Katakan Tidak Pada Cinta

Katakan Tidak Pada Cinta
23. Cinderella di bawah rembulan


__ADS_3

Di bawah sinar Rembulan yang amat indah. Kunang-kunang bertebaran menikmati indahnya malam. Angin malam yang berhembus pelan. Suasana yang damai menghangatkan hati Idul yang sedang duduk di bawah pohon rindang.


Ia duduk di atas batu. Hatinya amat bahagia seolah sedang menunggu sang Cinderella.


Tak lama kemudian seorang gadis berjilbab biru yang mengenakan cadar muncul di hadapannya. matanya begitu indah, tatapannya mampu membuat hati Idul berdebar kencang.


"Assalamualaikum Idul, sedang apa di sini" Tanya gadis itu dengan sayu.


"Aku menunggu kamu, buka saja cadar mu, aku sudah tau kalau kamu adalah Fitri, tampak jelas dari tatapan mu," Ujar Idul yang langsung berdiri menatap sang Cinderella.


Idul membuka cadar gadis itu, dan benar saja, ternyata gadis itu adalah Fitri.


"Istriku Fitri...jangan tutup kecantikan mu di depan ku, biarkan aku melihat betapa indahnya senyum mu," Ujar Idul.


"Hah..Istri..sejak kapan aku menjadi istri mu?" Tanya Fitri yang heran.


"Kamu lupa ya, tadi pagi kita sudah akad nikah, aku memberikan mahar mu seharga menara Eiffel," Lanjut Idul.


"HM..aku pasti ingat lah..tadi aku hanya pura-pura sayang," Ucap Fitri sambil tersenyum dan mencubit manja pipi Idul.


Idul hendak mengecup kening Fitri, namun gagal karena alam sepertinya tak mendukung. tiba-tiba saja tetesan hujan membasahi mereka. "Aduh hujan, Ayuk cari tempat berteduh, hujan deras..," Teriak Idul di tengah hujan.


Idul basah kuyup " Hujan..," Jerit nya. Idul pun terbangun. ternyata ia hanyalah mimpi. namun meski hanya mimpi, bajunya benar-benar basah.


"Maaf ..maaf..itu bukan hujan, tadi aku nggak sengaja..air minum ku tumpah," Ucap Fitri yang memegang gelas.


"Ternyata cuma mimpi, padahal aku udah seneng bangat, tapi kok Fitri benar-benar ada di sini, atau jangan-jangan aku belum bangun dari mimpi," Batin Idul yang masih bingung.


"Idul.. dengar nggak sih, kok bengong, aku minta maaf, aku nggak sengaja," Lanjut Fitri.


"Hah.. iya..iya nggak papa, tapi kok kamu bisa di sini?" Tanya Idul.


"Oh..tadi subuh mama kamu nelepon, katanya kamu sakit, mama kamu suruh aku sama Fina ke sini, sekalian katanya papa kamu pesan bakso, jadi aku ke sini sekalian antar pesanan bapak kamu," Ujar Fitri.


"Emangnya ini udah jam berapa" Tanya Idul. "Jam 12 siang," Jawab Fitri. "masa sih" Ucap Idul yang melihat ponsel nya. "Buset beneran jam 12," Batin Idul.

__ADS_1


"Fina tadi ikut ke sini, tapi dia lagi ke toilet sebentar, Dul.. emangnya benar ya kalau kamu sakit jantung sama gangguan pencernaan?" tanya Fitri yang mengkhawatirkan idul.


"Hah..sakit jantung? gangguan pencernaan?" Idul bingung mendengar ucapan Fitri karena ia tak sakit apa-apa. "Ini pasti kerjaan si dokter kandungan oon itu, iya sih aku suruh dia bilang ke papa mama kalau aku sakit, tapi harusnya dia nggak bilang sakit jantung juga kali," Batin Idul.


"Kamu pasti belum di kasih tau kan, kata dokter kamu sakit jantung sama pencernaan, tapi kamu nggak usah khawatir katanya karena kamu masih muda, penyakit ini masih mudah untuk di sembuhkan," lanjut Fitri menyemangati idul.


"HM.. syukur lah kalau masih bisa sembuh," Ujar Idul yang pura-pura sakit.


"Oh ya fit...aku sebenarnya belum makan loh, papa sama Mama aku mana ya," tanya Idul sambil matanya mencari-cari.


"Oh..tadi papa sama Mama kamu lagi pulang sebentar, tapi mereka tadi siapin makanan buat kamu, nih kamu makan," Kata Fitri yang mengambilkan makanan yang di siapkan mama pada Idul.


"Aduh...tangan ku kok lemas begini yah, kayaknya aku nggak sanggup buat makan sendiri, kalau lagi sakit begini, pegang sendok aja serasa pegang tongkat besi," keluh Idul yang pura-pura.


"Nggak pa pa deh aku nggak usah makan dulu, aku masih bisa tahan lapar kok," ucap Idul dengan lesu.


Fitri pun prihatin melihatnya, ia tak tega membiarkan idul kelaparan, dengan terpaksa ia menyuapi idul.


"Ya udah aku suapin ya," kata Fitri sambil mengambil mangkok bubur.


"Ya udah cepetan duduk" suruh Fitri.


Idul pun pura-pura tidak bisa duduk."Aduh aku nggak sanggup bantuin dong Fit," keluhnya yang pura-pura terbaring lesu.


"Bukan mahram Idul...ya udah deh mendingan aku panggil dokter aja buat bantuin kamu ya" ucap Fitri. "Hah..nggak usah..nggak usah..aku masih bisa sendiri kok," idul pun duduk dengan sendirinya.


Fitri pun mulai menyuapi Idul. mata Idul tak henti menatap wajah Fitri. "asik..di suapin makan sama bidadari surgaku" batin Idul.


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Fitri dengan jutek. "Senyum itu sedekah," balas Idul tak henti tersenyum.


"Aku nggak butuh sedekah dari kamu," ucap Fitri cuek.


"Suapin nya jangan cepat-cepat dong Fit, nanti aku bisa muntah loh, aku ini lagi sakit, kamu bisa sedikit lebih lembut nggak sih," Idul menatap Fitri.


"Ya udah nih.. makan sendiri.." Fitri memberikan mangkok bubur itu pada Idul.

__ADS_1


tak lama kemudian Fina datang, "Eh Idul udah sadar," Ucapnya.


"Iya Fin, ini dia lagi makan," jawab Fitri. "Masa makan sendiri, sini aku bantu suapin," Fina duduk di sebelah Idul.


Fitri pun pindah ke sofa ruangan itu.


"Fina ganggu aja deh," Batin Idul.


***


"Aku sangat bahagia akhirnya hari Minggu yang penuh suka cita tiba. Hatiku terasa berbunga-bunga, mata mengeluarkan air mata tanda bahagia. Namun, seketika semua kebahagiaan sirna kala melihat status 'Besok Senin, Semangat'." Itulah status Facebook Ucup. Ucup yang sedang main HP, tiba-tiba melihat kabar di grup WhatsApp kelas bahwa Idul temannya sedang di rawat di rumah sakit.


Ucup masih santai saja tak memperdulikan nya. namun Ucup syok ketika melihat status Facebook Idul yang berupa Foto Fitri yang sedang duduk di Sofa rumah sakit dengan caption 'Di jenguk calon istri'.


"Kurang asem si Idul, aku harus buru-buru ke rumah sakit nih, nggak bisa di biarin, bisa-bisa nanti dia macam-macam sama bidadari surga Ucup," Batin Ucup yang kesal.


"Akan ku korbankan hari Minggu berharga ini untuk menyelamatkan bidadari surgaku," Ujar Ucup bersungguh-sungguh.


***


Fina melihat status Idul itu. dia merasa sakit hati melihat nya. Fina pergi dari Rumah Sakit tanpa sepengetahuan Fitri.


Tanpa sepatah kata pun Fina kembali ke rumah orang tuanya dan membawa barang-barang nya dari rumah Fitri.


***


Fitri baru selesai sholat Dzuhur di musholla Rumah sakit, "Fina mana Dul," Tanya Fitri.


"Udah pulang," Jawab Idul. "Kok dia nggak kabarin aku ya," ujar Fitri yang heran.


"Ada urusan kali," lanjut Idul.


"Ya udah aku juga pulang dulu ya," kata Fitri.


"Jangan dong, masa aku sendirian di sini, papa sama Mama kan belum pulang," Ujar Idul.

__ADS_1


Fitri pun terpaksa menemani Idul.


__ADS_2