan aku cuma lapar, yang periksa aku juga dokter kandungan lagi, lengkap sudah penderitaan ku malam ini" Batin Idul yang masih lesu.


Tak lama kemudian dokter spesialis kandungan yang handal dan teladan itu pun tiba di ruang rawat Idul. "Ini pesanan kamu," ucapnya sambil memberikan 5 bungkus sate kambing itu untuk Idul.


"Terimakasih ya, pak dokter memang paling ngerti porsi perut saya" ucap Idul yang sudah tak sabar menyantap sate kambing itu.


Langsung saja Idul melahap sate,sedangkan si dokter sampai menelan air liurnya menatap Idul yang sangat menikmati sate itu.


"Kayaknya kamu butuh minum, sebentar ya, saya ambilkan air putih" ucap Dokter.


Si dokter pun memberikan Idul minum.


Beberapa menit kemudian,


"Alhamdulillah... akhirnya kenyang juga" ucap Idul. "Syukurlah akhirnya kamu selamat dari kelaparan, kamu tenang saja, kamu tidak punya penyakit apa-apa, cuma tadi saya mendapati bekas bisul di lengan kiri kamu" ujar dokter aneh itu.


"Dasar dokter oon, kok malah bekas bisul yang di periksa ya" batin Idul


"Makasih ya dokter udah belikan saya makanan, Oh ya saya boleh minta tolong lagi nggak" pinta Idul.


"Minta tolong apa?" tanya Dokter.


"Nanti tolong pak dokter bilang aja sama papa mama saya kalau saya itu sakit parah, pak dokter tenang aja , nanti saya kasih amplop deh" kata Idul membujuk dokter.


"Oke,,beres tenang aja nanti saya laksanakan" lanjut dokter itu dengan santainya.


"Aneh ya zaman sekarang kok ada dokter model beginian, mau aja di suruh suruh" batin Idul.


Dokter meninggalkan ruangan itu. Idul pun istirahat karena malam sudah larut.

__ADS_1


"Dengan aku pura-pura sakit, pasti Fitri akan perhatiin aku, dan dia akan menyuapi aku makan, semoga rencana ku berhasil, kalau sakit kan biasanya minta apa aja di kasih tuh, aku minta cintanya Fitri aja" batin Idul sambil senyum-senyum.


__ADS_2