
Tak lama kemudian kakak kelas yang bernama Alan dan geng nya lewat dari kelas Idul. Alan masuk ke kelas itu ia menertawai Idul dan menyiram Idul dengan jus jeruk.
"Ada raja dangdut nih, ini aku sawer kamu pakai jus jeruk" Alan menyiram Idul dengan jus jeruk.
Idul menatap tajam mata Alan. Wajah Idul mulai merah, emosi nya mulai nampak, tangan nya sudah tak sabar ingin menghajar Alan. "Kamu mau cari masalah" Ancam Idul yang mendekati Alan. Keduanya saling menatap tajam. perkelahian hampir terjadi.
Fitri yang melihat itu khawatir Idul akan berkelahi dan akan mendapat hukuman dari guru.
Fitri menahan Idul, "Idul..udah nggak usah di ladenin, nanti kamu kena masalah Dul" Bujuk Fitri.
Idul tetap ingin menghajar Alan, tangannya mulai bergerak untuk menghabisi Alan.
"Jangan Dul.." bujuk Fitri yang spontan memegang tangan Idul.
Idul menatap Fitri yang menahan tangannya. "Astaghfirullah...maaf maaf.." Fitri langsung melepas nya.
Emosi Idul tiba-tiba reda karena baru kali ini Fitri memegang tangan nya. Mata Idul tak henti menatap Fitri.
Alan dan geng nya pergi karena takut guru akan segera datang.
Semua siswa-siswi pun kembali ke tempat duduk masing-masing. begitu pun dengan Idul dan Fitri.
Fitri hanya menunduk di bangkunya. "Astaghfirullah Fitri...kok bisa sih sampai pegang-pegang tangan Idul segala,, astagfirullahalazim..ampuni hamba ya Allah, aku tak sengaja" Batin Fitri.
Jam Istirahat,,
Idul kembali beraksi merayu Fitri sesuai instruksi dari Yuli.
Idul menyuruh Citra yang duduk di sebelah Fitri agar pindah ke bangku yang lain.
Idul pun duduk di bangku Citra tepatnya di sebelah Fitri.
"Ngapain kamu duduk di situ" Tanya Fitri.
"Emangnya kenapa ini kan bangku negara," Jawab Idul dengan santai. "Terserah deh, malas ladenin kamu" Ucap Fitri.
__ADS_1
"Cie...tadi ada yang pegang tangan aku nih" Sindir Idul. "i..itu nggak sengaja, lagian kamu hari ini aneh sih, nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba pagi-pagi udah nyanyi dangdut, dan mau ribut sama kakak kelas lagi, gimana nanti kalau tiba-tiba ada guru, terus kamu di hukum, mau??" Gumam Fitri.
"Kamu khawatir?" Tanya Idul.
"Ya iyalah aku khawatir, Khawatir nanti seisi kelas sakit perut karena suara kamu" Lanjut Fitri. "Kok sakit perut"Idul penasaran.
"kecapekan karena terlalu lama tertawa mendengar raja dangdut lagi nyanyi" Fitri tertawa.
"Kamu ngeledek ya,,eh,, bukannya kamu suka dangdut?" Tanya Idul.
"Yang suka dangdut itu Yuli sama Ucup" Fitri tersenyum.
"Kurang Ajar, Jadi Yuli bohongin aku, mana uang ku udah habis buat bayar dia lagi, awas kamu Li, lihat aja nanti.." Batin idul yang kesal.
"Kenapa bengong.." Tegur Fitri.
"Nggak aku cuma mau tanya sesuatu" Ucap Idul.
"Tanya apa" Jawab Fitri singkat.
"Mobil, mobil apa yang bisa membuat hati deg-degan? " Tanya Idul.
"Mobilang aku cinta kamu." Lanjut Idul.
"Udah deh Idul, dari kemarin kayaknya kamu kurang sehat ya, kalau bicara pasti nggak ada faedahnya, mendingan kamu belajar Sana" Gumam Fitri yang menertawakan idul.
"ini kan jam Istirahat masa belajar lagi sih, Fitri.. Kopi, Kopi apa yang bisa membuat hati menjadi bahagia? " Tanya Idul.
"Terserah deh" Fitri pasrah.
" Kopinang kamu dengan bismillah." Lanjut Idul.
"Cie..cie.." ledek seisi Kelas. Fitri menatap Fina yang tampaknya cemburu melihat tingkah Idul.
"Cukup Dul...pergi nggak, Kalau nggak aku siram Nih" Ancam Fitri yang menggenggam botol minum.
__ADS_1
"Siram aja nggak papa, asal kamu bahagia" Idul tersenyum.
Fina keluar dari kelas. Fitri pun menyusul nya.
"Fina, kamu jangan salah Faham ya, Idul pasti cuma bercanda" Ujar Fitri.
"Padahal aku udah bela belain masakin Bakwan jagung untuk Idul, dia bahkan nggak sempat makan, karena sibuk cari perhatian kamu Fit" Keluh Fina
"Fina..kamu tau sendiri kan Idul itu emang suka bercanda nggak jelas gitu," Lanjut Fitri.
"Idul kelihatan serius Fit, nggak mungkin dia bercanda," kata Fina.
"Kamu marah sama aku Fin?, demi Allah aku nggak pernah ada niat untuk pacaran, dan bukan hanya aku Fin, pada dasarnya Setiap umat Islam itu dilarang pacaran, Haram hukum nya, boleh boleh saja kalau kita memendam cinta pada seseorang, tapi kebanyakan orang salah dalam mengartikan Cinta, Cinta itu tidak harus pacaran, Pacaran berbanding lurus dengan Nafsu, Cinta bukan Nafsu Fin, Aku, kamu, dan semua muslimah itu harus menjaga kehormatan kita sebagai muslimah" Jelas Fitri.
"Tapi kan masih boleh pacaran syar'i Fit" Lanjut Fina. "Pacaran syar'i? dalam Islam nggak ada yang namanya pacaran syar'i Fina," Tegas Fitri
"Tapi aku cinta sama Idul, dari dulu aku selalu mendekati dia, tapi dia malah cuek" Ucap Fina
Fitri menatap Fina, ia mengajak Fina duduk di bangku halaman kelas. "Fin, kamu tau nggak sih kisah cinta Ali dan Fatimah putri Rasulullah?" Tanya Fitri.
"Nggak Tau" Jawab Fina.
"ini adalah Kisah cinta yang sudah terpendam sejak lama, kisah cintanya sangat terjaga kerahasiaannya dalam kata, sikap dan ekspresi mereka. bahkan konon syaithanpun tak bisa mengendusnya, mereka bisa menjaga izzah mereka, hingga Allah telah menghalalkannya, nanti malam aku akan ceritakan sama kamu ya, sekarang nggak sempat, nanti keburu bel lagi, intinya aku harap kamu tidak membenciku karena masalah ini" Tutur Fitri.
"Mana mungkin aku marah atau benci sama kamu, kamu udah baik bangat sama aku, masalah Idul ,, itu memang bukan salah kamu, tidak ada yang bisa di salahkan kalau pun seandainya Idul benar-benar suka sama kamu" Lanjut Fina.
Bel berbunyi , Fina dan Fitri pun kembali ke kelas.
Fitri duduk di bangkunya. "Dari mana Fit" Tanya Citra yang duduk di sebelah Fitri.
"Dari depan kelas" Jawab Fitri.
"O..kamu tau nggak tadi si Yuli sama Idul keluar, kayaknya sih ada masalah , Idul kayak kesal gitu sih" Ujar Citra.
Sementara itu Idul menarik tangan Yuli ke luar kelas dan menghempas tangannya begitu saja. "Balikin uang aku, gara-gara kamu aku menanggung malu, kamu bilang Fitri suka dangdut, bukannya suka ternyata dia malah ledekin aku, semua orang ngira kalau aku hari ini gila, gombalan yang kamu kasih tau itu juga bohongan kan, Fitri sama sekali nggak respon sama gombalan itu, malah dia ngira aku kurang sehat, itu semua gara-gara kamu Li, pokoknya kamu harus bayar semua uang aku" Idul Kesal.
__ADS_1
" Aduh maaf banget..uangnya udah habis" Yuli cengar-cengir.
"Eh Fitri datang tuh" Yuli menunjuk ke arah belakang Idul. Idul menoleh ke belakang. Yuli pun berlari ke kelas agar selamat dari ancaman Idul.